Search for:
TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM TEKNIK PERHITUNGAN SPT PPh 21 dengan PTKP Sesuai PMK NO 122/PMK.010/2015

Apakah Anda Seorang:

  • Praktisi Pegawai atau staf keuangan perusahaan yang bertanggung jawab dalam perhitungan dan pelaporan PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21).
  • Tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) atau personel yang terlibat dalam penggajian dan administrasi karyawan.
  • Manajer atau pengelola perusahaan yang perlu memahami dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).
  • Konsultan pajak atau akuntan yang memberikan layanan perpajakan kepada perusahaan dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang perhitungan SPT PPh 21.
  • Individu atau pemilik usaha yang ingin memahami secara detail mengenai peraturan perpajakan terkait penghasilan karyawan dan perhitungan PPh 21.
  • Pelatihan ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep PPh 21, perhitungan yang benar berdasarkan PTKP sesuai dengan PMK No. 122/PMK.010/2015, serta pentingnya pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hubungan industrial dan administrasi kepegawaian.

Fakta Mengenai Training Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015:

Pelatihan Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP Sesuai PMK No. 122/PMK.010/2015 adalah suatu program pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang keterkaitan antara hubungan industrial dalam konteks perpajakan, khususnya terkait perhitungan SPT (Surat Pemberitahuan) PPh 21 dan PTKP. PMK No. 122/PMK.010/2015 merupakan peraturan yang mengatur mengenai penghasilan yang tidak dikenai pajak (PTKP) dalam penghitungan PPh 21.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait konsep dan mekanisme perhitungan PPh 21 berdasarkan PTKP yang diatur dalam PMK No. 122/PMK.010/2015. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari aspek-aspek terkait penggajian, pemotongan pajak, dan pelaporan SPT PPh 21 secara benar dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu memahami secara mendalam mengenai peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP, sehingga mampu mengelola penggajian karyawan dengan lebih efektif dan efisien. Pelatihan ini juga akan membantu peserta dalam meminimalkan risiko pelanggaran perpajakan serta meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memperoleh pemahaman yang mendalam tentang konsep dan mekanisme perhitungan SPT PPh 21 berdasarkan PTKP yang diatur dalam PMK No. 122/PMK.010/2015.
  • Mengembangkan keterampilan dalam mengelola penggajian karyawan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
  • Meningkatkan pemahaman tentang tanggung jawab perusahaan dalam mengelola administrasi kepegawaian terkait perpajakan.
  • Meminimalkan risiko pelanggaran perpajakan yang dapat berdampak pada sanksi dan kerugian finansial bagi perusahaan.
  • Meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP untuk menjaga reputasi dan integritas perusahaan dalam hubungan industrial.

Definisi Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015:

TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM TEKNIK PERHITUNGAN SPT PPh 21

Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP sesuai PMK No. 122/PMK.010/2015 adalah istilah yang mengacu pada keterkaitan antara aspek hubungan industrial dan perhitungan pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) berdasarkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 122/PMK.010/2015. Konsep ini menggabungkan pemahaman tentang aturan perpajakan terkait penghasilan karyawan dengan prinsip-prinsip hubungan industrial dalam konteks perusahaan.

Dalam konteks pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme perhitungan PPh 21 dan pentingnya memperhatikan PTKP sesuai dengan ketentuan PMK No. 122/PMK.010/2015. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola penggajian karyawan dengan benar dan sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan memahami hubungan industrial dan teknik perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP, peserta akan dapat menjaga kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan, meminimalkan risiko pelanggaran, dan meningkatkan efisiensi administrasi kepegawaian dalam konteks perpajakan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015 ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015 ini adalah sebagai berikut:

  • Pengenalan tentang Peraturan Perpajakan: Menjelaskan peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP, termasuk PMK No. 122/PMK.010/2015 sebagai acuan utama.
  • Konsep Hubungan Industrial: Membahas prinsip-prinsip hubungan industrial dan pentingnya memahami aspek perpajakan dalam konteks kegiatan perusahaan.
  • Penggajian dan Pemotongan PPh 21: Menjelaskan proses penggajian karyawan dan pemotongan PPh 21 secara tepat sesuai ketentuan peraturan perpajakan.
  • PTKP dan Kategorisasi Karyawan: Mengidentifikasi jenis-jenis PTKP yang berlaku dan cara mengkategorikan karyawan berdasarkan status dan kondisi mereka.
  • Perhitungan PPh 21: Membahas langkah-langkah perhitungan PPh 21 berdasarkan PTKP yang relevan dengan menggunakan contoh kasus dan simulasi.
  • Penggunaan Aplikasi Perpajakan: Memperkenalkan alat dan aplikasi yang berguna dalam perhitungan dan pelaporan PPh 21 serta pemenuhan kewajiban perpajakan.
  • Penyusunan SPT PPh 21: Mengajarkan cara menyusun Surat Pemberitahuan (SPT) PPh 21 dengan benar, mencakup pengisian data, batas waktu, dan pengiriman kepada otoritas pajak.
  • Pelaporan dan Kepatuhan Perpajakan: Menjelaskan pentingnya melaporkan dan mematuhi ketentuan perpajakan terkait PPh 21 serta konsekuensi dari pelanggaran peraturan perpajakan.
  • Pengelolaan Administrasi Kepegawaian: Menyampaikan strategi dan praktik terbaik dalam mengelola administrasi kepegawaian yang memenuhi persyaratan perpajakan.
  • Studi Kasus dan Diskusi: Melakukan analisis studi kasus nyata dan diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman dan menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari.
  • Catatan: Outline ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat detail yang diinginkan dalam pelatihan Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN & PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (PPHI)

Apakah Anda Seorang:

  • Para profesional sumber daya manusia (SDM) dan manajer personalia yang bertanggung jawab atas kebijakan ketenagakerjaan dan hubungan industrial di perusahaan.
  • Pengusaha atau pemilik perusahaan yang ingin memahami secara mendalam peraturan ketenagakerjaan dan cara penyelesaian perselisihan dengan pekerja.
  • Karyawan di departemen hukum atau kepegawaian yang bertugas menangani masalah ketenagakerjaan dan perselisihan hubungan industrial di perusahaan.
  • Anggota serikat pekerja atau organisasi buruh yang ingin meningkatkan pemahaman mereka tentang hukum ketenagakerjaan dan cara menyelesaikan perselisihan dengan pengusaha.
  • Mahasiswa atau lulusan program hukum yang tertarik pada bidang hukum ketenagakerjaan dan ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  • Namun, perlu dicatat bahwa siapa pun yang memiliki minat atau kebutuhan untuk memahami hukum ketenagakerjaan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dapat mengikuti pelatihan ini, terlepas dari latar belakang mereka.

Fakta Mengenai Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI):

Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) adalah suatu program pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan serta metode penyelesaian perselisihan yang terjadi di lingkungan hubungan industrial. Dalam pelatihan ini, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai peraturan dan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan, seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan, peraturan perburuhan, dan perjanjian kerja bersama. Mereka juga akan mempelajari strategi dan prosedur penyelesaian perselisihan, baik melalui jalur mediasi, arbitrase, maupun melalui upaya perdamaian di pengadilan.

Selain itu, Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) juga menekankan pentingnya memahami hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha dalam konteks hubungan industrial. Peserta akan belajar tentang hak-hak pekerja, seperti upah, cuti, dan jaminan sosial, serta tanggung jawab pengusaha dalam memberikan perlindungan dan lingkungan kerja yang aman. Selain itu, mereka juga akan dipersiapkan untuk menghadapi dan menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul dalam hubungan industrial, seperti pemutusan hubungan kerja, gugatan ke pengadilan, atau negosiasi kesepakatan. Dengan mengikuti pelatihan PPHI, peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi hukum yang diperlukan untuk mengelola dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dengan cara yang adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memberikan pemahaman mendalam tentang peraturan-peraturan hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial.
  • Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam penyelesaian perselisihan yang timbul di lingkungan hubungan industrial.
  • Memperkuat pemahaman tentang hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha dalam hubungan industrial.
  • Menyediakan strategi dan prosedur untuk menyelesaikan perselisihan secara efektif dan adil, melalui mediasi, arbitrase, atau upaya perdamaian di pengadilan.
  • Meningkatkan kompetensi hukum peserta dalam mengelola dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dengan mematuhi peraturan yang berlaku.

Definisi Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI):

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN (PPHI)

Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) adalah istilah yang merujuk pada bidang hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha, serta proses penyelesaian perselisihan yang mungkin timbul di dalamnya. Dalam konteks ini, Hukum Ketenagakerjaan mencakup peraturan dan perundang-undangan yang mengatur aspek ketenagakerjaan, seperti hak dan kewajiban pekerja, upah, cuti, jaminan sosial, serta perlindungan dan lingkungan kerja yang aman. Sementara itu, Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mencakup metode dan prosedur untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara pekerja dan pengusaha, baik melalui mediasi, arbitrase, maupun melalui proses litigasi di pengadilan. Pelatihan PPHI bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang hukum ketenagakerjaan dan memberikan keterampilan dalam penyelesaian perselisihan yang adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan tujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) ini adalah sebagai berikut:

  • Pengantar Hukum Ketenagakerjaan: Menjelaskan konsep dasar hukum ketenagakerjaan, sumber hukum, dan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha.
  • Regulasi Ketenagakerjaan: Membahas undang-undang, peraturan perburuhan, dan perjanjian kerja bersama yang relevan dalam konteks ketenagakerjaan.
  • Hak dan Kewajiban Pekerja: Menyajikan hak-hak pekerja, termasuk upah, cuti, jaminan sosial, serta tanggung jawab pekerja terhadap perusahaan dan lingkungan kerja.
  • Hak dan Kewajiban Pengusaha: Mengulas kewajiban pengusaha dalam memberikan perlindungan, menciptakan lingkungan kerja yang aman, dan mematuhi peraturan ketenagakerjaan.
  • Penyelesaian Perselisihan: Mempelajari berbagai metode penyelesaian perselisihan seperti mediasi, arbitrase, dan proses litigasi di pengadilan.
  • Mediasi Hubungan Industrial: Mengajarkan teknik dan prinsip-prinsip mediasi untuk mencapai kesepakatan dalam perselisihan hubungan industrial.
  • Arbitrase Hubungan Industrial: Memperkenalkan proses arbitrase sebagai alternatif penyelesaian perselisihan dan membahas aturan dan prosedur yang terlibat.
  • Penyelesaian Perselisihan melalui Pengadilan: Menjelaskan tata cara penyelesaian perselisihan melalui jalur litigasi di pengadilan dan memahami proses hukum yang terlibat.
  • Etika Profesional dalam PPHI: Membahas etika dan standar profesional dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  • Studi Kasus dan Latihan: Menggunakan studi kasus nyata dan latihan peran untuk mengasah kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan PPHI dalam skenario praktis.
  • Materi-materi ini membentuk dasar untuk memahami dan menguasai aspek-aspek penting hukum ketenagakerjaan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam pelatihan PPHI.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Apakah Anda Seorang:

  • Karyawan atau staf keuangan: Karyawan yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama yang bertanggung jawab untuk pemilihan vendor, negosiasi kontrak, dan pembayaran, perlu memahami aspek perpajakan terkait dengan proses tersebut.
  • Pengadaan dan manajer kontrak: Manajer pengadaan dan manajer kontrak bertanggung jawab untuk menjalankan dan mengawasi proses pengadaan barang dan jasa. Mereka perlu memahami implikasi perpajakan dalam kontrak dan mengelola risiko perpajakan yang terkait.
  • Akuntan: Akuntan dalam organisasi, khususnya yang terlibat dalam akuntansi pajak, perlu memiliki pemahaman yang baik tentang perpajakan pengadaan barang dan jasa. Mereka dapat membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
  • Pemilik usaha atau pengusaha: Pemilik usaha atau pengusaha harus memiliki pengetahuan tentang aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa. Ini akan membantu mereka membuat keputusan yang tepat dalam mengelola pajak dan memastikan kepatuhan terhadap aturan perpajakan yang berlaku.
  • Konsultan perpajakan: Konsultan perpajakan yang bekerja dengan perusahaan atau individu untuk memberikan nasihat perpajakan juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa. Ini akan memungkinkan mereka memberikan nasihat yang komprehensif dan membantu klien mereka mengelola pajak secara efisien.
  • Penting untuk dicatat bahwa persyaratan pelatihan dapat bervariasi tergantung pada peran dan tanggung jawab individu dalam organisasi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penilaian individu dan organisasional yang cermat untuk menentukan siapa yang harus mengikuti pelatihan yang tepat.

Fakta Mengenai Training Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa:

Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa adalah suatu program pendidikan atau pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peraturan perpajakan yang berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Pelatihan ini mencakup penjelasan mengenai kewajiban perpajakan yang berlaku, pengaturan pajak yang terkait dengan pembelian atau pengadaan barang dan jasa, serta cara mengelola pajak yang efektif dalam konteks pengadaan. Dalam Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa, peserta akan mempelajari berbagai aspek perpajakan, seperti pengenalan pajak penjualan dan layanan, pengenaan pajak pada transaksi pengadaan, perbedaan tarif pajak antara barang dan jasa, serta prosedur administrasi dan pelaporan yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

Tujuan dari Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai peraturan perpajakan yang relevan dalam konteks pengadaan barang dan jasa. Dengan memahami aspek perpajakan ini, peserta akan mampu menjalankan proses pengadaan secara efisien sambil memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Pelatihan ini juga memberikan pengetahuan tentang strategi pengelolaan pajak yang tepat dalam konteks pengadaan, sehingga organisasi dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko perpajakan. Dengan demikian, pelatihan aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa merupakan investasi yang penting bagi individu dan organisasi yang ingin meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan dalam proses pengadaan mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memahami kewajiban perpajakan: Peserta pelatihan akan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kewajiban perpajakan yang berlaku dalam proses pengadaan barang dan jasa. Mereka akan mempelajari aturan-aturan perpajakan terkait dan tanggung jawab yang harus dipatuhi dalam hal pembelian atau pengadaan.
  • Mengelola risiko perpajakan: Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang risiko perpajakan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Mereka akan belajar mengidentifikasi risiko-risiko ini dan mengimplementasikan strategi yang tepat untuk meminimalkan dampaknya.
  • Menerapkan kepatuhan perpajakan: Tujuan lainnya adalah untuk membantu peserta melaksanakan kepatuhan perpajakan dengan benar dalam konteks pengadaan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman tentang prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan tepat.
  • Mengoptimalkan pengelolaan pajak: Peserta akan diajarkan tentang strategi pengelolaan pajak yang efektif dalam pengadaan barang dan jasa. Mereka akan mempelajari cara memanfaatkan insentif perpajakan yang ada dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk meminimalkan beban pajak yang tidak perlu.
  • Meningkatkan efisiensi pengadaan: Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membantu peserta meningkatkan efisiensi pengadaan barang dan jasa melalui pemahaman yang lebih baik tentang aspek perpajakan. Dengan pengetahuan ini, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam proses pengadaan, menghindari masalah perpajakan, dan mengurangi biaya terkait pajak.

Definisi Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa:

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa merujuk pada segala hal yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan yang terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Ini mencakup pemahaman tentang peraturan dan kebijakan perpajakan yang relevan yang berlaku untuk transaksi pembelian atau pengadaan barang dan jasa. Aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa juga melibatkan pengetahuan tentang pengenaan pajak, perbedaan tarif pajak antara barang dan jasa, serta prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti untuk mematuhi kewajiban perpajakan.

Dengan memahami aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa, organisasi dan individu dapat memastikan kepatuhan terhadap aturan perpajakan yang berlaku saat melakukan pengadaan. Hal ini membantu menghindari masalah perpajakan, mengoptimalkan pengelolaan pajak, dan mengurangi risiko perpajakan yang mungkin timbul dalam proses pengadaan. Pemahaman yang baik tentang aspek perpajakan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, pengelolaan pajak yang efisien, dan kepatuhan yang tepat terhadap peraturan perpajakan dalam konteks pengadaan barang dan jasa.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah sebagai berikut:

Pendahuluan

  • Pengenalan tentang pentingnya pemahaman aspek perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Tujuan dan manfaat pelatihan.

Dasar-dasar Perpajakan

  • Konsep dasar perpajakan yang relevan dalam konteks pengadaan.
  • Pemahaman tentang jenis-jenis pajak yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

Pengenaan Pajak dalam Pengadaan

  • Penjelasan tentang pengenaan pajak pada transaksi pengadaan barang dan jasa.
  • Perbedaan antara pajak barang dan jasa.

Kewajiban Perpajakan dalam Pengadaan

  • Pemahaman tentang kewajiban perpajakan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.
  • Identifikasi dan penjelasan tentang pemungutan, pemotongan, dan pembayaran pajak.

Insentif dan Fasilitas Perpajakan

  • Pemahaman tentang insentif perpajakan yang relevan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Penggunaan fasilitas perpajakan yang ada untuk mengoptimalkan pengelolaan pajak.

Pelaporan Pajak

  • Penjelasan tentang prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti dalam konteks pengadaan.
  • Persiapan dan penyusunan laporan pajak yang sesuai.

Audit Pajak dan Compliance

  • Pemahaman tentang risiko perpajakan dan audit yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.
  • Langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan perpajakan dan mengelola risiko pajak.

Studi Kasus dan Contoh Praktis

  • Penerapan konsep dan pengetahuan perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa melalui studi kasus nyata.
  • Contoh-contoh praktis untuk mengilustrasikan pemahaman dalam konteks nyata.

Tanya Jawab dan Diskusi

  • Sesi interaktif untuk peserta pelatihan dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan masalah terkait.

Kesimpulan dan Evaluasi

  • Peninjauan kembali materi yang telah dipelajari.
    Evaluasi pelatihan dan kesimpulan akhir.

Materi dan outline ini hanya sebagai contoh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keperluan peserta dalam pelatihan mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING AUDIT PENGADAAN BARANG DAN JASA

Apakah Anda Seorang:

  • Auditor Internal: Auditor internal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi berjalan secara efisien dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku. Pelatihan audit pengadaan barang dan jasa akan membantu auditor internal untuk memahami konsep dan praktik terkait dalam pengadaan.
  • Manajer Pengadaan: Manajer pengadaan bertanggung jawab untuk merencanakan, mengawasi, dan mengelola proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini akan membantu mereka untuk memahami prinsip-prinsip audit, memperbaiki pengendalian intern, dan meningkatkan efisiensi dalam pengadaan.
  • Staf Pengadaan: Staf pengadaan adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam proses pengadaan barang dan jasa, seperti pembelian, evaluasi pemasok, dan negosiasi kontrak. Pelatihan audit pengadaan akan membantu mereka memahami prinsip-prinsip audit dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang berlaku.
  • Pimpinan Organisasi: Pimpinan organisasi, seperti direktur atau manajer umum, juga harus mengikuti pelatihan audit pengadaan barang dan jasa. Mereka perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang proses pengadaan dan tahu bagaimana melakukan pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan dan mencegah praktik-praktik yang merugikan.
  • Auditor Eksternal: Auditor eksternal yang bekerja untuk pihak ketiga atau badan pengawas juga dapat mengikuti pelatihan audit pengadaan barang dan jasa. Hal ini akan membantu mereka memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang pengadaan dan memperbaiki kemampuan mereka dalam melakukan audit independen terhadap proses pengadaan barang dan jasa.
  • Perlu dicatat bahwa daftar ini tidaklah eksklusif, dan ada banyak orang lain yang juga dapat diuntungkan dari pelatihan audit pengadaan barang dan jasa, tergantung pada peran dan tanggung jawab mereka dalam proses pengadaan.

Fakta Mengenai Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

Training audit pengadaan barang dan jasa adalah program pendidikan atau pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari prinsip-prinsip dasar audit, metodologi audit yang relevan, serta kerangka kerja yang diperlukan untuk mengaudit proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang peraturan dan kebijakan terkait pengadaan, serta penggunaan teknik dan alat yang diperlukan untuk melakukan audit yang efektif.

Selain itu, pelatihan audit pengadaan barang dan jasa juga membantu peserta dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang risiko-risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Peserta akan belajar mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko tersebut, serta mengembangkan strategi pengendalian yang efektif untuk meminimalkan risiko tersebut. Training audit pengadaan barang dan jasa memberikan panduan tentang pelaporan hasil audit dan langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan perbaikan dan tindak lanjut terhadap temuan audit. Dengan mengikuti Training audit pengadaan barang dan jasa, peserta akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang audit pengadaan barang dan jasa, dan akan mampu melakukan audit yang lebih efektif dalam upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar audit pengadaan barang dan jasa. Tujuan ini mencakup memberikan pengetahuan tentang konsep dasar audit, metode, dan kerangka kerja yang relevan dalam konteks pengadaan barang dan jasa.
  • Mengembangkan keterampilan peserta dalam mengaudit proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kelemahan atau penyimpangan dalam proses pengadaan, serta menggunakan teknik dan alat yang sesuai untuk melakukan audit yang efektif.
  • Meningkatkan pemahaman tentang risiko-risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Tujuan ini mencakup membantu peserta mengenali dan mengevaluasi risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan, serta mengembangkan strategi pengendalian yang efektif untuk mengurangi risiko tersebut.
  • Memperkuat pemahaman peserta tentang peraturan dan kebijakan terkait pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan peserta memiliki pengetahuan yang mendalam tentang peraturan dan kebijakan yang berlaku dalam proses pengadaan, sehingga mereka dapat memastikan kepatuhan dan akuntabilitas.
  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam melaporkan hasil audit dan melakukan tindak lanjut yang sesuai. Tujuan ini mencakup memberikan panduan tentang penyusunan laporan hasil audit yang informatif dan persuasif, serta memberikan pedoman tentang langkah-langkah perbaikan dan tindak lanjut yang harus diambil berdasarkan temuan audit.
  • Dengan mencapai tujuan-tujuan ini, pelatihan audit pengadaan barang dan jasa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam melakukan audit yang efektif terhadap proses pengadaan barang dan jasa.

Definisi Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

TRAINING AUDIT PENGADAAN BARANG DAN JASA

Audit pengadaan barang dan jasa adalah proses evaluasi independen yang dilakukan terhadap seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, untuk memastikan bahwa proses tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan, kebijakan, dan prinsip-prinsip yang berlaku. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan, penyimpangan, atau risiko dalam pengadaan barang dan jasa, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan efisiensi.

Dalam audit pengadaan barang dan jasa, auditor akan melakukan penelaahan terhadap dokumen-dokumen terkait, melakukan wawancara dengan pihak terkait, dan melakukan pengujian atas kepatuhan dan efektivitas prosedur pengadaan. Auditor akan mengevaluasi aspek-aspek seperti transparansi, proses seleksi pemasok, perencanaan anggaran, pengelolaan kontrak, dan pengendalian intern terkait pengadaan. Hasil audit akan digunakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan efisien, adil, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Audit Pengadaan Barang dan Jasa baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah sebagai berikut:

Pendahuluan dan Pengantar Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Pengertian dan tujuan audit pengadaan barang dan jasa
  • Peran dan tanggung jawab auditor dalam pengadaan

Prinsip-Prinsip Audit Pengadaan:

  • Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengadaan
  • Standar etika yang berlaku dalam audit

Peraturan dan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Pengetahuan tentang undang-undang dan regulasi terkait pengadaan
  • Kebijakan internal organisasi dalam pengadaan barang dan jasa

Metodologi Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Rencana audit dan pengumpulan bukti
  • Evaluasi pengendalian intern dalam proses pengadaan

Analisis Risiko dalam Pengadaan:

  • Identifikasi risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa
  • Evaluasi risiko dan pengembangan strategi pengendalian

Audit Perencanaan dan Anggaran:

  • Pemahaman tentang perencanaan anggaran dalam pengadaan
  • Evaluasi kepatuhan terhadap rencana dan anggaran yang telah ditetapkan

Audit Proses Seleksi Pemasok:

  • Penilaian kriteria pemilihan pemasok
  • Pemeriksaan kelengkapan dokumen dan transparansi dalam proses seleksi

Audit Pengelolaan Kontrak:

  • Evaluasi pengelolaan kontrak dan perubahan kontrak yang dilakukan
    Pemeriksaan kepatuhan terhadap persyaratan kontrak dan pengendalian kinerja pemasok

Audit Pelaporan dan Dokumentasi:

  • Pemeriksaan keakuratan dan kelengkapan dokumen pengadaan
    Evaluasi pelaporan hasil audit dan tindak lanjut yang diambil

Audit Pengendalian Intern dan Rekomendasi:

  • Identifikasi kelemahan pengendalian intern dalam pengadaan
    Penyusunan rekomendasi perbaikan dan langkah-langkah tindak lanjut

Materi-materi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan pengadaan barang dan jasa dalam organisasi yang mengadakan pelatihan.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING AWARENESS SIX SIGMA

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer dan pemimpin perusahaan: Pelatihan Six Sigma akan memberikan pemahaman mendalam tentang metodologi dan alat-alat Six Sigma. Hal ini akan membantu manajer dan pemimpin perusahaan untuk memimpin perubahan yang efektif dan meningkatkan kualitas proses dan produk.
  • Tim proyek Six Sigma: Tim proyek Six Sigma adalah kelompok orang yang ditugaskan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki masalah atau kelemahan dalam proses bisnis. Pelatihan Six Sigma akan memberikan mereka pemahaman tentang metodologi Six Sigma dan alat-alat statistik yang diperlukan untuk menjalankan proyek-proyek Six Sigma dengan sukses.
  • Karyawan yang terlibat dalam proses bisnis: Karyawan yang terlibat dalam proses bisnis akan mendapatkan manfaat dari pelatihan Six Sigma dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya kualitas dan bagaimana meningkatkannya. Mereka akan belajar untuk mengidentifikasi dan mengurangi variabilitas dalam proses mereka, sehingga dapat mencapai hasil yang lebih konsisten dan memuaskan.
  • Profesional di bidang kualitas: Pelatihan Six Sigma merupakan langkah yang penting bagi para profesional di bidang kualitas. Mereka akan belajar metodologi Six Sigma secara menyeluruh dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola proyek-proyek Six Sigma secara efektif.
  • Individu yang tertarik dengan peningkatan kualitas dan efisiensi: Pelatihan Six Sigma bukan hanya relevan bagi mereka yang bekerja di lingkungan bisnis, tetapi juga bagi individu yang tertarik dengan peningkatan kualitas dan efisiensi. Metodologi Six Sigma dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, organisasi nirlaba, dan sektor publik.

Fakta Mengenai Training Awareness Six Sigma:

Training Awareness Six Sigma adalah program yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang metodologi Six Sigma kepada peserta. Dalam pelatihan ini, para peserta akan diperkenalkan dengan konsep dan prinsip dasar Six Sigma, termasuk penggunaan alat-alat statistik dalam analisis data dan perbaikan proses. Tujuan dari Training Awareness Six Sigma adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya kualitas, efisiensi, dan pengurangan variabilitas dalam proses bisnis.

Selama Training Awareness Six Sigma, peserta akan mempelajari prinsip-prinsip dasar Six Sigma dan mengenal beberapa alat penting yang digunakan dalam metodologi ini. Mereka akan belajar tentang konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang merupakan kerangka kerja umum dalam Six Sigma untuk mengidentifikasi masalah, mengukur kinerja, menganalisis penyebab akar, meningkatkan proses, dan mengendalikan hasil yang telah diperbaiki. Dengan pemahaman yang didapatkan melalui pelatihan ini, peserta akan dapat mengenali peluang perbaikan, mengurangi variabilitas, dan menghasilkan hasil yang lebih konsisten dan memuaskan dalam proses bisnis mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang metodologi Six Sigma dan prinsip dasarnya.
  • Mengedepankan pemahaman peserta tentang pendekatan dan konsep utama dalam Six Sigma.
  • Memperkenalkan peserta pada alat-alat statistik yang digunakan dalam analisis data Six Sigma.
  • Mengenalkan peserta pada penggunaan alat-alat statistik yang berguna dalam menganalisis dan memahami data dalam konteks Six Sigma.
  • Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas dan efisiensi dalam proses bisnis.
  • Memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya mencapai kualitas yang tinggi dan meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis.
  • Mengajarkan peserta tentang konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).
  • Mengedukasi peserta mengenai langkah-langkah yang terlibat dalam metodologi Six Sigma, termasuk pengidentifikasian masalah, pengukuran kinerja, analisis penyebab akar, perbaikan proses, dan pengendalian hasil.
  • Mendorong peserta untuk mengenali peluang perbaikan dan mengurangi variabilitas dalam proses bisnis.
  • Menginspirasi peserta untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi peluang perbaikan, mengurangi variabilitas, dan mencapai hasil yang lebih konsisten dan memuaskan dalam operasi bisnis mereka.

Definisi Awareness Six Sigma:

TRAINING AWARENESS SIX SIGMA

Awareness Six Sigma adalah suatu konsep yang mengacu pada pemahaman dasar tentang metodologi Six Sigma. Dalam konteks ini, awareness mengarah pada tingkat kesadaran dan pemahaman seseorang terhadap prinsip-prinsip, alat-alat, dan tujuan dari Six Sigma. Pelatihan Awareness Six Sigma dirancang untuk memperkenalkan peserta kepada konsep dan manfaat dari Six Sigma, serta memberikan pengetahuan dasar tentang penggunaan alat-alat statistik untuk menganalisis data dan meningkatkan kualitas proses bisnis. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengerti betapa pentingnya kualitas, efisiensi, dan pengurangan variabilitas dalam mencapai keberhasilan dalam organisasi atau lingkungan bisnis.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Awareness Six Sigma ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Awareness Six Sigma baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Awareness Six Sigma ini adalah sebagai berikut:

Pengantar Six Sigma
a. Definisi dan tujuan Six Sigma
b. Sejarah dan perkembangan Six Sigma
c. Manfaat dari penerapan Six Sigma

Konsep Dasar Six Sigma
a. Definisi variabilitas dalam proses
b. Konsep Sigma Level dan DPMO (Defects Per Million Opportunities)
c. Metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)

Alat-Alat Statistik dalam Six Sigma
a. Diagram Pareto
b. Diagram Ishikawa (Fishbone)
c. Diagram Scatter
d. Grafik kontrol
e. Analisis regresi
f. Uji hipotesis

Proses Perbaikan dalam Six Sigma
a. Identifikasi masalah dan pengumpulan data
b. Pengukuran dan analisis data
c. Identifikasi penyebab akar masalah
d. Perbaikan proses dan implementasi solusi
e. Pengendalian dan pemeliharaan hasil yang diperbaiki

Peran dan Tanggung Jawab Peserta dalam Implementasi Six Sigma
a. Peran sebagai anggota tim proyek Six Sigma
b. Menggunakan alat-alat Six Sigma dalam pekerjaan sehari-hari
c. Berkontribusi dalam budaya perbaikan terus-menerus

Studi Kasus dan Contoh Implementasi Six Sigma
a. Cerita sukses perusahaan menggunakan Six Sigma
b. Kasus nyata penerapan Six Sigma dalam berbagai industri

Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi Six Sigma
a. Mengatasi resistensi perubahan
b. Manajemen perubahan dan komunikasi efektif
c. Mengelola ekspektasi dan harapan yang realistis

Evaluasi dan Pengukuran Kesuksesan Six Sigma
a. Indikator kinerja kunci (KPI) terkait dengan Six Sigma
b. Mengukur dampak perbaikan proses dan hasil yang dicapai

Etika dan Prinsip dalam Six Sigma
a. Pentingnya integritas dan etika dalam penggunaan data dan analisis
b. Prinsip-prinsip etika dalam pengambilan keputusan berbasis data

Rencana Tindak Lanjut setelah Pelatihan
a. Penerapan praktik Six Sigma dalam pekerjaan sehari-hari
b. Kesempatan pengembangan lebih lanjut dan sertifikasi dalam Six Sigma

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING WITHIN INDUSTRY-JOB INSTRUCTION

Apakah Anda Seorang:

  • Pekerja Baru: Pekerja yang baru bergabung dengan suatu organisasi atau perusahaan biasanya memerlukan pelatihan untuk mempelajari tugas-tugas dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan mereka. Pelatihan TWI-JI dapat membantu pekerja baru memahami secara rinci tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
  • Pekerja yang Pindah Posisi: Ketika seorang pekerja pindah ke posisi baru dalam organisasi, dia mungkin perlu belajar keterampilan dan tugas baru. Pelatihan TWI-JI dapat membantu pekerja tersebut untuk cepat beradaptasi dengan perubahan peran dan tanggung jawab mereka.
  • Pekerja dengan Kinerja Rendah: Pekerja yang mengalami masalah kinerja atau kesulitan dalam melaksanakan tugas mereka juga dapat diuntungkan dari pelatihan TWI-JI. Metode ini membantu mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan memberikan panduan yang jelas untuk memperbaikinya.
  • Pemimpin Tim: Pemimpin tim atau supervisor juga dapat mengikuti pelatihan TWI-JI untuk belajar bagaimana memberikan instruksi yang efektif kepada anggota tim mereka. Mereka dapat mempelajari teknik-teknik pengajaran dan komunikasi yang membantu meningkatkan keterampilan tim dan efisiensi kerja.
  • Manajer Produksi: Manajer produksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa operasi produksi berjalan dengan lancar dan efisien. Pelatihan TWI-JI dapat membantu manajer produksi untuk mengembangkan strategi pelatihan yang efektif, serta memahami dan menerapkan prinsip-prinsip lean manufacturing untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.
  • Penting untuk dicatat bahwa daftar ini hanya memberikan contoh umum dari kelompok orang yang mungkin memerlukan pelatihan TWI-JI. Setiap organisasi atau perusahaan dapat menyesuaikan target audiensinya berdasarkan kebutuhan dan konteks spesifik mereka.

Fakta Mengenai Training Within Industry-Job Instruction:

Training Within Industry-Job Instruction (TWI-JI) adalah metode pelatihan yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan kerja kepada pekerja melalui pendekatan langsung di tempat kerja. Dalam pelatihan ini, instruktur atau supervisor yang terlatih akan memberikan instruksi secara terstruktur dan detail kepada pekerja, memperlihatkan cara yang benar dalam melaksanakan tugas-tugas spesifik, serta memberikan kesempatan bagi pekerja untuk berlatih secara langsung. Tujuan utama pelatihan TWI-JI adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, serta memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas-tugas yang relevan. Training Within Industry-Job Instruction juga bertujuan untuk mengurangi kesalahan, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan meningkatkan pemahaman pekerja terhadap proses kerja yang mereka lakukan.

Dalam TWI-JI, para pekerja diajarkan dengan menggunakan pendekatan praktis yang mengutamakan demonstrasi dan praktik langsung. Instruktur atau supervisor akan secara detail menjelaskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. Mereka akan memperlihatkan secara langsung bagaimana melaksanakan tugas tersebut dengan benar, memberikan contoh yang jelas, dan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencoba sendiri. Selama latihan, pekerja akan menerima umpan balik langsung dari instruktur atau supervisor, yang membantu mereka memperbaiki keterampilan dan teknik yang diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan pekerja untuk memahami secara mendalam tugas-tugas yang mereka lakukan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam pekerjaan mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan efisiensi kerja: Pelatihan TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kerja dengan memberikan instruksi yang terstruktur dan detail kepada pekerja. Hal ini dapat membantu pekerja dalam mengoptimalkan waktu dan sumber daya yang digunakan, sehingga meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.
  • Mengurangi kesalahan: Salah satu tujuan pelatihan TWI-JI adalah untuk mengurangi kesalahan dalam melaksanakan tugas-tugas kerja. Dengan memberikan instruksi yang jelas dan detail, pelatihan ini membantu pekerja dalam memahami langkah-langkah yang benar, mengidentifikasi potensi kesalahan, dan menghindari kesalahan yang dapat menghambat kinerja dan mengurangi kualitas hasil kerja.
  • Meningkatkan pemahaman proses kerja: TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap proses kerja yang mereka lakukan. Dengan memberikan instruksi yang terstruktur dan memperlihatkan contoh yang jelas, pelatihan ini membantu pekerja dalam memahami alur kerja, tahapan penting, dan hubungan antara tugas-tugas yang dilakukan. Hal ini dapat membantu mereka dalam mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pekerjaan mereka.
  • Memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas: Salah satu tujuan TWI-JI adalah untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kerja. Dengan memberikan instruksi yang terstandardisasi dan mengajarkan teknik-teknik yang benar, pelatihan ini membantu memastikan bahwa semua pekerja melaksanakan tugas dengan cara yang seragam dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi: Pelatihan TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja dalam melaksanakan tugas-tugas kerja mereka. Melalui pendekatan praktis dan pelatihan langsung, pekerja memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka, meningkatkan keahlian teknis, dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk menjadi lebih efektif dan produktif dalam pelaksanaan tugas-tugas yang diemban.

Definisi Within Industry-Job Instruction:

TRAINING WITHIN INDUSTRY-JOB INSTRUCTION

Training Within Industry-Job Instruction (TWI-JI) adalah metode pelatihan yang digunakan untuk mengajarkan keterampilan kerja kepada pekerja di tempat kerja. Pelatihan ini berfokus pada memberikan instruksi yang terstruktur dan detail kepada pekerja, sehingga mereka dapat memahami dengan jelas tugas-tugas yang harus dilakukan dan cara melaksanakannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, meningkatkan pemahaman proses kerja, memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas, dan meningkatkan keterampilan serta kompetensi pekerja. Melalui pendekatan langsung dan praktis, pelatihan TWI-JI membantu pekerja baru atau yang sudah ada untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas-tugas kerja mereka.

Dalam TWI-JI, instruktur atau supervisor yang terlatih memberikan instruksi secara terstruktur kepada pekerja, memperlihatkan cara yang benar dalam melaksanakan tugas-tugas kerja, dan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk berlatih langsung. Dengan pendekatan ini, pekerja dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang tugas-tugas yang harus mereka lakukan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Pelatihan TWI-JI juga membantu mengurangi kesalahan, memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas, dan meningkatkan efisiensi kerja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja, serta memastikan bahwa pekerja memiliki pemahaman yang jelas tentang proses kerja yang mereka jalani.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Within Industry-Job Instruction ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Within Industry-Job Instruction baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Within Industry-Job Instruction ini adalah sebagai berikut:

  • Pendahuluan dan tujuan pelatihan TWI-JI: Memperkenalkan peserta pelatihan dengan konsep TWI-JI, menjelaskan tujuan pelatihan, dan menggambarkan manfaat yang dapat diperoleh dari pelatihan ini.
  • Analisis pekerjaan: Menjelaskan pentingnya melakukan analisis terhadap pekerjaan yang akan diajarkan, termasuk mengidentifikasi tugas-tugas kunci, langkah-langkah yang terlibat, dan kriteria keberhasilan.
  • Pembuatan instruksi: Mengajarkan peserta pelatihan tentang cara menyusun instruksi yang terstruktur, jelas, dan mudah dipahami. Ini meliputi penentuan urutan langkah-langkah, penggunaan bahasa yang tepat, dan penekanan pada detail penting.
  • Demonstrasi: Membahas pentingnya memberikan contoh langsung dalam pelatihan. Mengajarkan teknik demonstrasi yang efektif, termasuk cara menjelaskan langkah-langkah dengan jelas, menunjukkan keterampilan yang benar, dan mengkomunikasikan tujuan dari setiap langkah.
  • Latihan praktik: Menyediakan kesempatan bagi peserta pelatihan untuk berlatih secara langsung dalam melaksanakan tugas-tugas yang diajarkan. Instruktur memberikan umpan balik dan bimbingan selama latihan, membantu peserta memperbaiki keterampilan mereka.
  • Pengembangan instruksi visual: Mengajarkan cara membuat instruksi visual yang efektif, seperti gambar, diagram, atau peta alur kerja. Ini membantu dalam memperjelas langkah-langkah yang harus dilakukan dan memudahkan pemahaman.
  • Pemberian umpan balik: Mengajarkan teknik memberikan umpan balik yang konstruktif kepada pekerja. Ini termasuk memberikan penguatan positif atas prestasi yang baik dan memberikan saran untuk perbaikan jika ada kesalahan atau kekurangan.
  • Penerapan TWI-JI dalam situasi nyata: Membahas cara mengimplementasikan prinsip-prinsip TWI-JI dalam situasi kerja sehari-hari. Peserta pelatihan diberi kesempatan untuk berlatih mengajar dan memberikan instruksi kepada rekan kerja mereka.
  • Pengukuran dan evaluasi: Menjelaskan pentingnya mengukur dan mengevaluasi efektivitas pelatihan TWI-JI. Membahas metode untuk mengumpulkan umpan balik dari pekerja dan menilai dampak pelatihan terhadap kinerja kerja.
  • Implementasi dan pemeliharaan: Membahas langkah-langkah untuk mengimplementasikan TWI-JI secara berkelanjutan di tempat kerja. Termasuk strategi untuk memastikan kesinambungan pelatihan, memperbaiki proses kerja, dan mengembangkan keterampilan pekerja.
  • Perlu dicatat bahwa outline pelatihan TWI-JI dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks spesifik dari organisasi atau perusahaan yang memberikan pelatihan tersebut.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING NEED ANALISYS PADA SDM RUMAH SAKIT

Apakah Anda Seorang:

  • Manajemen Rumah Sakit: Pelatihan TNA penting bagi manajemen rumah sakit untuk memahami kebutuhan pelatihan dan pengembangan SDM dalam organisasi mereka. Dengan mempelajari TNA, manajemen dapat merencanakan program pelatihan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan.
  • Tim Sumber Daya Manusia (SDM): Tim SDM bertanggung jawab untuk merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan program pelatihan. Pelatihan TNA akan membantu mereka memahami metode analisis kebutuhan pelatihan yang efektif, mengidentifikasi gap kompetensi, dan merancang program pelatihan yang relevan.
  • Departemen Klinis: Pelatihan TNA penting bagi departemen klinis dalam rumah sakit. Mereka dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan khusus dalam bidang medis, seperti teknik pembedahan terkini, penggunaan peralatan medis baru, atau keahlian dalam penanganan penyakit tertentu.
  • Staf Perawat dan Tenaga Medis: Pelatihan TNA dapat membantu staf perawat dan tenaga medis dalam mengidentifikasi kebutuhan mereka untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam merawat pasien. Hal ini dapat mencakup pelatihan tentang perawatan pasien kritis, manajemen nyeri, komunikasi efektif, atau penggunaan teknologi medis terkini.
  • Staf Administratif dan Dukungan: Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam pelayanan kesehatan langsung, staf administratif dan dukungan memiliki peran penting dalam operasional rumah sakit. Pelatihan TNA dapat membantu mereka mengidentifikasi kebutuhan mereka, seperti pengembangan keterampilan manajemen waktu, penggunaan perangkat lunak administrasi, atau peningkatan komunikasi antarstaf.
  • Namun, perlu dicatat bahwa pemilihan peserta pelatihan TNA dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi rumah sakit tertentu.

Fakta Mengenai Training Need Analisys Pada Rumah Sakit:

TRAINING NEED ANALISYS PADA SDM RUMAH SAKIT (TNA) pada SDM Rumah Sakit adalah suatu proses untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi staf yang bekerja di rumah sakit. Dalam pelatihan ini, metode analisis digunakan untuk memahami kompetensi yang diperlukan oleh SDM Rumah Sakit agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka secara efektif. TNA membantu mengidentifikasi gap antara keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki saat ini oleh staf dengan yang seharusnya dimiliki untuk memenuhi persyaratan pekerjaan. Dengan demikian, pelatihan TNA membantu rumah sakit dalam merencanakan dan mengimplementasikan program pelatihan yang sesuai, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dan meningkatkan kompetensi staf dalam bidangnya masing-masing.

Dalam konteks rumah sakit, TRAINING NEED ANALISYS PADA SDM RUMAH SAKIT sangat penting untuk menghadapi perubahan yang terus-menerus dalam industri kesehatan. Dengan melakukan TNA, rumah sakit dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang spesifik, baik itu dalam bidang medis, manajemen, atau keterampilan interpersonal. Misalnya, jika rumah sakit baru-baru ini memperkenalkan teknologi medis baru, TRAINING NEED ANALISYS PADA SDM RUMAH SAKIT dapat membantu mengidentifikasi staf yang perlu mendapatkan pelatihan tentang penggunaan dan pemeliharaan teknologi tersebut. Dengan melakukan analisis kebutuhan pelatihan yang sistematis, rumah sakit dapat mengalokasikan sumber daya dengan efisien, memastikan bahwa pelatihan yang diberikan kepada SDM Rumah Sakit relevan, bermanfaat, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan: Pelatihan TNA bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang spesifik bagi staf rumah sakit. Hal ini melibatkan analisis kompetensi yang diperlukan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan efektif.
  • Mengisi kesenjangan kompetensi: TNA bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh staf saat ini dengan yang seharusnya dimiliki. Dengan mengisi kesenjangan ini melalui pelatihan yang sesuai, SDM Rumah Sakit dapat menjadi lebih kompeten dalam bidangnya masing-masing.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan: Salah satu tujuan utama pelatihan TNA adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit. Dengan memastikan bahwa staf memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, rumah sakit dapat memberikan perawatan yang lebih baik kepada pasien.
  • Meningkatkan efisiensi operasional: TNA membantu meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit dengan mengidentifikasi area di mana pelatihan dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja staf. Dengan meningkatkan keterampilan staf, proses kerja dapat dilakukan dengan lebih efisien.
  • Mengembangkan rencana pelatihan yang efektif: Tujuan lain dari pelatihan TNA adalah merancang rencana pelatihan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Dengan memahami kebutuhan pelatihan secara menyeluruh, rumah sakit dapat merencanakan program pelatihan yang tepat, mengalokasikan sumber daya dengan bijaksana, dan mencapai hasil yang diinginkan.

Definisi Need Analisys Pada Rumah Sakit:

TRAINING NEED ANALISYS PADA SDM RUMAH SAKIT

Training Need Analysis (TNA) pada SDM Rumah Sakit adalah proses untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pelatihan yang diperlukan oleh staf dalam rumah sakit. TNA dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gap atau kesenjangan antara keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh staf saat ini dengan yang seharusnya dimiliki untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan efektif. Melalui TNA, rumah sakit dapat menentukan kebutuhan pelatihan yang spesifik dan merencanakan program pelatihan yang sesuai. Dengan demikian, TNA membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit dan juga membantu staf dalam pengembangan kompetensi mereka dalam bidang medis, manajemen, atau keterampilan interpersonal.

Dalam konteks rumah sakit, pelatihan TNA memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam industri kesehatan. Dengan melakukan TNA, rumah sakit dapat mengidentifikasi area di mana staf membutuhkan pelatihan tambahan, baik itu terkait dengan kemajuan teknologi medis, peraturan kesehatan terbaru, atau peningkatan keterampilan interpersonal dalam merawat pasien. Dengan memahami kebutuhan pelatihan secara mendalam, rumah sakit dapat mengalokasikan sumber daya dengan efisien dan merancang program pelatihan yang relevan, sehingga memberikan manfaat bagi staf rumah sakit dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Need Analisys Pada Rumah Sakit ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Need Analisys Pada Rumah Sakit baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Need Analisys Pada Rumah Sakit ini adalah sebagai berikut:

Pengenalan tentang Training Need Analysis (TNA):

  • Definisi dan konsep dasar TNA pada SDM Rumah Sakit.
  • Pentingnya TNA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Metodologi TNA:

  • Pendekatan dan metode yang digunakan dalam TNA.
  • Langkah-langkah dalam melakukan TNA secara sistematis.

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan:

  • Teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang spesifik.
  • Analisis gap antara keterampilan yang dimiliki dan yang diperlukan.

Analisis Kompetensi:

  • Penilaian kompetensi staf rumah sakit.
  • Penentuan standar kompetensi yang diharapkan.

Analisis Lingkungan:

  • Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kebutuhan pelatihan.
  • Perubahan tren dalam industri kesehatan yang memengaruhi pelatihan.

Perencanaan Program Pelatihan:

  • Merumuskan tujuan dan hasil yang diharapkan dari pelatihan.
  • Menentukan konten, metode, dan durasi pelatihan.

Pengembangan Rencana Pelatihan:

  • Merancang rencana pelatihan yang efektif.
  • Pengalokasian sumber daya dan jadwal pelatihan.

Evaluasi Pelatihan:

  • Mengevaluasi efektivitas pelatihan.
  • Metode evaluasi yang digunakan untuk mengukur hasil pelatihan.

Implementasi Pelatihan:

  • Mengorganisir dan melaksanakan pelatihan.
  • Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan.

Pengembangan SDM Berkelanjutan:

  • Strategi untuk pengembangan kontinu SDM setelah pelatihan.
  • Membangun budaya pembelajaran dalam rumah sakit.

Materi-materi ini akan membantu peserta pelatihan memahami konsep, metodologi, dan langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan TNA dan merencanakan program pelatihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan SDM di rumah sakit.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING FOR TRAINER

Apakah Anda Seorang:

  • Pengajar atau dosen: Para pengajar dan dosen dapat memperoleh manfaat besar dari pelatihan ini. Mereka akan mempelajari teknik-teknik pengajaran yang efektif, strategi pemecahan masalah, dan cara mengelola interaksi dengan peserta.
  • Pegawai HRD (Human Resources Development): Pelatihan ini sangat relevan bagi staf HRD yang bertanggung jawab dalam merancang dan menyampaikan pelatihan internal. Mereka akan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk menjadi trainer yang efektif dalam organisasi mereka.
  • Manajer atau supervisor: Para manajer dan supervisor sering kali perlu mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kemampuan mengajar. Pelatihan ini akan membantu mereka memperoleh keterampilan pengajaran yang dapat diterapkan dalam mengarahkan dan melatih tim mereka.
  • Profesional independen: Individu yang bekerja sebagai konsultan, pelatih independen, atau pemilik bisnis dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menyampaikan pelatihan kepada klien atau staf mereka.
  • Mahasiswa atau fresh graduate: Meskipun masih dalam tahap awal karir, mengikuti pelatihan Training for Trainer dapat memberikan keunggulan kompetitif. Pelatihan ini dapat membantu mereka membangun keterampilan pengajaran yang akan berguna di berbagai bidang pekerjaan.
  • Perlu diingat bahwa daftar ini bersifat umum, dan siapa pun yang tertarik untuk menjadi trainer atau ingin meningkatkan keterampilan pengajaran mereka dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini.

Fakta Mengenai Training For Trainer:

Pelatihan “Training for Trainer” adalah suatu program yang dirancang khusus untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan seseorang dalam menjadi seorang pelatih yang efektif. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai teknik dan metode pengajaran yang dapat mereka terapkan saat menyampaikan materi pelatihan kepada orang lain. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan peserta pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip pengajaran, desain pembelajaran yang efektif, dan keterampilan komunikasi yang diperlukan agar mereka dapat menghadirkan pelatihan yang berdampak positif.

Selama pelatihan “Training for Trainer”, peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mempersiapkan materi pelatihan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan peserta. Mereka juga akan belajar tentang strategi pengajaran yang berfokus pada pengalaman belajar yang aktif dan interaktif, termasuk penggunaan teknologi dan media pembelajaran yang tepat. Selain itu, peserta juga akan diberikan keterampilan evaluasi untuk mengukur efektivitas pelatihan yang mereka berikan. Pelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan yang mendalam kepada peserta sehingga mereka dapat menjadi pelatih yang mampu memotivasi, mendidik, dan menginspirasi peserta pelatihan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Mengembangkan keterampilan pengajaran: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengajar dan menyampaikan materi pelatihan dengan cara yang efektif dan menarik.
  • Meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip pengajaran: Tujuan pelatihan ini adalah memberikan peserta pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip dasar pengajaran, seperti desain pembelajaran yang efektif, strategi pengajaran yang beragam, dan metode evaluasi yang tepat.
  • Memperkuat kemampuan komunikasi: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta dalam menyampaikan materi dengan jelas, memotivasi peserta, dan menjalin interaksi yang baik dengan audiens.
  • Mengajarkan teknik pengelolaan kelas: Salah satu tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kelas atau sesi pelatihan, termasuk mengelola waktu, mengatasi hambatan belajar, dan memfasilitasi diskusi yang bermanfaat.
  • Mempersiapkan peserta menjadi trainer yang berdampak positif: Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi trainer yang dapat menginspirasi, memotivasi, dan memberikan dampak positif pada peserta pelatihan.
  • Dengan mengikuti pelatihan “Training for Trainer”, peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam menyampaikan pelatihan yang efektif dan membantu peserta pelatihan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Definisi For Trainer:

TRAINING FOR TRAINER

Pelatihan “Training for Trainer” adalah program yang dirancang khusus untuk melatih individu agar menjadi pelatih yang efektif. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai keterampilan dan strategi pengajaran yang diperlukan untuk menyampaikan materi pelatihan dengan cara yang menarik dan bermanfaat. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang dan menyampaikan pelatihan yang efektif, memahami prinsip-prinsip dasar pengajaran, mengelola kelas atau sesi pelatihan, serta membangun keterampilan komunikasi yang kuat. Pelatihan “Training for Trainer” memberikan peserta wawasan dan pengetahuan yang mendalam tentang pengajaran yang berdampak positif, dengan tujuan agar mereka dapat membantu peserta pelatihan mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan For Trainer ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang For Trainer baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan For Trainer ini adalah sebagai berikut:

  • Pengantar dan tujuan pelatihan: Menjelaskan tujuan dan manfaat dari pelatihan “Training for Trainer” serta memberikan gambaran tentang apa yang akan dipelajari selama pelatihan.
  • Prinsip-prinsip pengajaran: Memperkenalkan peserta pada prinsip-prinsip dasar pengajaran, termasuk desain pembelajaran yang efektif, pendekatan belajar yang aktif, dan metode evaluasi pembelajaran.
  • Identifikasi kebutuhan peserta pelatihan: Mempelajari teknik-teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan dan harapan peserta pelatihan, serta bagaimana merancang materi pelatihan yang sesuai.
  • Rancangan dan pengembangan materi pelatihan: Membahas langkah-langkah dalam merancang dan mengembangkan materi pelatihan yang terstruktur, termasuk menyusun tujuan pembelajaran, menyusun konten, dan memilih metode pengajaran yang tepat.
  • Teknik pengajaran yang efektif: Mengenalkan peserta pada berbagai teknik dan strategi pengajaran yang efektif, seperti ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan studi kasus.
  • Keterampilan komunikasi dan presentasi: Mempelajari keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam menyampaikan materi pelatihan dengan jelas dan efektif, termasuk penggunaan bahasa tubuh, pengaturan suara, dan pengelolaan interaksi dengan peserta.
  • Pengelolaan kelas dan partisipasi peserta: Membahas strategi untuk mengelola kelas atau sesi pelatihan, mengelola waktu dengan efektif, dan mendorong partisipasi aktif dari peserta.
  • Penggunaan teknologi dalam pengajaran: Menjelaskan penggunaan teknologi dan media pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan pengalaman belajar, seperti penggunaan presentasi multimedia, video, atau platform e-learning.
  • Evaluasi dan umpan balik: Mempelajari metode evaluasi pembelajaran, termasuk mengukur pemahaman peserta, mengevaluasi efektivitas pelatihan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta.
  • Pengembangan diri sebagai seorang trainer: Membahas strategi pengembangan diri sebagai seorang trainer yang berkelanjutan, termasuk mencari peluang pelatihan tambahan, berkolaborasi dengan sesama pelatih, dan memperbarui pengetahuan dan keterampilan pengajaran.
  • Materi dan outline pelatihan “Training for Trainer” dapat bervariasi tergantung pada penyelenggara dan kebutuhan peserta, namun poin-poin di atas mencakup beberapa topik penting yang umumnya disertakan dalam pelatihan tersebut.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING TERAPI RASIONAL EMOTIF (TRE) PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

Apakah Anda Seorang:

  • Korban KDRT: Perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dapat mengikuti pelatihan TRE untuk membantu mereka memahami dan mengelola emosi negatif, meningkatkan kepercayaan diri, mengubah pola pikir yang merugikan, dan mengembangkan strategi yang lebih sehat dalam menghadapi situasi yang sulit.
  • Terapis atau konselor: Para profesional yang bekerja dengan perempuan yang mengalami KDRT dapat mengikuti pelatihan TRE untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membantu klien mereka. Pelatihan ini dapat membantu terapis atau konselor memahami dinamika KDRT, mengidentifikasi pemikiran irasional yang mendasari kekerasan, dan membantu klien dalam proses pemulihan.
  • Staf pusat perlindungan perempuan: Staf yang bekerja di pusat perlindungan perempuan atau lembaga serupa dapat mengikuti pelatihan TRE untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang KDRT dan bagaimana mereka dapat memberikan dukungan yang efektif kepada perempuan yang mengalami KDRT. Pelatihan ini dapat membantu mereka menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung, serta mengembangkan program intervensi yang tepat.
  • Pengacara atau advokat: Pengacara atau advokat yang bekerja dengan kasus KDRT perempuan dapat mengikuti pelatihan TRE untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dampak psikologis dari KDRT dan membantu mereka memberikan dukungan hukum yang holistik kepada kliennya. Pelatihan ini juga dapat membantu mereka dalam melawan stigma dan stereotip yang seringkali terkait dengan KDRT.
  • Masyarakat umum: Masyarakat secara luas juga dapat mengikuti pelatihan TRE terkait KDRT untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang masalah ini, membantu mengurangi stigma, dan memberikan dukungan yang lebih efektif kepada perempuan yang mengalami KDRT. Pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dasar tentang cara mendeteksi dan melapor KDRT, serta mengenali tanda-tanda dan konsekuensi dari kekerasan tersebut.
  • Penting untuk dicatat bahwa ini hanyalah beberapa kelompok yang sebaiknya mengikuti pelatihan TRE terkait KDRT, namun dalam konteks yang lebih luas, banyak pihak lainnya yang juga dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini, seperti anggota keluarga, teman, dan masyarakat yang berperan dalam mendukung korban KDRT.

Fakta Mengenai Training Terapi Rasional Emotif (TRE) Pada Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT):

Training Terapi Rasional Emotif (TRE) pada perempuan yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah suatu program yang memberikan bimbingan dan pengajaran kepada perempuan yang menjadi korban KDRT untuk membantu mereka mengatasi dampak emosional dan psikologis yang diakibatkan oleh kekerasan tersebut. Dalam Training Terapi Rasional Emotif (TRE) pada perempuan yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perempuan akan mempelajari strategi dan keterampilan untuk mengenali dan mengubah pola pikir irasional yang mungkin terbentuk akibat pengalaman KDRT. Mereka juga diajarkan cara mengelola emosi negatif, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun pola pikir yang lebih sehat dan adaptif. Pelatihan TRE bertujuan untuk membantu perempuan yang mengalami KDRT dalam proses pemulihan, membangun ketahanan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam konteks Training Terapi Rasional Emotif (TRE) pada perempuan yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), TRE berfungsi sebagai alat yang membantu perempuan korban KDRT dalam menghadapi dan mengatasi tantangan psikologis yang mereka hadapi. Dalam pelatihan ini, perempuan diajarkan untuk mengenali dan memahami pemikiran-pemikiran irasional yang mungkin muncul setelah mengalami KDRT, seperti merasa bersalah atau tidak berharga. Mereka juga dilatih untuk mengubah pola pikir negatif tersebut menjadi pola pikir yang lebih rasional, sehingga dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Melalui pelatihan TRE, perempuan diberikan alat dan pengetahuan untuk menghadapi masa lalu yang sulit dan membentuk pandangan yang lebih positif tentang diri mereka sendiri, serta membangun strategi yang lebih efektif dalam mengatasi situasi yang sulit.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Membantu perempuan korban KDRT dalam mengenali dan mengatasi emosi negatif: Pelatihan TRE bertujuan untuk membantu perempuan mengenali emosi negatif yang muncul akibat pengalaman KDRT, seperti rasa takut, malu, atau marah, serta memberikan mereka strategi untuk mengatasi emosi tersebut secara sehat.
  • Mengubah pola pikir irasional menjadi pola pikir yang lebih sehat: Pelatihan ini bertujuan untuk membantu perempuan mengidentifikasi pola pikir irasional yang mungkin terbentuk setelah mengalami KDRT, dan memberikan mereka alat dan teknik untuk mengubah pola pikir tersebut menjadi pola pikir yang lebih rasional dan adaptif.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri: Salah satu tujuan pelatihan TRE adalah untuk membantu perempuan memperoleh kembali kepercayaan diri yang mungkin terpengaruh oleh KDRT. Mereka akan diberikan dukungan dan keterampilan untuk membangun harga diri yang lebih positif dan mengembangkan rasa percaya diri.
  • Mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional: Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan perempuan korban KDRT strategi yang efektif dalam mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Mereka akan belajar teknik-teknik relaksasi dan pemulihan yang dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan.
  • Membantu dalam proses pemulihan dan membentuk kehidupan yang lebih sehat: Pelatihan TRE pada perempuan yang mengalami KDRT bertujuan untuk membantu mereka dalam proses pemulihan dan membangun kehidupan yang lebih sehat secara fisik, emosional, dan mental. Mereka akan dibantu untuk mengembangkan strategi yang adaptif, membangun hubungan yang sehat, dan menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.

Definisi Terapi Rasional Emotif (TRE) Pada Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT):

TRAINING TERAPI RASIONAL EMOTIF (TRE) PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah suatu pendekatan terapeutik yang bertujuan membantu perempuan yang menjadi korban KDRT untuk mengatasi dampak emosional dan psikologis yang diakibatkan oleh kekerasan tersebut. Dalam TRE, perempuan korban KDRT diberikan bimbingan dan dukungan untuk mengenali dan mengubah pola pikir irasional yang mungkin muncul setelah mengalami KDRT, serta mengelola emosi negatif yang timbul akibat pengalaman tersebut. Pelatihan TRE juga memberikan perempuan strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengelola stres, dan membangun pola pikir yang lebih sehat dan adaptif. Tujuan utama dari TRE pada perempuan yang mengalami KDRT adalah membantu mereka dalam proses pemulihan, mengembangkan ketahanan mental, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dalam konteks KDRT, TERAPI RASIONAL EMOTIF (TRE) pada perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah pendekatan terapeutik yang bertujuan membantu perempuan korban KDRT untuk mengatasi dampak psikologis dan emosional yang dihasilkan dari kekerasan tersebut. Dalam TRE, perempuan akan diberikan pendampingan dan bimbingan untuk mengidentifikasi pola pikir yang irasional yang mungkin muncul akibat pengalaman KDRT, serta untuk menggantinya dengan pola pikir yang lebih rasional dan adaptif. Pelatihan TRE juga memberikan perempuan strategi untuk mengelola emosi negatif, meningkatkan harga diri, dan mengembangkan keterampilan dalam menghadapi situasi yang sulit. Melalui TRE, perempuan diharapkan dapat memulihkan diri secara psikologis dan emosional, serta membangun kehidupan yang lebih sehat dan berdaya.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Terapi Rasional Emotif (TRE) Pada Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Terapi Rasional Emotif (TRE) Pada Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini adalah sebagai berikut:

  • Pengenalan tentang KDRT: Penjelasan tentang definisi KDRT, jenis-jenis kekerasan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan emosional perempuan.
  • Pemahaman tentang Terapi Rasional Emotif (TRE): Pengenalan tentang konsep dasar TRE, prinsip-prinsipnya, dan bagaimana TRE dapat membantu perempuan dalam mengatasi dampak psikologis KDRT.
  • Identifikasi pemikiran irasional: Mengajarkan perempuan untuk mengenali dan memahami pemikiran-pemikiran irasional yang mungkin muncul setelah mengalami KDRT, seperti merasa bersalah atau tidak berharga.
  • Pengembangan pola pikir rasional: Memberikan strategi dan teknik untuk mengubah pola pikir irasional menjadi pola pikir yang lebih rasional dan adaptif dalam menghadapi pengalaman KDRT.
  • Pengelolaan emosi negatif: Pelatihan tentang bagaimana mengenali, menerima, dan mengelola emosi negatif yang timbul akibat KDRT, termasuk teknik relaksasi dan pemulihan.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri: Memberikan keterampilan untuk membangun kepercayaan diri yang terpengaruh oleh KDRT dan mengembangkan rasa harga diri yang lebih positif.
  • Strategi pengambilan keputusan yang sehat: Mengajarkan perempuan tentang cara mengambil keputusan yang lebih rasional dan sehat dalam situasi yang melibatkan KDRT.
  • Komunikasi yang efektif dan membangun batasan yang sehat: Pelatihan tentang keterampilan komunikasi yang efektif dalam menghadapi KDRT, serta pembelajaran tentang pentingnya membangun batasan yang sehat dalam hubungan.
  • Mengembangkan rencana keamanan: Membantu perempuan dalam merencanakan langkah-langkah keamanan yang praktis dan efektif untuk melindungi diri dari KDRT.
  • Pemulihan dan pembangunan kehidupan yang lebih baik: Memberikan dukungan dan sumber daya untuk proses pemulihan perempuan korban KDRT, termasuk membantu mereka membangun kehidupan yang lebih sehat, berdaya, dan mandiri setelah mengalami KDRT.
  • Penting untuk dicatat bahwa materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keparahan kasus KDRT yang dialami oleh perempuan tersebut.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN ‘ROADMAP TRAINING’

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer Sumber Daya Manusia (SDM): Pelatihan ini penting bagi manajer SDM karena mereka bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengelola pelatihan karyawan di perusahaan. Dengan mengikuti pelatihan ini, mereka akan dapat mengembangkan roadmap training yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pengembangan karyawan.
  • Pengembang Program Pelatihan: Para pengembang program pelatihan bertanggung jawab merancang dan menyusun program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pelatihan tentang teknik penyusunan roadmap training akan membantu mereka dalam merencanakan dengan tepat dan memastikan bahwa program pelatihan berjalan sesuai rencana.
  • Manajer Tim atau Pimpinan Departemen: Manajer tim atau pimpinan departemen perlu memahami bagaimana menyusun roadmap training untuk tim mereka agar dapat mencapai tujuan strategis perusahaan. Pelatihan ini akan membantu mereka mengidentifikasi kebutuhan pelatihan tim mereka dan menyusun rencana yang tepat untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan.
  • Konsultan Pelatihan: Konsultan pelatihan sering bekerja dengan perusahaan untuk merancang dan mengimplementasikan program pelatihan. Dengan menguasai teknik penyusunan roadmap training, konsultan pelatihan akan dapat memberikan rekomendasi yang lebih baik kepada klien mereka dan membantu mereka mencapai tujuan pelatihan yang diinginkan.
  • Staf HR atau Tim Pengembangan SDM: Staf HR atau tim pengembangan SDM bertanggung jawab untuk mengelola program pelatihan di perusahaan. Dengan mengikuti pelatihan ini, mereka akan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam merencanakan dan mengimplementasikan roadmap training yang efektif.
  • Namun, penting untuk dicatat bahwa semua orang yang terlibat dalam pengembangan dan implementasi program pelatihan dapat mendapatkan manfaat dari pelatihan ini, tidak hanya lima orang atau kelompok yang disebutkan di atas.

Fakta Mengenai Training Teknik Penyusunan 'Roadmap Training':

Training Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ merupakan suatu program pelatihan yang bertujuan untuk mengajarkan bagaimana menyusun dan merencanakan rencana pelatihan yang efektif. Dalam pelatihan ini, peserta akan diajarkan tentang langkah-langkah penting dalam merancang roadmap training yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Para peserta akan belajar bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, menetapkan tujuan yang jelas, memilih metode dan konten pelatihan yang tepat, serta membuat jadwal yang terstruktur. Training Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ juga akan membantu peserta dalam mengelola dan mengukur efektivitas program pelatihan yang telah disusun, sehingga dapat memastikan bahwa pelatihan yang diberikan memberikan dampak yang positif dan relevan bagi pengembangan karyawan dan pencapaian tujuan perusahaan.

Dalam Training Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’, peserta akan memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya merencanakan dan menyusun rencana pelatihan yang terstruktur dan terarah. Para peserta akan mempelajari bagaimana melakukan analisis kebutuhan pelatihan, mengidentifikasi kompetensi yang perlu dikembangkan, serta menentukan metode dan strategi pelatihan yang tepat. Mereka juga akan mempelajari tentang pengelolaan sumber daya yang efisien, seperti anggaran, tenaga kerja, dan fasilitas, untuk implementasi program pelatihan. Dengan pelatihan ini, peserta akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merancang roadmap training yang efektif, yang dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan karyawan, meningkatkan produktivitas, dan mencapai tujuan bisnis secara lebih baik.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam merencanakan dan menyusun rencana pelatihan yang efektif: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang langkah-langkah yang diperlukan dalam merancang roadmap training yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Peserta akan belajar bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, menetapkan tujuan yang jelas, dan memilih metode dan konten pelatihan yang tepat.
  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya pelatihan: Tujuan lain dari pelatihan ini adalah membantu peserta dalam mengelola sumber daya pelatihan dengan lebih efisien. Peserta akan belajar bagaimana mengalokasikan anggaran yang tepat, mengelola tenaga kerja yang terlibat dalam pelatihan, dan menggunakan fasilitas yang tersedia secara optimal.
  • Meningkatkan kualitas program pelatihan: Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam merancang program pelatihan yang berkualitas tinggi. Peserta akan mempelajari strategi dan metode yang efektif untuk memberikan pelatihan kepada karyawan, memilih konten yang relevan, serta mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai.
  • Memastikan relevansi dan kesesuaian program pelatihan: Salah satu tujuan pelatihan ini adalah membantu peserta dalam memastikan bahwa program pelatihan yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Peserta akan belajar bagaimana melakukan analisis kebutuhan pelatihan yang komprehensif dan mengintegrasikan program pelatihan dengan strategi bisnis perusahaan.
  • Meningkatkan evaluasi dan pemantauan program pelatihan: Pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu peserta dalam mengukur dan memantau efektivitas program pelatihan. Peserta akan mempelajari metode evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur dampak pelatihan terhadap kinerja karyawan dan mencapai tujuan perusahaan.

Definisi Teknik Penyusunan 'Roadmap Training':

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN ‘ROADMAP TRAINING’

Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ merujuk pada pendekatan atau metode dalam merencanakan dan menyusun rencana pelatihan yang terstruktur dan terarah. Dalam konteks ini, ‘Roadmap Training’ mengacu pada panduan yang menggambarkan langkah-langkah yang harus diambil dalam mengembangkan program pelatihan yang efektif. Teknik ini melibatkan analisis kebutuhan pelatihan, penentuan tujuan yang jelas, pemilihan metode dan konten pelatihan yang sesuai, serta penjadwalan yang terorganisir. Roadmap Training juga mencakup aspek pengelolaan sumber daya, evaluasi, dan pemantauan pelatihan guna memastikan keberhasilan implementasinya.

Dengan menggunakan Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’, perusahaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pelatihan karyawan mereka dan mengembangkan program pelatihan yang sesuai. Roadmap Training membantu dalam merencanakan langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk mengisi kesenjangan keterampilan dan pengetahuan yang ada dalam organisasi. Dengan mengikuti teknik ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya pelatihan, meningkatkan kualitas program pelatihan, memastikan relevansi program pelatihan dengan tujuan perusahaan, serta memantau dan mengevaluasi keberhasilan program pelatihan yang telah diimplementasikan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Teknik Penyusunan ‘Roadmap Training’ ini adalah sebagai berikut:

Pengenalan Roadmap Training:
a. Definisi dan pentingnya roadmap training.
b. Manfaat dan tujuan dari penyusunan roadmap training.

Analisis Kebutuhan Pelatihan:
a. Metode untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan.
b. Pengumpulan dan analisis data kebutuhan pelatihan.
c. Mengidentifikasi gap kompetensi dan kebutuhan pengembangan karyawan.

Penetapan Tujuan Pelatihan:
a. Menetapkan tujuan yang jelas dan terukur.
b. Menghubungkan tujuan pelatihan dengan strategi bisnis perusahaan.

Pemilihan Metode dan Konten Pelatihan:
a. Menentukan metode pelatihan yang sesuai dengan tujuan dan target peserta.
b. Memilih konten pelatihan yang relevan dan efektif.

Perencanaan Rencana Pelatihan:
a. Membuat rencana pelatihan yang terstruktur dan terarah.
b. Menetapkan prioritas dan jadwal pelaksanaan pelatihan.

Pengelolaan Sumber Daya Pelatihan:
a. Mengalokasikan anggaran dan sumber daya pelatihan dengan efisien.
b. Manajemen tenaga kerja dan fasilitas pelatihan.

Implementasi Program Pelatihan:
a. Mengorganisir dan melaksanakan program pelatihan.
b. Memastikan partisipasi dan keterlibatan peserta.

Evaluasi Efektivitas Pelatihan:
a. Metode evaluasi untuk mengukur dampak pelatihan.
b. Analisis hasil evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Pemantauan dan Pengawasan Pelatihan:
a. Memantau pelaksanaan program pelatihan.
b. Melakukan tindakan korektif dan pengawasan berkala.

Perencanaan Roadmap Pelatihan Berkelanjutan:
a. Merencanakan roadmap pelatihan jangka panjang.
b. Pengembangan strategi untuk pengembangan karyawan secara berkelanjutan.

Materi-materi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pelatihan yang spesifik.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23