Search for:
PELATIHAN STRUKTUR DAN SKALA UPAH
TRAINING STRUKTUR SKALA UPAH : BASED ON PERMENAKERTRANS NO 1 TAHUN 2017

Apakah Anda Seorang:

  • Pengusaha atau perusahaan
    Pengusaha atau perusahaan harus mengikuti pelatihan struktur skala upah untuk memahami kebijakan penetapan dan struktur skala upah yang berlaku. Hal ini penting agar mereka dapat melaksanakan penyesuaian upah karyawan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
  • Karyawan atau pekerja
    Karyawan atau pekerja juga perlu mengikuti pelatihan struktur skala upah untuk memahami hak-hak mereka terkait dengan upah dan mendapatkan pemahaman yang jelas tentang mekanisme penetapan dan penyesuaian upah.

  • Serikat pekerja atau serikat buruh
    Serikat pekerja atau serikat buruh memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja terkait dengan upah. Oleh karena itu, mereka juga harus mengikuti pelatihan struktur skala upah untuk memahami aturan dan prosedur yang berlaku dalam penetapan upah.

  • Dinas Ketenagakerjaan
    Dinas Ketenagakerjaan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengawasi dan mengatur implementasi kebijakan upah. Pelatihan struktur skala upah akan membantu mereka memahami aspek teknis dan prosedural terkait dengan penetapan upah.

  • Perguruan tinggi atau lembaga pendidikan
    Perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program studi terkait ketenagakerjaan juga perlu mengikuti pelatihan struktur skala upah. Hal ini akan memastikan bahwa kurikulum mereka selaras dengan kebijakan pemerintah terkait penetapan upah dan mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.

  • Penting untuk dicatat bahwa daftar ini tidak mengikat dan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan nasional dan peraturan yang berlaku di masing-masing negara. Oleh karena itu, penting untuk merujuk pada peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di negara Anda untuk informasi yang lebih spesifik.

Fakta Mengenai Training Struktur Skala Upah: Based On Permenakertrans No 1 Tahun 2017:

Training Struktur Skala Upah: Based on Permennakertrans No. 1 Tahun 2017 adalah program pembelajaran yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada pengusaha, karyawan, serikat pekerja, Dinas Ketenagakerjaan, dan lembaga pendidikan terkait kebijakan penetapan dan struktur skala upah yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Permennakertrans) No. 1 Tahun 2017. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta memahami aturan dan prosedur yang terkait dengan penetapan upah, termasuk mekanisme penyesuaian upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman yang jelas mengenai hak-hak mereka terkait upah, serta bagaimana mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan benar dalam lingkungan kerja mereka.

Selama pelatihan, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai aspek teknis dan prosedural terkait dengan struktur skala upah. Mereka akan mempelajari bagaimana melakukan penyesuaian upah yang adil dan sesuai dengan parameter yang ditetapkan dalam Permennakertrans No. 1 Tahun 2017. Peserta juga akan memahami pentingnya kepatuhan terhadap peraturan tersebut, sehingga mereka dapat menerapkannya dengan benar dalam hubungan kerja antara pengusaha dan karyawan. Pelatihan ini akan memberikan landasan yang kuat bagi peserta untuk memahami, menerapkan, dan menjalankan kebijakan penetapan upah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga menciptakan hubungan kerja yang adil dan seimbang antara pengusaha dan karyawan.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memastikan pemahaman yang baik tentang kebijakan penetapan dan struktur skala upah yang diatur dalam Permennakertrans No. 1 Tahun 2017.
  • Menyediakan pemahaman yang jelas tentang mekanisme penyesuaian upah yang adil dan sesuai dengan parameter yang ditetapkan dalam peraturan tersebut.
  • Mempersiapkan peserta untuk memahami hak-hak mereka terkait upah dan bagaimana mengimplementasikan kebijakan tersebut dalam lingkungan kerja.
  • Mengajarkan peserta mengenai aturan dan prosedur terkait dengan struktur skala upah, serta pentingnya kepatuhan terhadap peraturan tersebut.
  • Membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan kebijakan penetapan upah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan menciptakan hubungan kerja yang adil dan seimbang antara pengusaha dan karyawan.

Definisi Struktur Skala Upah: Based On Permenakertrans No 1 Tahun 2017:

PELATIHAN STRUKTUR DAN SKALA UPAH

Struktur Skala Upah yang didasarkan pada Permennakertrans No. 1 Tahun 2017 mengacu pada sistem yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk menentukan tingkat upah yang berlaku di suatu perusahaan atau industri. Definisi ini mengacu pada peraturan yang mengatur kebijakan penetapan upah yang berlaku di Indonesia. Struktur skala upah ini mengatur bagaimana tingkat upah ditentukan berdasarkan faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, dan tanggung jawab pekerja. Permennakertrans No. 1 Tahun 2017 juga memberikan pedoman mengenai mekanisme penyesuaian upah dan prosedur pelaksanaan yang harus diikuti oleh pengusaha dan karyawan.

Dalam konteks ini, struktur skala upah merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk menentukan tingkat upah yang adil dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa pengusaha memberikan kompensasi yang sesuai kepada karyawan berdasarkan faktor-faktor yang relevan, seperti kualifikasi dan pengalaman kerja. Dengan menerapkan struktur skala upah ini, diharapkan tercipta hubungan kerja yang adil dan seimbang antara pengusaha dan karyawan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja. Definisi dan implementasi struktur skala upah ini menjadi penting dalam menjaga keadilan dan keberlanjutan hubungan kerja di Indonesia.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Struktur Skala Upah: Based On Permenakertrans No 1 Tahun 2017 ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Struktur Skala Upah: Based On Permenakertrans No 1 Tahun 2017 ini adalah sebagai berikut:

  • Pengantar: Penjelasan tentang tujuan, pentingnya struktur skala upah, dan peraturan yang mengatur kebijakan penetapan upah.
  • Dasar Hukum dan Regulasi: Rangkuman mengenai peraturan-peraturan yang berkaitan dengan struktur skala upah, terutama Permennakertrans No. 1 Tahun 2017.
  • Prinsip-prinsip Penetapan Upah: Pemahaman tentang prinsip-prinsip yang digunakan dalam menentukan tingkat upah, seperti kualifikasi, pengalaman kerja, dan tanggung jawab pekerja.
  • Komponen dalam Struktur Skala Upah: Penjelasan tentang komponen-komponen yang ada dalam struktur skala upah, termasuk tunjangan, bonus, dan fasilitas lainnya.
  • Prosedur Penetapan Upah: Langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses penetapan upah, termasuk pengumpulan data, evaluasi, dan negosiasi antara pengusaha dan serikat pekerja.
  • Mekanisme Penyesuaian Upah: Penjelasan tentang bagaimana melakukan penyesuaian upah berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam peraturan, seperti inflasi atau peningkatan produktivitas.
  • Hak dan Kewajiban Pengusaha: Penekanan pada hak dan kewajiban pengusaha dalam menjalankan struktur skala upah, termasuk kewajiban untuk memberikan informasi yang jelas kepada karyawan.
  • Hak dan Kewajiban Karyawan: Penjelasan tentang hak-hak karyawan terkait dengan upah dan tanggung jawab mereka dalam mengikuti kebijakan penetapan upah.
  • Peran Serikat Pekerja: Diskusi mengenai peran serikat pekerja dalam mewakili kepentingan karyawan terkait upah dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam proses penetapan upah.
  • Studi Kasus dan Latihan: Penerapan praktis dari konsep-konsep yang dipelajari melalui studi kasus dan latihan, sehingga peserta dapat memahami dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam situasi nyata.
  • Perlu dicatat bahwa materi atau outline ini dapat bervariasi tergantung pada penyelenggara pelatihan dan kebutuhan peserta.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM TEKNIK PERHITUNGAN SPT PPh 21 dengan PTKP Sesuai PMK NO 122/PMK.010/2015

Apakah Anda Seorang:

  • Praktisi Pegawai atau staf keuangan perusahaan yang bertanggung jawab dalam perhitungan dan pelaporan PPh 21 (Pajak Penghasilan Pasal 21).
  • Tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) atau personel yang terlibat dalam penggajian dan administrasi karyawan.
  • Manajer atau pengelola perusahaan yang perlu memahami dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).
  • Konsultan pajak atau akuntan yang memberikan layanan perpajakan kepada perusahaan dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang perhitungan SPT PPh 21.
  • Individu atau pemilik usaha yang ingin memahami secara detail mengenai peraturan perpajakan terkait penghasilan karyawan dan perhitungan PPh 21.
  • Pelatihan ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep PPh 21, perhitungan yang benar berdasarkan PTKP sesuai dengan PMK No. 122/PMK.010/2015, serta pentingnya pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hubungan industrial dan administrasi kepegawaian.

Fakta Mengenai Training Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015:

Pelatihan Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP Sesuai PMK No. 122/PMK.010/2015 adalah suatu program pelatihan yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang keterkaitan antara hubungan industrial dalam konteks perpajakan, khususnya terkait perhitungan SPT (Surat Pemberitahuan) PPh 21 dan PTKP. PMK No. 122/PMK.010/2015 merupakan peraturan yang mengatur mengenai penghasilan yang tidak dikenai pajak (PTKP) dalam penghitungan PPh 21.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait konsep dan mekanisme perhitungan PPh 21 berdasarkan PTKP yang diatur dalam PMK No. 122/PMK.010/2015. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari aspek-aspek terkait penggajian, pemotongan pajak, dan pelaporan SPT PPh 21 secara benar dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu memahami secara mendalam mengenai peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP, sehingga mampu mengelola penggajian karyawan dengan lebih efektif dan efisien. Pelatihan ini juga akan membantu peserta dalam meminimalkan risiko pelanggaran perpajakan serta meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memperoleh pemahaman yang mendalam tentang konsep dan mekanisme perhitungan SPT PPh 21 berdasarkan PTKP yang diatur dalam PMK No. 122/PMK.010/2015.
  • Mengembangkan keterampilan dalam mengelola penggajian karyawan secara tepat dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
  • Meningkatkan pemahaman tentang tanggung jawab perusahaan dalam mengelola administrasi kepegawaian terkait perpajakan.
  • Meminimalkan risiko pelanggaran perpajakan yang dapat berdampak pada sanksi dan kerugian finansial bagi perusahaan.
  • Meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP untuk menjaga reputasi dan integritas perusahaan dalam hubungan industrial.

Definisi Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015:

TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM TEKNIK PERHITUNGAN SPT PPh 21

Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP sesuai PMK No. 122/PMK.010/2015 adalah istilah yang mengacu pada keterkaitan antara aspek hubungan industrial dan perhitungan pajak penghasilan pasal 21 (PPh 21) berdasarkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No. 122/PMK.010/2015. Konsep ini menggabungkan pemahaman tentang aturan perpajakan terkait penghasilan karyawan dengan prinsip-prinsip hubungan industrial dalam konteks perusahaan.

Dalam konteks pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman mendalam tentang mekanisme perhitungan PPh 21 dan pentingnya memperhatikan PTKP sesuai dengan ketentuan PMK No. 122/PMK.010/2015. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola penggajian karyawan dengan benar dan sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Dengan memahami hubungan industrial dan teknik perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP, peserta akan dapat menjaga kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan, meminimalkan risiko pelanggaran, dan meningkatkan efisiensi administrasi kepegawaian dalam konteks perpajakan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015 ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Hubungan Industrial Dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 Dengan PTKP Sesuai PMK No 122/PMK.010/2015 ini adalah sebagai berikut:

  • Pengenalan tentang Peraturan Perpajakan: Menjelaskan peraturan perpajakan terkait PPh 21 dan PTKP, termasuk PMK No. 122/PMK.010/2015 sebagai acuan utama.
  • Konsep Hubungan Industrial: Membahas prinsip-prinsip hubungan industrial dan pentingnya memahami aspek perpajakan dalam konteks kegiatan perusahaan.
  • Penggajian dan Pemotongan PPh 21: Menjelaskan proses penggajian karyawan dan pemotongan PPh 21 secara tepat sesuai ketentuan peraturan perpajakan.
  • PTKP dan Kategorisasi Karyawan: Mengidentifikasi jenis-jenis PTKP yang berlaku dan cara mengkategorikan karyawan berdasarkan status dan kondisi mereka.
  • Perhitungan PPh 21: Membahas langkah-langkah perhitungan PPh 21 berdasarkan PTKP yang relevan dengan menggunakan contoh kasus dan simulasi.
  • Penggunaan Aplikasi Perpajakan: Memperkenalkan alat dan aplikasi yang berguna dalam perhitungan dan pelaporan PPh 21 serta pemenuhan kewajiban perpajakan.
  • Penyusunan SPT PPh 21: Mengajarkan cara menyusun Surat Pemberitahuan (SPT) PPh 21 dengan benar, mencakup pengisian data, batas waktu, dan pengiriman kepada otoritas pajak.
  • Pelaporan dan Kepatuhan Perpajakan: Menjelaskan pentingnya melaporkan dan mematuhi ketentuan perpajakan terkait PPh 21 serta konsekuensi dari pelanggaran peraturan perpajakan.
  • Pengelolaan Administrasi Kepegawaian: Menyampaikan strategi dan praktik terbaik dalam mengelola administrasi kepegawaian yang memenuhi persyaratan perpajakan.
  • Studi Kasus dan Diskusi: Melakukan analisis studi kasus nyata dan diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman dan menerapkan konsep-konsep yang telah dipelajari.
  • Catatan: Outline ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat detail yang diinginkan dalam pelatihan Hubungan Industrial dalam Teknik Perhitungan SPT PPh 21 dengan PTKP.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN PKWT, PP & PKB

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer SDM (Sumber Daya Manusia): Pelatihan ini penting bagi manajer SDM yang bertanggung jawab dalam menyusun perjanjian kerja, mengembangkan peraturan perusahaan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan.
  • Tim HR (Sumber Daya Manusia): Tim HR, terutama yang terlibat dalam proses perekrutan, kontrak kerja, dan manajemen karyawan, akan mendapatkan manfaat dari pelatihan ini untuk memahami aspek teknis dan hukum yang terkait dengan penyusunan PKWT, PP, dan PKB.
  • Pengusaha dan Pemilik Usaha: Bagi pengusaha dan pemilik usaha, memahami teknik penyusunan PKWT, PP, dan PKB akan membantu mereka dalam mengelola hubungan kerja dengan karyawan, mematuhi peraturan ketenagakerjaan, serta menghindari konflik dan masalah hukum.
  • Konsultan Hukum atau Konsultan HR: Konsultan hukum yang berfokus pada hukum ketenagakerjaan atau konsultan HR yang memberikan layanan konsultasi terkait manajemen karyawan dapat mengambil manfaat dari pelatihan ini untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam penyusunan PKWT, PP, dan PKB.
  • Staf Kepegawaian dan Administrasi: Bagi staf kepegawaian dan administrasi yang terlibat dalam pemrosesan kontrak kerja, administrasi perusahaan, dan manajemen dokumen karyawan, pelatihan ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang prosedur dan persyaratan dalam penyusunan PKWT, PP, dan PKB.
  • Namun, perlu diperhatikan bahwa ini hanya beberapa contoh dan berbagai individu atau kelompok lainnya juga dapat diuntungkan dengan mengikuti pelatihan ini tergantung pada peran dan tanggung jawab mereka di dalam organisasi.

Fakta Mengenai Training Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB :

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN PKWT PP & PKB adalah program yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang cara menyusun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), peraturan perusahaan (PP), dan peraturan ketenagakerjaan (PKB). Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengelola hubungan kerja dengan karyawan, memastikan kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan, dan menghindari masalah hukum yang mungkin timbul. Training Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB ditujukan bagi manajer SDM, tim HR, pengusaha, pemilik usaha, konsultan hukum atau HR, serta staf kepegawaian dan administrasi.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang prosedur dan persyaratan dalam penyusunan PKWT, PP, dan PKB. Mereka akan belajar tentang aspek teknis dan hukum yang terkait dengan perjanjian kerja, termasuk batasan waktu, ketentuan upah, dan hak serta kewajiban karyawan dan pengusaha. Selain itu, peserta juga akan diberikan wawasan tentang penyusunan peraturan perusahaan yang jelas dan komprehensif untuk mengatur disiplin kerja, jaminan sosial, dan hak-hak karyawan. Dengan mempelajari PKB, peserta akan memahami regulasi ketenagakerjaan yang berlaku dan bagaimana mengimplementasikan kebijakan yang sesuai dengan peraturan tersebut. Pelatihan ini akan membantu peserta menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam mengelola aspek hukum ketenagakerjaan di tempat kerja mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memperoleh pemahaman yang mendalam tentang penyusunan PKWT, PP, dan PKB: Peserta akan memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk menyusun dengan benar perjanjian kerja waktu tertentu, peraturan perusahaan, dan peraturan ketenagakerjaan.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan: Tujuan pelatihan ini adalah membantu peserta agar dapat memahami persyaratan hukum yang berlaku dalam hal ketenagakerjaan dan menerapkannya secara tepat di tempat kerja untuk memastikan kepatuhan yang optimal.
  • Mengoptimalkan hubungan kerja dengan karyawan: Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan peserta keterampilan dan wawasan yang diperlukan untuk mengelola hubungan kerja dengan karyawan secara efektif, termasuk dalam penyusunan perjanjian kerja yang adil dan jelas.
  • Menghindari konflik dan masalah hukum: Dengan mempelajari teknik penyusunan PKWT, PP, dan PKB, peserta akan dilengkapi dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menghindari potensi konflik dan masalah hukum yang mungkin timbul dalam konteks ketenagakerjaan.
  • Meningkatkan kinerja SDM dan manajemen kepegawaian: Pelatihan ini akan membantu peserta dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia dan manajemen kepegawaian di organisasi mereka dengan memastikan bahwa perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan peraturan ketenagakerjaan telah disusun dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan hukum yang berlaku.

Definisi Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB:

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN PKWT PP & PKB

TRAINING TEKNIK PENYUSUNAN PKWT PP & PKB merujuk pada metode atau pendekatan dalam menyusun dengan tepat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), peraturan perusahaan (PP), dan peraturan ketenagakerjaan (PKB). Dalam konteks ini, PKWT adalah perjanjian kerja yang ditetapkan untuk jangka waktu tertentu, sementara PP adalah aturan yang digunakan oleh perusahaan untuk mengatur hubungan kerja di dalam organisasi, dan PKB adalah serangkaian peraturan yang mengatur hak dan kewajiban karyawan serta perlindungan hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Teknik penyusunan PKWT, PP, dan PKB melibatkan pemahaman terhadap aspek hukum, ketentuan perundang-undangan, dan kebutuhan organisasi dalam menyusun dokumen-dokumen tersebut. Hal ini meliputi penentuan batasan waktu dan ketentuan upah dalam PKWT, penyusunan aturan yang jelas dalam PP untuk mengatur disiplin kerja dan hak-hak karyawan, serta pemahaman tentang PKB untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dengan menerapkan teknik yang benar dalam penyusunan PKWT, PP, dan PKB, organisasi dapat menghindari masalah hukum, menjaga hubungan kerja yang harmonis, dan memenuhi persyaratan hukum ketenagakerjaan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Teknik Penyusunan PKWT, PP & PKB ini adalah sebagai berikut:

Pengenalan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT):

  • Definisi dan karakteristik PKWT.
  • Batasan waktu dan ketentuan yang berlaku dalam PKWT.
  • Hak dan kewajiban karyawan dan pengusaha dalam PKWT.

Aspek Hukum dalam Penyusunan PKWT:

  • Persyaratan hukum yang harus dipenuhi dalam PKWT.
  • Konsekuensi hukum yang mungkin timbul akibat pelanggaran PKWT.
  • Penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan PKWT.

Pengenalan Peraturan Perusahaan (PP):

  • Pentingnya PP sebagai pedoman internal perusahaan.
  • Isi dan ruang lingkup PP yang mencakup disiplin kerja, jaminan sosial, dan hak karyawan.
  • Penyusunan PP yang jelas dan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan.

Proses Penyusunan Peraturan Perusahaan:

  • Tahapan dan langkah-langkah dalam menyusun PP.
  • Melibatkan pihak-pihak terkait dan memperoleh persetujuan internal.
  • Penerapan dan pembaruan PP di tempat kerja.

Konsep dan Implementasi Peraturan Ketenagakerjaan (PKB):

  • Pemahaman tentang PKB yang berlaku di negara tersebut.
  • Hak-hak dan perlindungan hukum bagi karyawan dalam PKB.
  • Tanggung jawab pengusaha dalam mematuhi PKB.

Penyusunan Dokumen PKWT yang Efektif:

  • Penyusunan isi dan ketentuan PKWT yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  • Memperhatikan aspek hukum dan keadilan dalam PKWT.
  • Praktik terbaik dalam penandatanganan dan administrasi PKWT.

Strategi Menghindari Konflik dan Masalah Hukum:

  • Identifikasi potensi konflik dan masalah hukum dalam penyusunan PKWT, PP, dan PKB.
  • Pencegahan konflik melalui komunikasi efektif dan pengelolaan hubungan kerja yang baik.
  • Penyelesaian sengketa secara aman dan hukum jika konflik terjadi.

Peran Manajemen SDM dalam Penyusunan PKWT, PP, dan PKB:

  • Peran manajemen SDM dalam memastikan kepatuhan dan implementasi yang tepat dari PKWT, PP, dan PKB.
  • Membangun kesadaran dan kompetensi tim HR dalam penyusunan dokumen ketenagakerjaan.
  • Kolaborasi dengan tim hukum atau konsultan untuk memastikan kepatuhan hukum.

Studi Kasus dan Diskusi:

  • Analisis kasus nyata terkait penyusunan PKWT, PP, dan PKB.
  • Diskusi kelompok untuk memecahkan masalah dan mengaplikasikan konsep yang dipelajari.
  • Pertukaran pengalaman dan pembelajaran dari praktik terbaik.

Evaluasi dan Tindak Lanjut:

  • Evaluasi pemahaman peserta dan penilaian hasil pelatihan.
  • Rencana tindak lanjut untuk memastikan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
  • Sumber daya dan referensi tambahan untuk dukungan setelah pelatihan selesai.

Materi-materi ini memberikan rangkaian pembelajaran yang komprehensif tentang teknik penyusunan PKWT, PP, dan PKB, dengan memperhatikan aspek hukum, prosedur, dan praktik terbaik dalam pengelolaan ketenagakerjaan.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN & PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (PPHI)

Apakah Anda Seorang:

  • Para profesional sumber daya manusia (SDM) dan manajer personalia yang bertanggung jawab atas kebijakan ketenagakerjaan dan hubungan industrial di perusahaan.
  • Pengusaha atau pemilik perusahaan yang ingin memahami secara mendalam peraturan ketenagakerjaan dan cara penyelesaian perselisihan dengan pekerja.
  • Karyawan di departemen hukum atau kepegawaian yang bertugas menangani masalah ketenagakerjaan dan perselisihan hubungan industrial di perusahaan.
  • Anggota serikat pekerja atau organisasi buruh yang ingin meningkatkan pemahaman mereka tentang hukum ketenagakerjaan dan cara menyelesaikan perselisihan dengan pengusaha.
  • Mahasiswa atau lulusan program hukum yang tertarik pada bidang hukum ketenagakerjaan dan ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  • Namun, perlu dicatat bahwa siapa pun yang memiliki minat atau kebutuhan untuk memahami hukum ketenagakerjaan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dapat mengikuti pelatihan ini, terlepas dari latar belakang mereka.

Fakta Mengenai Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI):

Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) adalah suatu program pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan serta metode penyelesaian perselisihan yang terjadi di lingkungan hubungan industrial. Dalam pelatihan ini, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai peraturan dan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan, seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan, peraturan perburuhan, dan perjanjian kerja bersama. Mereka juga akan mempelajari strategi dan prosedur penyelesaian perselisihan, baik melalui jalur mediasi, arbitrase, maupun melalui upaya perdamaian di pengadilan.

Selain itu, Training Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) juga menekankan pentingnya memahami hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha dalam konteks hubungan industrial. Peserta akan belajar tentang hak-hak pekerja, seperti upah, cuti, dan jaminan sosial, serta tanggung jawab pengusaha dalam memberikan perlindungan dan lingkungan kerja yang aman. Selain itu, mereka juga akan dipersiapkan untuk menghadapi dan menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul dalam hubungan industrial, seperti pemutusan hubungan kerja, gugatan ke pengadilan, atau negosiasi kesepakatan. Dengan mengikuti pelatihan PPHI, peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi hukum yang diperlukan untuk mengelola dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dengan cara yang adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memberikan pemahaman mendalam tentang peraturan-peraturan hukum yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial.
  • Mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam penyelesaian perselisihan yang timbul di lingkungan hubungan industrial.
  • Memperkuat pemahaman tentang hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha dalam hubungan industrial.
  • Menyediakan strategi dan prosedur untuk menyelesaikan perselisihan secara efektif dan adil, melalui mediasi, arbitrase, atau upaya perdamaian di pengadilan.
  • Meningkatkan kompetensi hukum peserta dalam mengelola dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dengan mematuhi peraturan yang berlaku.

Definisi Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI):

TRAINING HUKUM KETENAGAKERJAAN (PPHI)

Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) adalah istilah yang merujuk pada bidang hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha, serta proses penyelesaian perselisihan yang mungkin timbul di dalamnya. Dalam konteks ini, Hukum Ketenagakerjaan mencakup peraturan dan perundang-undangan yang mengatur aspek ketenagakerjaan, seperti hak dan kewajiban pekerja, upah, cuti, jaminan sosial, serta perlindungan dan lingkungan kerja yang aman. Sementara itu, Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mencakup metode dan prosedur untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara pekerja dan pengusaha, baik melalui mediasi, arbitrase, maupun melalui proses litigasi di pengadilan. Pelatihan PPHI bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang hukum ketenagakerjaan dan memberikan keterampilan dalam penyelesaian perselisihan yang adil dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan tujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang nya baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Hukum Ketenagakerjaan & Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) ini adalah sebagai berikut:

  • Pengantar Hukum Ketenagakerjaan: Menjelaskan konsep dasar hukum ketenagakerjaan, sumber hukum, dan prinsip-prinsip yang mengatur hubungan antara pekerja dan pengusaha.
  • Regulasi Ketenagakerjaan: Membahas undang-undang, peraturan perburuhan, dan perjanjian kerja bersama yang relevan dalam konteks ketenagakerjaan.
  • Hak dan Kewajiban Pekerja: Menyajikan hak-hak pekerja, termasuk upah, cuti, jaminan sosial, serta tanggung jawab pekerja terhadap perusahaan dan lingkungan kerja.
  • Hak dan Kewajiban Pengusaha: Mengulas kewajiban pengusaha dalam memberikan perlindungan, menciptakan lingkungan kerja yang aman, dan mematuhi peraturan ketenagakerjaan.
  • Penyelesaian Perselisihan: Mempelajari berbagai metode penyelesaian perselisihan seperti mediasi, arbitrase, dan proses litigasi di pengadilan.
  • Mediasi Hubungan Industrial: Mengajarkan teknik dan prinsip-prinsip mediasi untuk mencapai kesepakatan dalam perselisihan hubungan industrial.
  • Arbitrase Hubungan Industrial: Memperkenalkan proses arbitrase sebagai alternatif penyelesaian perselisihan dan membahas aturan dan prosedur yang terlibat.
  • Penyelesaian Perselisihan melalui Pengadilan: Menjelaskan tata cara penyelesaian perselisihan melalui jalur litigasi di pengadilan dan memahami proses hukum yang terlibat.
  • Etika Profesional dalam PPHI: Membahas etika dan standar profesional dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  • Studi Kasus dan Latihan: Menggunakan studi kasus nyata dan latihan peran untuk mengasah kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan PPHI dalam skenario praktis.
  • Materi-materi ini membentuk dasar untuk memahami dan menguasai aspek-aspek penting hukum ketenagakerjaan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam pelatihan PPHI.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Apakah Anda Seorang:

  • Karyawan atau staf keuangan: Karyawan yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama yang bertanggung jawab untuk pemilihan vendor, negosiasi kontrak, dan pembayaran, perlu memahami aspek perpajakan terkait dengan proses tersebut.
  • Pengadaan dan manajer kontrak: Manajer pengadaan dan manajer kontrak bertanggung jawab untuk menjalankan dan mengawasi proses pengadaan barang dan jasa. Mereka perlu memahami implikasi perpajakan dalam kontrak dan mengelola risiko perpajakan yang terkait.
  • Akuntan: Akuntan dalam organisasi, khususnya yang terlibat dalam akuntansi pajak, perlu memiliki pemahaman yang baik tentang perpajakan pengadaan barang dan jasa. Mereka dapat membantu dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
  • Pemilik usaha atau pengusaha: Pemilik usaha atau pengusaha harus memiliki pengetahuan tentang aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa. Ini akan membantu mereka membuat keputusan yang tepat dalam mengelola pajak dan memastikan kepatuhan terhadap aturan perpajakan yang berlaku.
  • Konsultan perpajakan: Konsultan perpajakan yang bekerja dengan perusahaan atau individu untuk memberikan nasihat perpajakan juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa. Ini akan memungkinkan mereka memberikan nasihat yang komprehensif dan membantu klien mereka mengelola pajak secara efisien.
  • Penting untuk dicatat bahwa persyaratan pelatihan dapat bervariasi tergantung pada peran dan tanggung jawab individu dalam organisasi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penilaian individu dan organisasional yang cermat untuk menentukan siapa yang harus mengikuti pelatihan yang tepat.

Fakta Mengenai Training Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa:

Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa adalah suatu program pendidikan atau pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peraturan perpajakan yang berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Pelatihan ini mencakup penjelasan mengenai kewajiban perpajakan yang berlaku, pengaturan pajak yang terkait dengan pembelian atau pengadaan barang dan jasa, serta cara mengelola pajak yang efektif dalam konteks pengadaan. Dalam Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa, peserta akan mempelajari berbagai aspek perpajakan, seperti pengenalan pajak penjualan dan layanan, pengenaan pajak pada transaksi pengadaan, perbedaan tarif pajak antara barang dan jasa, serta prosedur administrasi dan pelaporan yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

Tujuan dari Training mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai peraturan perpajakan yang relevan dalam konteks pengadaan barang dan jasa. Dengan memahami aspek perpajakan ini, peserta akan mampu menjalankan proses pengadaan secara efisien sambil memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Pelatihan ini juga memberikan pengetahuan tentang strategi pengelolaan pajak yang tepat dalam konteks pengadaan, sehingga organisasi dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko perpajakan. Dengan demikian, pelatihan aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa merupakan investasi yang penting bagi individu dan organisasi yang ingin meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan dalam proses pengadaan mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Memahami kewajiban perpajakan: Peserta pelatihan akan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kewajiban perpajakan yang berlaku dalam proses pengadaan barang dan jasa. Mereka akan mempelajari aturan-aturan perpajakan terkait dan tanggung jawab yang harus dipatuhi dalam hal pembelian atau pengadaan.
  • Mengelola risiko perpajakan: Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang risiko perpajakan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Mereka akan belajar mengidentifikasi risiko-risiko ini dan mengimplementasikan strategi yang tepat untuk meminimalkan dampaknya.
  • Menerapkan kepatuhan perpajakan: Tujuan lainnya adalah untuk membantu peserta melaksanakan kepatuhan perpajakan dengan benar dalam konteks pengadaan. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman tentang prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan tepat.
  • Mengoptimalkan pengelolaan pajak: Peserta akan diajarkan tentang strategi pengelolaan pajak yang efektif dalam pengadaan barang dan jasa. Mereka akan mempelajari cara memanfaatkan insentif perpajakan yang ada dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk meminimalkan beban pajak yang tidak perlu.
  • Meningkatkan efisiensi pengadaan: Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membantu peserta meningkatkan efisiensi pengadaan barang dan jasa melalui pemahaman yang lebih baik tentang aspek perpajakan. Dengan pengetahuan ini, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam proses pengadaan, menghindari masalah perpajakan, dan mengurangi biaya terkait pajak.

Definisi Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa:

TRAINING ASPEK PERPAJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa merujuk pada segala hal yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan yang terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Ini mencakup pemahaman tentang peraturan dan kebijakan perpajakan yang relevan yang berlaku untuk transaksi pembelian atau pengadaan barang dan jasa. Aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa juga melibatkan pengetahuan tentang pengenaan pajak, perbedaan tarif pajak antara barang dan jasa, serta prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti untuk mematuhi kewajiban perpajakan.

Dengan memahami aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa, organisasi dan individu dapat memastikan kepatuhan terhadap aturan perpajakan yang berlaku saat melakukan pengadaan. Hal ini membantu menghindari masalah perpajakan, mengoptimalkan pengelolaan pajak, dan mengurangi risiko perpajakan yang mungkin timbul dalam proses pengadaan. Pemahaman yang baik tentang aspek perpajakan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, pengelolaan pajak yang efisien, dan kepatuhan yang tepat terhadap peraturan perpajakan dalam konteks pengadaan barang dan jasa.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Aspek Perpajakan Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah sebagai berikut:

Pendahuluan

  • Pengenalan tentang pentingnya pemahaman aspek perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Tujuan dan manfaat pelatihan.

Dasar-dasar Perpajakan

  • Konsep dasar perpajakan yang relevan dalam konteks pengadaan.
  • Pemahaman tentang jenis-jenis pajak yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

Pengenaan Pajak dalam Pengadaan

  • Penjelasan tentang pengenaan pajak pada transaksi pengadaan barang dan jasa.
  • Perbedaan antara pajak barang dan jasa.

Kewajiban Perpajakan dalam Pengadaan

  • Pemahaman tentang kewajiban perpajakan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.
  • Identifikasi dan penjelasan tentang pemungutan, pemotongan, dan pembayaran pajak.

Insentif dan Fasilitas Perpajakan

  • Pemahaman tentang insentif perpajakan yang relevan dalam pengadaan barang dan jasa.
  • Penggunaan fasilitas perpajakan yang ada untuk mengoptimalkan pengelolaan pajak.

Pelaporan Pajak

  • Penjelasan tentang prosedur administrasi dan pelaporan yang harus diikuti dalam konteks pengadaan.
  • Persiapan dan penyusunan laporan pajak yang sesuai.

Audit Pajak dan Compliance

  • Pemahaman tentang risiko perpajakan dan audit yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa.
  • Langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan perpajakan dan mengelola risiko pajak.

Studi Kasus dan Contoh Praktis

  • Penerapan konsep dan pengetahuan perpajakan dalam pengadaan barang dan jasa melalui studi kasus nyata.
  • Contoh-contoh praktis untuk mengilustrasikan pemahaman dalam konteks nyata.

Tanya Jawab dan Diskusi

  • Sesi interaktif untuk peserta pelatihan dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan masalah terkait.

Kesimpulan dan Evaluasi

  • Peninjauan kembali materi yang telah dipelajari.
    Evaluasi pelatihan dan kesimpulan akhir.

Materi dan outline ini hanya sebagai contoh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keperluan peserta dalam pelatihan mengenai aspek perpajakan pengadaan barang dan jasa.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING AUDIT PENGADAAN BARANG DAN JASA

Apakah Anda Seorang:

  • Auditor Internal: Auditor internal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi berjalan secara efisien dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku. Pelatihan audit pengadaan barang dan jasa akan membantu auditor internal untuk memahami konsep dan praktik terkait dalam pengadaan.
  • Manajer Pengadaan: Manajer pengadaan bertanggung jawab untuk merencanakan, mengawasi, dan mengelola proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini akan membantu mereka untuk memahami prinsip-prinsip audit, memperbaiki pengendalian intern, dan meningkatkan efisiensi dalam pengadaan.
  • Staf Pengadaan: Staf pengadaan adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam proses pengadaan barang dan jasa, seperti pembelian, evaluasi pemasok, dan negosiasi kontrak. Pelatihan audit pengadaan akan membantu mereka memahami prinsip-prinsip audit dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur yang berlaku.
  • Pimpinan Organisasi: Pimpinan organisasi, seperti direktur atau manajer umum, juga harus mengikuti pelatihan audit pengadaan barang dan jasa. Mereka perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang proses pengadaan dan tahu bagaimana melakukan pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan dan mencegah praktik-praktik yang merugikan.
  • Auditor Eksternal: Auditor eksternal yang bekerja untuk pihak ketiga atau badan pengawas juga dapat mengikuti pelatihan audit pengadaan barang dan jasa. Hal ini akan membantu mereka memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang pengadaan dan memperbaiki kemampuan mereka dalam melakukan audit independen terhadap proses pengadaan barang dan jasa.
  • Perlu dicatat bahwa daftar ini tidaklah eksklusif, dan ada banyak orang lain yang juga dapat diuntungkan dari pelatihan audit pengadaan barang dan jasa, tergantung pada peran dan tanggung jawab mereka dalam proses pengadaan.

Fakta Mengenai Training Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

Training audit pengadaan barang dan jasa adalah program pendidikan atau pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta terkait dengan pengadaan barang dan jasa dalam suatu organisasi. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari prinsip-prinsip dasar audit, metodologi audit yang relevan, serta kerangka kerja yang diperlukan untuk mengaudit proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang peraturan dan kebijakan terkait pengadaan, serta penggunaan teknik dan alat yang diperlukan untuk melakukan audit yang efektif.

Selain itu, pelatihan audit pengadaan barang dan jasa juga membantu peserta dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang risiko-risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Peserta akan belajar mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko tersebut, serta mengembangkan strategi pengendalian yang efektif untuk meminimalkan risiko tersebut. Training audit pengadaan barang dan jasa memberikan panduan tentang pelaporan hasil audit dan langkah-langkah yang harus diambil untuk melakukan perbaikan dan tindak lanjut terhadap temuan audit. Dengan mengikuti Training audit pengadaan barang dan jasa, peserta akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang audit pengadaan barang dan jasa, dan akan mampu melakukan audit yang lebih efektif dalam upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip-prinsip dasar audit pengadaan barang dan jasa. Tujuan ini mencakup memberikan pengetahuan tentang konsep dasar audit, metode, dan kerangka kerja yang relevan dalam konteks pengadaan barang dan jasa.
  • Mengembangkan keterampilan peserta dalam mengaudit proses pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kelemahan atau penyimpangan dalam proses pengadaan, serta menggunakan teknik dan alat yang sesuai untuk melakukan audit yang efektif.
  • Meningkatkan pemahaman tentang risiko-risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Tujuan ini mencakup membantu peserta mengenali dan mengevaluasi risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan, serta mengembangkan strategi pengendalian yang efektif untuk mengurangi risiko tersebut.
  • Memperkuat pemahaman peserta tentang peraturan dan kebijakan terkait pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan peserta memiliki pengetahuan yang mendalam tentang peraturan dan kebijakan yang berlaku dalam proses pengadaan, sehingga mereka dapat memastikan kepatuhan dan akuntabilitas.
  • Meningkatkan kemampuan peserta dalam melaporkan hasil audit dan melakukan tindak lanjut yang sesuai. Tujuan ini mencakup memberikan panduan tentang penyusunan laporan hasil audit yang informatif dan persuasif, serta memberikan pedoman tentang langkah-langkah perbaikan dan tindak lanjut yang harus diambil berdasarkan temuan audit.
  • Dengan mencapai tujuan-tujuan ini, pelatihan audit pengadaan barang dan jasa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemampuan peserta dalam melakukan audit yang efektif terhadap proses pengadaan barang dan jasa.

Definisi Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

TRAINING AUDIT PENGADAAN BARANG DAN JASA

Audit pengadaan barang dan jasa adalah proses evaluasi independen yang dilakukan terhadap seluruh tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, untuk memastikan bahwa proses tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan, kebijakan, dan prinsip-prinsip yang berlaku. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan, penyimpangan, atau risiko dalam pengadaan barang dan jasa, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan efisiensi.

Dalam audit pengadaan barang dan jasa, auditor akan melakukan penelaahan terhadap dokumen-dokumen terkait, melakukan wawancara dengan pihak terkait, dan melakukan pengujian atas kepatuhan dan efektivitas prosedur pengadaan. Auditor akan mengevaluasi aspek-aspek seperti transparansi, proses seleksi pemasok, perencanaan anggaran, pengelolaan kontrak, dan pengendalian intern terkait pengadaan. Hasil audit akan digunakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan efisien, adil, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Audit Pengadaan Barang dan Jasa baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa ini adalah sebagai berikut:

Pendahuluan dan Pengantar Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Pengertian dan tujuan audit pengadaan barang dan jasa
  • Peran dan tanggung jawab auditor dalam pengadaan

Prinsip-Prinsip Audit Pengadaan:

  • Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengadaan
  • Standar etika yang berlaku dalam audit

Peraturan dan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Pengetahuan tentang undang-undang dan regulasi terkait pengadaan
  • Kebijakan internal organisasi dalam pengadaan barang dan jasa

Metodologi Audit Pengadaan Barang dan Jasa:

  • Rencana audit dan pengumpulan bukti
  • Evaluasi pengendalian intern dalam proses pengadaan

Analisis Risiko dalam Pengadaan:

  • Identifikasi risiko yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa
  • Evaluasi risiko dan pengembangan strategi pengendalian

Audit Perencanaan dan Anggaran:

  • Pemahaman tentang perencanaan anggaran dalam pengadaan
  • Evaluasi kepatuhan terhadap rencana dan anggaran yang telah ditetapkan

Audit Proses Seleksi Pemasok:

  • Penilaian kriteria pemilihan pemasok
  • Pemeriksaan kelengkapan dokumen dan transparansi dalam proses seleksi

Audit Pengelolaan Kontrak:

  • Evaluasi pengelolaan kontrak dan perubahan kontrak yang dilakukan
    Pemeriksaan kepatuhan terhadap persyaratan kontrak dan pengendalian kinerja pemasok

Audit Pelaporan dan Dokumentasi:

  • Pemeriksaan keakuratan dan kelengkapan dokumen pengadaan
    Evaluasi pelaporan hasil audit dan tindak lanjut yang diambil

Audit Pengendalian Intern dan Rekomendasi:

  • Identifikasi kelemahan pengendalian intern dalam pengadaan
    Penyusunan rekomendasi perbaikan dan langkah-langkah tindak lanjut

Materi-materi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan pengadaan barang dan jasa dalam organisasi yang mengadakan pelatihan.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING AWARENESS SIX SIGMA

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer dan pemimpin perusahaan: Pelatihan Six Sigma akan memberikan pemahaman mendalam tentang metodologi dan alat-alat Six Sigma. Hal ini akan membantu manajer dan pemimpin perusahaan untuk memimpin perubahan yang efektif dan meningkatkan kualitas proses dan produk.
  • Tim proyek Six Sigma: Tim proyek Six Sigma adalah kelompok orang yang ditugaskan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memperbaiki masalah atau kelemahan dalam proses bisnis. Pelatihan Six Sigma akan memberikan mereka pemahaman tentang metodologi Six Sigma dan alat-alat statistik yang diperlukan untuk menjalankan proyek-proyek Six Sigma dengan sukses.
  • Karyawan yang terlibat dalam proses bisnis: Karyawan yang terlibat dalam proses bisnis akan mendapatkan manfaat dari pelatihan Six Sigma dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya kualitas dan bagaimana meningkatkannya. Mereka akan belajar untuk mengidentifikasi dan mengurangi variabilitas dalam proses mereka, sehingga dapat mencapai hasil yang lebih konsisten dan memuaskan.
  • Profesional di bidang kualitas: Pelatihan Six Sigma merupakan langkah yang penting bagi para profesional di bidang kualitas. Mereka akan belajar metodologi Six Sigma secara menyeluruh dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola proyek-proyek Six Sigma secara efektif.
  • Individu yang tertarik dengan peningkatan kualitas dan efisiensi: Pelatihan Six Sigma bukan hanya relevan bagi mereka yang bekerja di lingkungan bisnis, tetapi juga bagi individu yang tertarik dengan peningkatan kualitas dan efisiensi. Metodologi Six Sigma dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, organisasi nirlaba, dan sektor publik.

Fakta Mengenai Training Awareness Six Sigma:

Training Awareness Six Sigma adalah program yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang metodologi Six Sigma kepada peserta. Dalam pelatihan ini, para peserta akan diperkenalkan dengan konsep dan prinsip dasar Six Sigma, termasuk penggunaan alat-alat statistik dalam analisis data dan perbaikan proses. Tujuan dari Training Awareness Six Sigma adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya kualitas, efisiensi, dan pengurangan variabilitas dalam proses bisnis.

Selama Training Awareness Six Sigma, peserta akan mempelajari prinsip-prinsip dasar Six Sigma dan mengenal beberapa alat penting yang digunakan dalam metodologi ini. Mereka akan belajar tentang konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang merupakan kerangka kerja umum dalam Six Sigma untuk mengidentifikasi masalah, mengukur kinerja, menganalisis penyebab akar, meningkatkan proses, dan mengendalikan hasil yang telah diperbaiki. Dengan pemahaman yang didapatkan melalui pelatihan ini, peserta akan dapat mengenali peluang perbaikan, mengurangi variabilitas, dan menghasilkan hasil yang lebih konsisten dan memuaskan dalam proses bisnis mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang metodologi Six Sigma dan prinsip dasarnya.
  • Mengedepankan pemahaman peserta tentang pendekatan dan konsep utama dalam Six Sigma.
  • Memperkenalkan peserta pada alat-alat statistik yang digunakan dalam analisis data Six Sigma.
  • Mengenalkan peserta pada penggunaan alat-alat statistik yang berguna dalam menganalisis dan memahami data dalam konteks Six Sigma.
  • Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitas dan efisiensi dalam proses bisnis.
  • Memperluas pemahaman peserta tentang pentingnya mencapai kualitas yang tinggi dan meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis.
  • Mengajarkan peserta tentang konsep DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).
  • Mengedukasi peserta mengenai langkah-langkah yang terlibat dalam metodologi Six Sigma, termasuk pengidentifikasian masalah, pengukuran kinerja, analisis penyebab akar, perbaikan proses, dan pengendalian hasil.
  • Mendorong peserta untuk mengenali peluang perbaikan dan mengurangi variabilitas dalam proses bisnis.
  • Menginspirasi peserta untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi peluang perbaikan, mengurangi variabilitas, dan mencapai hasil yang lebih konsisten dan memuaskan dalam operasi bisnis mereka.

Definisi Awareness Six Sigma:

TRAINING AWARENESS SIX SIGMA

Awareness Six Sigma adalah suatu konsep yang mengacu pada pemahaman dasar tentang metodologi Six Sigma. Dalam konteks ini, awareness mengarah pada tingkat kesadaran dan pemahaman seseorang terhadap prinsip-prinsip, alat-alat, dan tujuan dari Six Sigma. Pelatihan Awareness Six Sigma dirancang untuk memperkenalkan peserta kepada konsep dan manfaat dari Six Sigma, serta memberikan pengetahuan dasar tentang penggunaan alat-alat statistik untuk menganalisis data dan meningkatkan kualitas proses bisnis. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengerti betapa pentingnya kualitas, efisiensi, dan pengurangan variabilitas dalam mencapai keberhasilan dalam organisasi atau lingkungan bisnis.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Awareness Six Sigma ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Awareness Six Sigma baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Awareness Six Sigma ini adalah sebagai berikut:

Pengantar Six Sigma
a. Definisi dan tujuan Six Sigma
b. Sejarah dan perkembangan Six Sigma
c. Manfaat dari penerapan Six Sigma

Konsep Dasar Six Sigma
a. Definisi variabilitas dalam proses
b. Konsep Sigma Level dan DPMO (Defects Per Million Opportunities)
c. Metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)

Alat-Alat Statistik dalam Six Sigma
a. Diagram Pareto
b. Diagram Ishikawa (Fishbone)
c. Diagram Scatter
d. Grafik kontrol
e. Analisis regresi
f. Uji hipotesis

Proses Perbaikan dalam Six Sigma
a. Identifikasi masalah dan pengumpulan data
b. Pengukuran dan analisis data
c. Identifikasi penyebab akar masalah
d. Perbaikan proses dan implementasi solusi
e. Pengendalian dan pemeliharaan hasil yang diperbaiki

Peran dan Tanggung Jawab Peserta dalam Implementasi Six Sigma
a. Peran sebagai anggota tim proyek Six Sigma
b. Menggunakan alat-alat Six Sigma dalam pekerjaan sehari-hari
c. Berkontribusi dalam budaya perbaikan terus-menerus

Studi Kasus dan Contoh Implementasi Six Sigma
a. Cerita sukses perusahaan menggunakan Six Sigma
b. Kasus nyata penerapan Six Sigma dalam berbagai industri

Tantangan dan Hambatan dalam Implementasi Six Sigma
a. Mengatasi resistensi perubahan
b. Manajemen perubahan dan komunikasi efektif
c. Mengelola ekspektasi dan harapan yang realistis

Evaluasi dan Pengukuran Kesuksesan Six Sigma
a. Indikator kinerja kunci (KPI) terkait dengan Six Sigma
b. Mengukur dampak perbaikan proses dan hasil yang dicapai

Etika dan Prinsip dalam Six Sigma
a. Pentingnya integritas dan etika dalam penggunaan data dan analisis
b. Prinsip-prinsip etika dalam pengambilan keputusan berbasis data

Rencana Tindak Lanjut setelah Pelatihan
a. Penerapan praktik Six Sigma dalam pekerjaan sehari-hari
b. Kesempatan pengembangan lebih lanjut dan sertifikasi dalam Six Sigma

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING REGULASI KETENAGAKERJAAN

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer dan pimpinan perusahaan: Pelatihan ini penting bagi manajer dan pimpinan perusahaan untuk memahami peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Mereka bertanggung jawab dalam menjalankan kebijakan ketenagakerjaan dan memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi tersebut.
  • Karyawan Sumber Daya Manusia (SDM): Karyawan SDM berperan dalam merekrut, melatih, dan mengelola karyawan. Pelatihan regulasi ketenagakerjaan akan membantu mereka dalam memahami hak dan kewajiban karyawan, peraturan perburuhan, dan kebijakan terkait ketenagakerjaan.
  • Karyawan hubungan industrial: Karyawan yang terlibat dalam hubungan industrial, seperti perwakilan serikat pekerja atau staf yang terlibat dalam negosiasi kontrak kerja, harus memahami peraturan ketenagakerjaan. Pelatihan akan membantu mereka dalam memahami hak dan perlindungan pekerja serta proses negosiasi yang berlaku.
  • Karyawan yang bertanggung jawab dalam keselamatan dan kesehatan kerja: Bagi karyawan yang berperan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pelatihan regulasi ketenagakerjaan sangat penting. Mereka akan belajar tentang peraturan keselamatan kerja, identifikasi risiko, dan praktik terbaik untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  • Karyawan yang terlibat dalam penggajian dan manfaat karyawan: Karyawan yang bertanggung jawab dalam penggajian, administrasi karyawan, dan manfaat karyawan juga harus mengikuti pelatihan regulasi ketenagakerjaan. Mereka akan mempelajari aturan mengenai penggajian, jaminan sosial, program pensiun, dan manfaat lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
  • Penting untuk dicatat bahwa daftar ini hanya beberapa contoh, dan siapa pun yang terlibat dalam kebijakan ketenagakerjaan atau memiliki tanggung jawab terkait ketenagakerjaan di perusahaan harus mempertimbangkan untuk mengikuti pelatihan regulasi ketenagakerjaan.

Fakta Mengenai Training Regulasi Ketenagakerjaan:

Training regulasi ketenagakerjaan adalah program pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang peraturan dan hukum yang mengatur hubungan antara pekerja dan perusahaan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mematuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di negara mereka. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai aspek yang terkait dengan ketenagakerjaan, seperti hak dan kewajiban pekerja, peraturan tentang upah, jam kerja, perlindungan terhadap diskriminasi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta prosedur penyelesaian sengketa. Pelatihan regulasi ketenagakerjaan memberikan landasan yang kuat bagi individu dan organisasi untuk mematuhi peraturan dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam hubungan ketenagakerjaan.

Dalam training regulasi ketenagakerjaan, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai peraturan dan undang-undang yang mengatur ketenagakerjaan, serta penjelasan rinci tentang implikasinya dalam konteks praktis. Pelatihan ini juga akan membantu peserta dalam memahami pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan guna menghindari sanksi hukum dan masalah potensial di tempat kerja. Selain itu, peserta akan diberikan panduan praktis tentang bagaimana mengimplementasikan dan mematuhi regulasi ketenagakerjaan dalam operasional perusahaan, mulai dari kebijakan rekrutmen, proses pemberian gaji, manajemen kontrak kerja, hingga pengelolaan hubungan industrial. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang regulasi ketenagakerjaan dan memberikan mereka alat dan pengetahuan yang diperlukan untuk beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan pemahaman peserta tentang peraturan ketenagakerjaan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang peraturan dan undang-undang yang mengatur hubungan ketenagakerjaan. Hal ini membantu peserta untuk memahami hak dan kewajiban pekerja serta peraturan terkait seperti upah, jam kerja, dan perlindungan terhadap diskriminasi.
  • Mendorong kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan: Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengedukasi peserta tentang pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Pelatihan ini membantu peserta memahami konsekuensi hukum dan sanksi yang dapat timbul jika tidak mematuhi peraturan, serta cara menghindari masalah potensial di tempat kerja.
  • Meningkatkan keterampilan dalam mengelola hubungan ketenagakerjaan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola hubungan ketenagakerjaan dengan baik. Peserta akan belajar tentang prosedur penyelesaian sengketa, manajemen kontrak kerja, dan hubungan industrial yang sehat antara pekerja dan perusahaan.
  • Mengoptimalkan keselamatan dan kesehatan kerja: Pelatihan regulasi ketenagakerjaan juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Peserta akan mempelajari peraturan dan praktik terbaik untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat.
  • Mendukung efisiensi operasional perusahaan: Pelatihan ini juga memiliki tujuan untuk mendukung efisiensi operasional perusahaan melalui pemahaman yang lebih baik tentang regulasi ketenagakerjaan. Peserta akan diberikan panduan praktis tentang implementasi dan pematuhan peraturan dalam berbagai aspek, seperti rekrutmen, penggajian, dan manajemen kontrak kerja, yang dapat membantu perusahaan beroperasi sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

Definisi Regulasi Ketenagakerjaan:

TRAINING REGULASI KETENAGAKERJAAN

Regulasi ketenagakerjaan adalah serangkaian peraturan dan undang-undang yang mengatur hubungan antara pekerja dan perusahaan. Definisi ini mencakup berbagai aspek ketenagakerjaan, seperti hak dan kewajiban pekerja, peraturan tentang upah, jam kerja, perlindungan terhadap diskriminasi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta prosedur penyelesaian sengketa. Regulasi ketenagakerjaan bertujuan untuk melindungi kepentingan dan hak-hak pekerja, memastikan kondisi kerja yang adil dan aman, serta mempromosikan hubungan ketenagakerjaan yang seimbang dan harmonis antara pekerja dan perusahaan. Regulasi ini memberikan kerangka hukum yang penting bagi pengelolaan sumber daya manusia di tempat kerja dan memastikan bahwa semua pihak terlibat mematuhi standar ketenagakerjaan yang berlaku.

Regulasi ketenagakerjaan juga berperan dalam menjaga keseimbangan kepentingan antara pekerja dan perusahaan serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Melalui regulasi ini, pekerja dilindungi dari eksploitasi dan diskriminasi, serta diberikan hak-hak yang mendasar seperti upah yang adil, jaminan sosial, dan perlindungan terhadap tindakan diskriminatif. Regulasi ketenagakerjaan juga menetapkan batasan jam kerja, cuti, dan aturan lainnya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pekerja dan produktivitas perusahaan. Dengan demikian, regulasi ketenagakerjaan berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Regulasi Ketenagakerjaan ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Regulasi Ketenagakerjaan baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Regulasi Ketenagakerjaan ini adalah sebagai berikut:

Pengantar Regulasi Ketenagakerjaan
a. Definisi dan pentingnya regulasi ketenagakerjaan
b. Tujuan dan manfaat pelatihan ini
c. Tinjauan aturan hukum yang mengatur ketenagakerjaan di Indonesia

Hak dan Kewajiban Pekerja
a. Hak-hak pekerja: upah, jam kerja, cuti, dan hak-hak lainnya
b. Kewajiban pekerja: disiplin kerja, tanggung jawab, dan etika kerja

Perlindungan terhadap Diskriminasi
a. Pengertian dan jenis diskriminasi di tempat kerja
b. Peraturan dan mekanisme penanganan diskriminasi

Upah dan Peraturan Upah
a. Standar upah minimum
b. Komponen upah dan metode perhitungan upah

Jam Kerja dan Pemenuhan Standar Waktu Kerja
a. Jam kerja normal, lembur, dan istirahat
b. Peraturan dan batasan terkait jam kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja
a. Identifikasi risiko dan pencegahan kecelakaan kerja
b. Standar keselamatan dan peralatan pelindung diri (APD)

Hubungan Industrial dan Penyelesaian Sengketa
a. Peran serikat pekerja dan perundingan kolektif
b. Prosedur penyelesaian sengketa, mediasi, dan arbitrase

Penggajian dan Administrasi Ketenagakerjaan
a. Prosedur penggajian yang sesuai dengan aturan ketenagakerjaan
b. Administrasi dokumen karyawan dan manajemen data personalia

Perlindungan Pekerja Migran
a. Hukum dan peraturan terkait pekerja migran
b. Tindakan perlindungan bagi pekerja migran

Peran Pemerintah dan Lembaga Terkait
a. Peran Departemen Ketenagakerjaan dan lembaga terkait
b. Pelaporan, audit, dan pemantauan kepatuhan regulasi ketenagakerjaan

Materi atau outline tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan kerja peserta dalam pelatihan regulasi ketenagakerjaan.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING WITHIN INDUSTRY-JOB INSTRUCTION

Apakah Anda Seorang:

  • Pekerja Baru: Pekerja yang baru bergabung dengan suatu organisasi atau perusahaan biasanya memerlukan pelatihan untuk mempelajari tugas-tugas dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan mereka. Pelatihan TWI-JI dapat membantu pekerja baru memahami secara rinci tugas-tugas yang harus mereka lakukan.
  • Pekerja yang Pindah Posisi: Ketika seorang pekerja pindah ke posisi baru dalam organisasi, dia mungkin perlu belajar keterampilan dan tugas baru. Pelatihan TWI-JI dapat membantu pekerja tersebut untuk cepat beradaptasi dengan perubahan peran dan tanggung jawab mereka.
  • Pekerja dengan Kinerja Rendah: Pekerja yang mengalami masalah kinerja atau kesulitan dalam melaksanakan tugas mereka juga dapat diuntungkan dari pelatihan TWI-JI. Metode ini membantu mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan memberikan panduan yang jelas untuk memperbaikinya.
  • Pemimpin Tim: Pemimpin tim atau supervisor juga dapat mengikuti pelatihan TWI-JI untuk belajar bagaimana memberikan instruksi yang efektif kepada anggota tim mereka. Mereka dapat mempelajari teknik-teknik pengajaran dan komunikasi yang membantu meningkatkan keterampilan tim dan efisiensi kerja.
  • Manajer Produksi: Manajer produksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa operasi produksi berjalan dengan lancar dan efisien. Pelatihan TWI-JI dapat membantu manajer produksi untuk mengembangkan strategi pelatihan yang efektif, serta memahami dan menerapkan prinsip-prinsip lean manufacturing untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.
  • Penting untuk dicatat bahwa daftar ini hanya memberikan contoh umum dari kelompok orang yang mungkin memerlukan pelatihan TWI-JI. Setiap organisasi atau perusahaan dapat menyesuaikan target audiensinya berdasarkan kebutuhan dan konteks spesifik mereka.

Fakta Mengenai Training Within Industry-Job Instruction:

Training Within Industry-Job Instruction (TWI-JI) adalah metode pelatihan yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan kerja kepada pekerja melalui pendekatan langsung di tempat kerja. Dalam pelatihan ini, instruktur atau supervisor yang terlatih akan memberikan instruksi secara terstruktur dan detail kepada pekerja, memperlihatkan cara yang benar dalam melaksanakan tugas-tugas spesifik, serta memberikan kesempatan bagi pekerja untuk berlatih secara langsung. Tujuan utama pelatihan TWI-JI adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, serta memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas-tugas yang relevan. Training Within Industry-Job Instruction juga bertujuan untuk mengurangi kesalahan, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan meningkatkan pemahaman pekerja terhadap proses kerja yang mereka lakukan.

Dalam TWI-JI, para pekerja diajarkan dengan menggunakan pendekatan praktis yang mengutamakan demonstrasi dan praktik langsung. Instruktur atau supervisor akan secara detail menjelaskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. Mereka akan memperlihatkan secara langsung bagaimana melaksanakan tugas tersebut dengan benar, memberikan contoh yang jelas, dan memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencoba sendiri. Selama latihan, pekerja akan menerima umpan balik langsung dari instruktur atau supervisor, yang membantu mereka memperbaiki keterampilan dan teknik yang diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan pekerja untuk memahami secara mendalam tugas-tugas yang mereka lakukan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam pekerjaan mereka.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Meningkatkan efisiensi kerja: Pelatihan TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kerja dengan memberikan instruksi yang terstruktur dan detail kepada pekerja. Hal ini dapat membantu pekerja dalam mengoptimalkan waktu dan sumber daya yang digunakan, sehingga meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.
  • Mengurangi kesalahan: Salah satu tujuan pelatihan TWI-JI adalah untuk mengurangi kesalahan dalam melaksanakan tugas-tugas kerja. Dengan memberikan instruksi yang jelas dan detail, pelatihan ini membantu pekerja dalam memahami langkah-langkah yang benar, mengidentifikasi potensi kesalahan, dan menghindari kesalahan yang dapat menghambat kinerja dan mengurangi kualitas hasil kerja.
  • Meningkatkan pemahaman proses kerja: TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja terhadap proses kerja yang mereka lakukan. Dengan memberikan instruksi yang terstruktur dan memperlihatkan contoh yang jelas, pelatihan ini membantu pekerja dalam memahami alur kerja, tahapan penting, dan hubungan antara tugas-tugas yang dilakukan. Hal ini dapat membantu mereka dalam mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pekerjaan mereka.
  • Memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas: Salah satu tujuan TWI-JI adalah untuk memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas-tugas kerja. Dengan memberikan instruksi yang terstandardisasi dan mengajarkan teknik-teknik yang benar, pelatihan ini membantu memastikan bahwa semua pekerja melaksanakan tugas dengan cara yang seragam dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi: Pelatihan TWI-JI bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja dalam melaksanakan tugas-tugas kerja mereka. Melalui pendekatan praktis dan pelatihan langsung, pekerja memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka, meningkatkan keahlian teknis, dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk menjadi lebih efektif dan produktif dalam pelaksanaan tugas-tugas yang diemban.

Definisi Within Industry-Job Instruction:

TRAINING WITHIN INDUSTRY-JOB INSTRUCTION

Training Within Industry-Job Instruction (TWI-JI) adalah metode pelatihan yang digunakan untuk mengajarkan keterampilan kerja kepada pekerja di tempat kerja. Pelatihan ini berfokus pada memberikan instruksi yang terstruktur dan detail kepada pekerja, sehingga mereka dapat memahami dengan jelas tugas-tugas yang harus dilakukan dan cara melaksanakannya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, meningkatkan pemahaman proses kerja, memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas, dan meningkatkan keterampilan serta kompetensi pekerja. Melalui pendekatan langsung dan praktis, pelatihan TWI-JI membantu pekerja baru atau yang sudah ada untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas-tugas kerja mereka.

Dalam TWI-JI, instruktur atau supervisor yang terlatih memberikan instruksi secara terstruktur kepada pekerja, memperlihatkan cara yang benar dalam melaksanakan tugas-tugas kerja, dan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk berlatih langsung. Dengan pendekatan ini, pekerja dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang tugas-tugas yang harus mereka lakukan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan. Pelatihan TWI-JI juga membantu mengurangi kesalahan, memastikan konsistensi dalam pelaksanaan tugas, dan meningkatkan efisiensi kerja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja, serta memastikan bahwa pekerja memiliki pemahaman yang jelas tentang proses kerja yang mereka jalani.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Within Industry-Job Instruction ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Within Industry-Job Instruction baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Within Industry-Job Instruction ini adalah sebagai berikut:

  • Pendahuluan dan tujuan pelatihan TWI-JI: Memperkenalkan peserta pelatihan dengan konsep TWI-JI, menjelaskan tujuan pelatihan, dan menggambarkan manfaat yang dapat diperoleh dari pelatihan ini.
  • Analisis pekerjaan: Menjelaskan pentingnya melakukan analisis terhadap pekerjaan yang akan diajarkan, termasuk mengidentifikasi tugas-tugas kunci, langkah-langkah yang terlibat, dan kriteria keberhasilan.
  • Pembuatan instruksi: Mengajarkan peserta pelatihan tentang cara menyusun instruksi yang terstruktur, jelas, dan mudah dipahami. Ini meliputi penentuan urutan langkah-langkah, penggunaan bahasa yang tepat, dan penekanan pada detail penting.
  • Demonstrasi: Membahas pentingnya memberikan contoh langsung dalam pelatihan. Mengajarkan teknik demonstrasi yang efektif, termasuk cara menjelaskan langkah-langkah dengan jelas, menunjukkan keterampilan yang benar, dan mengkomunikasikan tujuan dari setiap langkah.
  • Latihan praktik: Menyediakan kesempatan bagi peserta pelatihan untuk berlatih secara langsung dalam melaksanakan tugas-tugas yang diajarkan. Instruktur memberikan umpan balik dan bimbingan selama latihan, membantu peserta memperbaiki keterampilan mereka.
  • Pengembangan instruksi visual: Mengajarkan cara membuat instruksi visual yang efektif, seperti gambar, diagram, atau peta alur kerja. Ini membantu dalam memperjelas langkah-langkah yang harus dilakukan dan memudahkan pemahaman.
  • Pemberian umpan balik: Mengajarkan teknik memberikan umpan balik yang konstruktif kepada pekerja. Ini termasuk memberikan penguatan positif atas prestasi yang baik dan memberikan saran untuk perbaikan jika ada kesalahan atau kekurangan.
  • Penerapan TWI-JI dalam situasi nyata: Membahas cara mengimplementasikan prinsip-prinsip TWI-JI dalam situasi kerja sehari-hari. Peserta pelatihan diberi kesempatan untuk berlatih mengajar dan memberikan instruksi kepada rekan kerja mereka.
  • Pengukuran dan evaluasi: Menjelaskan pentingnya mengukur dan mengevaluasi efektivitas pelatihan TWI-JI. Membahas metode untuk mengumpulkan umpan balik dari pekerja dan menilai dampak pelatihan terhadap kinerja kerja.
  • Implementasi dan pemeliharaan: Membahas langkah-langkah untuk mengimplementasikan TWI-JI secara berkelanjutan di tempat kerja. Termasuk strategi untuk memastikan kesinambungan pelatihan, memperbaiki proses kerja, dan mengembangkan keterampilan pekerja.
  • Perlu dicatat bahwa outline pelatihan TWI-JI dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks spesifik dari organisasi atau perusahaan yang memberikan pelatihan tersebut.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

TRAINING NEED ANALYSIS AND TRAINING EVALUATION

Apakah Anda Seorang:

  • Manajer SDM (Sumber Daya Manusia) atau personel yang bertanggung jawab dalam mengelola pelatihan di perusahaan. Pelatihan ini dapat membantu mereka dalam memahami bagaimana melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan mengevaluasi efektivitas pelatihan yang telah dilakukan.
  • Tim HRD (Human Resource Development) atau personel yang terlibat dalam pengembangan karyawan dan program pelatihan. Pelatihan ini akan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan mengevaluasi hasil pelatihan.
  • Karyawan atau staf yang terlibat dalam pelaksanaan program pelatihan di perusahaan. Mereka perlu memahami proses Training Need Analysis (Analisis Kebutuhan Pelatihan) untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
  • Konsultan atau profesional HRD yang berfokus pada bidang pelatihan dan pengembangan. Pelatihan ini dapat membantu mereka meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan mengevaluasi efektivitas program pelatihan.
  • Pimpinan atau manajer di berbagai tingkatan dalam organisasi. Mereka perlu memahami bagaimana melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan mengukur efektivitas pelatihan agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait pengembangan karyawan dan alokasi sumber daya yang tepat.
  • Namun, penting untuk dicatat bahwa siapa pun yang terlibat dalam pengembangan karyawan dan program pelatihan dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan mengevaluasi program pelatihan.

Fakta Mengenai Training Need Analysis and Training Evaluation:

Training Need Analysis (Analisis Kebutuhan Pelatihan) adalah sebuah program yang bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kebutuhan pelatihan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Melalui pelatihan ini, peserta akan belajar bagaimana mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan. Kemudian, dengan menggunakan metode dan teknik analisis yang tepat, mereka akan dapat merancang program pelatihan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana melakukan penilaian yang komprehensif terhadap kebutuhan pelatihan, sehingga dapat mengembangkan strategi dan rencana pelatihan yang efektif.

Sementara itu, Training Evaluation (Evaluasi Pelatihan) bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan program pelatihan yang telah dilaksanakan. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari metode dan teknik evaluasi yang digunakan untuk mengukur dampak pelatihan terhadap karyawan dan organisasi secara keseluruhan. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data dan informasi yang relevan, seperti penilaian kinerja karyawan sebelum dan setelah pelatihan, survei kepuasan peserta, serta analisis hasil pelatihan. Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya evaluasi pelatihan dalam mengidentifikasi keberhasilan program, memperbaiki kelemahan, dan meningkatkan kualitas pelatihan di masa depan.

Dengan demikian, pelatihan Training Need Analysis and Training Evaluation membantu peserta untuk memahami dan menerapkan proses analisis kebutuhan pelatihan yang efektif, serta metode evaluasi yang tepat guna dalam rangka meningkatkan kualitas program pelatihan dan pengembangan karyawan.

Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan: Tujuan pertama dari pelatihan ini adalah untuk mengenali dan memahami kebutuhan pelatihan di dalam organisasi. Hal ini melibatkan pengumpulan data dan informasi tentang kekurangan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan agar dapat merancang program pelatihan yang relevan dan efektif.
  • Menyusun program pelatihan yang sesuai: Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang program pelatihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Peserta akan belajar metode dan teknik analisis yang membantu mereka dalam menentukan tujuan pelatihan, konten yang relevan, serta strategi pengajarannya.
  • Meningkatkan efektivitas pelatihan: Salah satu tujuan utama dari pelatihan Training Evaluation adalah untuk meningkatkan efektivitas program pelatihan. Peserta akan belajar cara mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi dampak pelatihan terhadap karyawan dan organisasi. Hal ini membantu dalam menilai keberhasilan pelatihan dan memperbaiki kelemahan yang mungkin ada.
  • Mengukur perubahan dalam pengetahuan dan keterampilan: Pelatihan ini bertujuan untuk mengukur perubahan yang terjadi dalam pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan setelah mengikuti program pelatihan. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana program pelatihan berhasil dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja individu.
  • Mengoptimalkan investasi pelatihan: Dengan melakukan analisis kebutuhan pelatihan dan evaluasi yang komprehensif, tujuan terakhir dari pelatihan ini adalah untuk mengoptimalkan investasi perusahaan dalam pelatihan. Dengan mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dan mengukur efektivitas program, organisasi dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien dan memastikan bahwa pelatihan memberikan nilai tambah yang maksimal.

Definisi Need Analysis and Training Evaluationt:

TRAINING NEED ANALYSIS AND TRAINING EVALUATION

Training Need Analysis (Analisis Kebutuhan Pelatihan) adalah proses pengumpulan dan analisis informasi untuk mengidentifikasi kekurangan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan dalam suatu organisasi. Dalam analisis ini, dilakukan penelitian terhadap kebutuhan yang ada dengan tujuan merancang dan menyusun program pelatihan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan melakukan Training Need Analysis, perusahaan dapat menentukan area yang memerlukan pengembangan karyawan dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas pelatihan yang diberikan.

Sementara itu, Training Evaluation (Evaluasi Pelatihan) adalah proses pengukuran dan penilaian terhadap keberhasilan dan dampak program pelatihan yang telah dilaksanakan. Evaluasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengevaluasi perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan perilaku karyawan setelah mengikuti pelatihan. Dengan melakukan Training Evaluation, perusahaan dapat menilai efektivitas program pelatihan, memperbaiki kelemahan yang ada, dan meningkatkan kualitas program pelatihan di masa depan, sehingga dapat mengoptimalkan investasi perusahaan dalam pengembangan karyawan.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini?

Instruktur yang mengajar Pelatihan Need Analysis and Training Evaluation ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Need Analysis and Evaluation baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Yang akan dibahas dalam Pelatihan Need Analysis and Training Evaluation ini adalah sebagai berikut:

Pengenalan Konsep Analisis Kebutuhan Pelatihan

  • Definisi dan pentingnya analisis kebutuhan pelatihan.
  • Proses analisis kebutuhan pelatihan.
  • Metode dan teknik dalam melakukan analisis kebutuhan.

Pengumpulan Data dalam Analisis Kebutuhan Pelatihan

  • Survei kebutuhan pelatihan.
  • Wawancara dengan pihak terkait.
  • Observasi dan penilaian kinerja.

Analisis dan Interpretasi Data Kebutuhan Pelatihan

  • Menafsirkan data dan mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan.
  • Mengelompokkan kebutuhan berdasarkan prioritas.
  • Menentukan tujuan pelatihan yang spesifik.

Perancangan Program Pelatihan yang Relevan

  • Menyusun tujuan pembelajaran yang terukur.
  • Mengembangkan konten dan materi pelatihan.
  • Merancang strategi pengajaran yang efektif.

Pengenalan Konsep Evaluasi Pelatihan

  • Tujuan dan manfaat evaluasi pelatihan.
  • Jenis-jenis evaluasi pelatihan.
  • Langkah-langkah dalam melakukan evaluasi pelatihan.

Penentuan Indikator Evaluasi Pelatihan

  • Memilih indikator yang relevan dan terukur.
  • Merancang instrumen evaluasi yang sesuai.
  • Menetapkan waktu dan metode pengumpulan data evaluasi.

Pelaksanaan Evaluasi Pelatihan

  • Mengumpulkan data evaluasi dari peserta pelatihan.
  • Melakukan analisis data evaluasi.
  • Mengevaluasi perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan perilaku.

Interpretasi Hasil Evaluasi dan Penilaian Kualitas Pelatihan

  • Menafsirkan hasil evaluasi pelatihan.
  • Menilai efektivitas program pelatihan.
  • Identifikasi kelemahan dan perbaikan yang diperlukan.

Pengembangan Tindak Lanjut dan Perbaikan Pelatihan

  • Menyusun rekomendasi perbaikan pelatihan.
  • Mengembangkan strategi tindak lanjut.
  • Mengoptimalkan investasi pelatihan.

Praktik dan Studi Kasus

  • Simulasi analisis kebutuhan pelatihan.
  • Praktik evaluasi pelatihan dengan studi kasus nyata.
  • Diskusi dan berbagi pengalaman dalam melakukan analisis dan evaluasi.

Materi pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang konsep, metode, dan praktik terkait analisis kebutuhan pelatihan dan evaluasi pelatihan, sehingga peserta dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola program pelatihan secara efektif.

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

Jadwal Pelatihan Tahun 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23