Search for:
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN BERMUTU
Diklat Pembuatan Pakan Ikan Bermutu

Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu untuk Petani Ikan

Industri perikanan budidaya di Indonesia terus berkembang pesat, terutama pada sektor pembesaran ikan air tawar seperti lele, nila, patin, dan gurameh. Namun, salah satu tantangan terbesar yang masih sering dihadapi para petani ikan adalah biaya pakan yang dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Selain itu, kualitas pakan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Tidak heran, pembuatan pakan ikan bermutu menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki para petani ikan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan keuntungan.

Pada 11 Desember 2025, Pertamina EP Asset 1 Lirik (PEP Lirik Field) mengadakan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu bekerja sama dengan PT Pusat Training Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan DR. Ir. Wasir Ibrahim, S.Pt, M.Si sebagai narasumber ahli. Pelatihan yang berlangsung di Desa Buatan 2, Kabupaten Siak, Riau ini memberikan kombinasi antara materi teori dan praktik langsung, termasuk sesi penggunaan mesin pembuat pakan (fish pellet machine). Pelatihan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh para petani ikan serta masyarakat setempat yang ingin meningkatkan keterampilan budidaya perikanan.

TRAINING PEMBUATAN PAKAN IKAN
TRAINING PEMBUATAN PAKAN IKAN

Mengapa Pembuatan Pakan Ikan Bermutu Sangat Penting?

1. Menentukan Kecepatan Pertumbuhan Ikan

Pakan merupakan sumber energi utama bagi ikan. Kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral harus tersusun seimbang agar ikan dapat tumbuh optimal. Jika pakan tidak memenuhi standar nutrisi, maka pertumbuhan ikan menjadi lambat, ukuran tidak seragam, dan panen lebih lama. Dengan kata lain, pakan berkualitas mempercepat proses pembesaran ikan sehingga petani bisa lebih cepat panen.

2. Mengurangi Risiko Penyakit

Pakan yang diproduksi tanpa standar kebersihan atau bahan berkualitas rendah dapat membawa bakteri patogen, jamur, atau racun (mycotoxin). Hal ini berpotensi menyebabkan ikan terkena penyakit dan meningkatkan angka kematian. Pakan bermutu dibuat dengan standar sanitasi yang baik dan bahan-bahan yang aman sehingga menekan risiko penyakit pada ikan.

3. Menghemat Biaya Produksi

Sebagian besar petani ikan mengeluhkan mahalnya harga pakan komersial. Dengan membuat pakan sendiri, petani dapat:

  • Mengurangi ketergantungan pada pabrik pakan.
  • Mengontrol biaya bahan baku.
  • Menyesuaikan formula sesuai jenis ikan dan umur (starter, grower, finisher).

Pembuatan pakan mandiri dapat menurunkan biaya hingga 20–40%, terutama jika bahan baku tersedia lokal.

4. Menjamin Konsistensi Nutrisi

Pakan komersial kadang tidak konsisten karena variasi batch produksi. Dengan membuat pakan sendiri, petani dapat memastikan setiap produksi memiliki komposisi nutrisi yang stabil, sehingga performa ikan lebih mudah diprediksi.

5. Mendukung Budidaya Berkelanjutan

Pembuatan pakan ikan bermutu yang menggunakan formula tepat dan bahan lokal membantu:

  • Mengurangi limbah makanan di kolam.
  • Mengurangi pencemaran air akibat sisa pakan.
  • Mengoptimalkan FCR (Feed Conversion Ratio).

Dengan demikian, pembuatan pakan bermutu juga mendukung budidaya ikan yang ramah lingkungan.

Tujuan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu

Pelatihan yang diselenggarakan PT Pusat Training Indonesia bersama Pertamina EP Asset 1 Lirik memiliki tujuan utama berikut:

1. Memberikan Pengetahuan Tentang Nutrisi Ikan

Peserta memahami kebutuhan nutrisi spesifik pada berbagai fase pertumbuhan ikan. Ini meliputi:

  • Kebutuhan protein
  • Kebutuhan energi metabolisme
  • Kandungan vitamin dan mineral
  • Komposisi nutrisi untuk jenis ikan tertentu

2. Meningkatkan Keterampilan dalam Merumuskan Pakan

Pelatihan mengajarkan cara menyusun formula pakan yang tepat sesuai kebutuhan ikan dan menyesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal.

3. Mengajarkan Teknik Pembuatan Pakan yang Benar

Peserta belajar membuat pakan mulai dari:

  • Pemilihan bahan baku
  • Penggilingan
  • Pencampuran
  • Pengukusan (jika perlu)
  • Pembentukan pellet menggunakan mesin
  • Pengeringan dan penyimpanan

Skill teknis ini sangat penting agar petani dapat memproduksi pakan secara mandiri.

4. Mendorong Efisiensi Biaya Budidaya

Dengan kemampuan membuat pakan sendiri, peserta dapat menekan biaya operasional budidaya, meningkatkan margin keuntungan, dan memperkuat daya saing.

5. Memberikan Pemahaman tentang Penggunaan Alat/Mesin

Peserta mendapat kesempatan praktik langsung menggunakan mesin pembuat pelet, sehingga terbiasa mengoperasikan peralatan dan memahami cara perawatan mesin agar lebih tahan lama.

Manfaat Mengikuti Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu

Pelatihan ini membawa manfaat besar bagi petani ikan, antara lain:

1. Meningkatkan Produktivitas Budidaya

Ikan yang memperoleh pakan berkualitas akan tumbuh lebih cepat, sehat, dan memiliki ukuran seragam. Hal ini meningkatkan produktivitas dan mempersingkat siklus panen.

2. Menurunkan Biaya Operasional

Dengan membuat pakan sendiri, petani dapat:

  • Menghemat biaya pembelian pakan.
  • Menggunakan bahan baku lokal, termasuk limbah pertanian yang bernutrisi.
  • Mengatur formula sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi pemborosan.

3. Meningkatkan Kemandirian Petani

Petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pabrik pakan. Ini sangat penting saat harga pakan melonjak atau pasokan terbatas.

4. Mempelajari Teknologi dan Mesin Pembuat Pakan

Melalui praktik langsung, peserta memahami cara menggunakan mesin pellet, perawatan, dan troubleshooting dasar. Pengetahuan ini sangat penting agar produksi pakan berjalan lancar.

5. Mendapat Sertifikat dan Ilmu dari Ahli

Dengan hadirnya narasumber berpengalaman seperti DR. Ir. Wasir Ibrahim, S.Pt, M.Si, peserta tidak hanya memperoleh ilmu praktis tetapi juga wawasan akademis dan riset terkini terkait nutrisi ikan.

6. Meningkatkan Keuntungan Usaha

Dengan kombinasi kualitas pakan yang meningkat dan biaya produksi yang menurun, profit usaha budidaya ikan akan meningkat signifikan.

Outline Materi Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu

1. Pengantar Pakan Ikan Bermutu

  • Definisi pakan bermutu
  • Pentingnya kualitas pakan untuk pertumbuhan ikan
  • Dampak pakan terhadap FCR dan produktivitas

2. Nutrisi Penting untuk Ikan

  • Protein dan sumbernya
  • Lemak dan energi
  • Karbohidrat
  • Vitamin & mineral
  • Kebutuhan nutrisi berdasarkan fase pertumbuhan

3. Bahan Baku untuk Pembuatan Pakan

  • Bahan baku lokal (tepung ikan, dedak, bungkil kedelai, jagung, dll.)
  • Bahan baku alternatif
  • Standar kualitas bahan baku
  • Penyimpanan bahan baku

4. Teknik Formulasi Pakan

  • Metode penyusunan formula
  • Penentuan komposisi nutrisi
  • Contoh formula pakan ikan lele/nila/patin
  • Perhitungan biaya pakan

5. Proses Produksi Pakan Ikan

  • Penggilingan bahan
  • Pencampuran homogen
  • Proses pengukusan
  • Teknik pencetakan pellet
  • Pengeringan dan pelapisan
  • Standar kualitas pellet

6. Penggunaan Mesin Pembuat Pakan

  • Pengoperasian mesin pellet
  • Pengaturan kecepatan dan tekanan
  • Perawatan dan perbaikan ringan
  • Keselamatan kerja dalam penggunaan mesin

7. Evaluasi Kualitas Pakan

  • Uji kekerasan pellet
  • Uji daya apung pada air
  • Uji stabilitas
  • Penilaian fisik dan kimia pakan

8. Manajemen Pemberian Pakan

  • Frekuensi pemberian pakan
  • Takaran pakan berdasarkan biomassa
  • Teknik pemberian pakan untuk efisiensi
  • Monitoring pertumbuhan ikan

9. Studi Kasus & Praktik Langsung

  • Demonstrasi pembuatan pakan
  • Penghitungan formula di lapangan
  • Penggunaan mesin pembuat pellet
  • Diskusi permasalahan umum di lapangan

 

PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN BERMUTU
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN BERMUTU

Pembuatan pakan ikan bermutu merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha budidaya ikan. Dengan memahami teknik formulasi, proses produksi, hingga manajemen pemberian pakan, petani ikan dapat menghasilkan pakan berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih efisien. Pelatihan seperti yang diselenggarakan oleh PT Pusat Training Indonesia bersama Pertamina EP Asset 1 Lirik terbukti memberikan wawasan, keterampilan, dan pengalaman langsung yang sangat bermanfaat bagi para peserta.

Ingin Belajar Membuat Pakan Ikan Bermutu? Ikuti Pelatihannya!

PT Pusat Training Indonesia membuka kesempatan bagi petani ikan, UMKM, kelompok masyarakat, hingga perusahaan untuk mengikuti Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Bermutu yang efektif, aplikatif, dan mudah diterapkan. Dapatkan ilmu langsung dari pakar, praktik lapangan, modul lengkap, dan sertifikat. Hubungi tim marketing PT Pusat Training Indonesia sekarang dan tingkatkan kemampuan Anda dalam membuat pakan ikan berkualitas!

PELATIHAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN JAKARTA
TRAINING PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN

PELATIHAN MENYUSUN STANDAR KOMPETENSI JABATAN

DESKRIPSI PELATIHAN PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN

Standar Kompetensi Jabatan merupakan deskripsi pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan seorang Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas jabatan. Penilaian Kompetensi adalah proses membandingkan antara kompetensi jabatan yang dipersyaratkan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pernegang jabatan atau calon pemegang jabatan.

Tujuannya antara lain adalah untuk:
1. Kompetensi pegawai, baik teknis dan manajerial, dapat terukur secara akurat dan dapat diakui oleh organisasi;
2. Setiap jabatan di lingkungan instansi pemerintah memiliki standar kompetensi dan kualifikasi jabatan yang sesuai dengan tuntutan fungsi jabatan/kerjanya;
3. Setiap ASN dapat ditempatkan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

PELATIHAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN JAKARTA
PELATIHAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN JAKARTA

OUTLINE MATERI TRAINING

Berikut ini adalah outline materi pelatihan penyusunan standar kompetensi jabatan. Apabila Anda membutuhkan tambahan materi yang lain dapat menghubungi marketing training kami.

1. Pengantar: Pemahaman Dasar Standar Kompetensi Jabatan
• Definisi dan fungsi standar kompetensi jabatan
• Relevansi standar kompetensi dalam peningkatan kualitas layanan publik
• Peran ASN dalam mendukung standar kompetensi yang terukur

2. Kerangka Regulasi dan Kebijakan Standar Kompetensi di Pemerintahan
• Kebijakan nasional tentang manajemen talenta ASN
• Peraturan Menteri PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN)
• Konsep “Competency-Based Human Resource Management” (CBHRM)

3. Pendekatan dan Prinsip dalam Penyusunan Standar Kompetensi
• Prinsip-prinsip dasar: relevansi, akurasi, dan spesifisitas kompetensi
• Pendekatan berbasis tugas dan pendekatan berbasis perilaku
• Perbedaan antara kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural

4. Teknik Identifikasi Kebutuhan Kompetensi Jabatan
• Metode Job Analysis dan Competency Mapping
• Penggunaan data dalam identifikasi kebutuhan kompetensi
• Teknik pengumpulan data: Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan survei

5. Penyusunan dan Perumusan Standar Kompetensi Jabatan
• Langkah-langkah merumuskan standar kompetensi: elemen, level, dan indikator
• Merancang deskripsi kompetensi berdasarkan hasil analisis
• Penyusunan matriks kompetensi: hubungan antara jabatan dan level kompetensi

6. Validasi dan Implementasi Standar Kompetensi Jabatan
• Teknik validasi: expert review, uji coba lapangan, dan revisi
• Strategi implementasi di unit kerja dan integrasi ke dalam sistem manajemen SDM
• Evaluasi dampak dan pemantauan berkelanjutan

7. Penggunaan Standar Kompetensi dalam Fungsi SDM Lainnya
• Rekrutmen berbasis kompetensi
• Pengembangan pelatihan dan rencana pengembangan karier
• Penilaian kinerja berbasis kompetensi: dari pengukuran hingga feedback

8. Simulasi dan Praktik Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan
• Simulasi penyusunan standar kompetensi untuk jabatan tertentu
• Pengembangan indikator dan level kompetensi
• Penyusunan matriks kompetensi dalam kelompok dan presentasi hasil

9. Refleksi dan Evaluasi Pelatihan
• Diskusi tentang tantangan dalam penerapan standar kompetensi
• Evaluasi hasil pembelajaran dan pemahaman peserta
• Rekomendasi untuk implementasi di lingkungan kerja

INSTRUKTUR/ PEMATERI PELATIHAN

Pelatihan ini akan diberikan oleh Tirtana Brachnata dan Tim dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

METODE PELATIHAN

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

JADWAL TRAINING

Pelatihan Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan ini akan berlangsung pada tanggal 1-3 Oktober 2024 berlokasi di Hotel D’Season Premiere Kota Jepara, Jawa Tengah. Informasi mengenai kebutuhan transportasi menuju lokasi dapat menghubungi tim marketing PT Pusat Training Indonesia.

INVESTASI TRAINING

Investasi pelatihan ini Rp 9.000.000/ peserta. Biaya tersebut sudah termasuk dengan fasilitas meeting room, hotel penginapan peserta,  souvenir ekslusive, modul training , dokumentasi pelatihan, 2 kali coffee break setiap hari dan free lunch untuk masing masing peserta. 

FASILITAS PELATIHAN 

  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2x Coffee Break & 1 Lunch
  • FREE Souvenir Exclusive (Polo Tshirt)

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PENDAFTARAN PELATIHAN 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut baik terkait harga dan outline materi yang lain silahkan menghubungi marketing represntative kami melalui WhatsApp berikut ini 62812-1860-0928.  Anda juga dapat menghubungi kami melalui email berikut info.pusattraining@gmail.com

PELATIHAN CONCEPTUAL THINKING STRATEGY
PELATIHAN CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

PENGERTIAN CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

Conceptual thinking strategy merupakan pendekatan kognitif yang berfokus pada pemahaman konsep dan hubungan antaride.

Dengan mengadaptasi conceptual thinking, individu dapat mengembangkan wawasan yang mendalam, merancang solusi yang berkelanjutan, dan meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi dinamika kompleks dalam era informasi dan teknologi saat ini.

TUJUAN DAN MANFAAT CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

Tujuan Mengikuti Conceptual Thinking Strategy:

  1. Pemahaman Konsep:
    • Mengembangkan pemahaman mendalam terhadap konsep-konsep kunci dalam berbagai situasi atau disiplin ilmu.
  2. Pemecahan Masalah:
    • Meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi akar permasalahan dan merancang solusi yang lebih efektif.
  3. Kreativitas:
    • Memotivasi kreativitas dan inovasi dengan melihat suatu masalah dari perspektif yang berbeda dan merumuskan ide-ide baru.
  4. Analisis Holistik:
    • Mendorong analisis holistik terhadap informasi, memahami hubungan antar elemen, dan melihat gambaran besar.
  5. Pengembangan Konsep Baru:
    • Merangsang pembentukan konsep-konsep baru yang dapat membawa pada pemikiran yang lebih maju dan unggul.
  6. Pengambilan Keputusan yang Bijak:
    • Membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijak dengan mempertimbangkan konsep-konsep penting yang terlibat.
  7. Pemikiran Kritis:
    • Mendorong pemikiran kritis dengan menilai informasi secara mendalam dan menyeluruh.

Manfaat Mengikuti Conceptual Thinking Strategy:

  1. Inovasi:
    • Mendorong terciptanya ide-ide inovatif yang dapat merangsang perkembangan dan kemajuan.
  2. Efisiensi Pemecahan Masalah:
    • Mempercepat proses pemecahan masalah dengan pendekatan yang lebih terfokus dan terarah.
  3. Pengembangan Strategi Jangka Panjang:
    • Membantu dalam merancang strategi jangka panjang dengan mempertimbangkan konsep-konsep yang relevan.
  4. Komunikasi yang Efektif:
    • Meningkatkan kemampuan untuk menyampaikan ide dan konsep secara jelas kepada orang lain.
  5. Kesiapan Menghadapi Perubahan:
    • Mengembangkan ketangguhan mental dan kesiapan untuk menghadapi perubahan dengan pemahaman konsep yang kuat.
  6. Peningkatan Produktivitas:
    • Memperbaiki produktivitas dengan meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk memahami dasar-dasar suatu konsep.
  7. Keunggulan Bersaing:
    • Memberikan keunggulan kompetitif dalam situasi yang kompleks dengan kemampuan untuk berpikir secara konseptual.

MATERI CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

  1. Pendahuluan
  • Definisi dan Konsep Dasar
    • Pengertian Conceptual Thinking Strategy
    • Hubungan antara Konsep dan Strategi Pemikiran
  • Pentingnya Conceptual Thinking dalam Konteks Modern
  1. Prinsip-Prinsip Conceptual Thinking
  • Analisis Konsep
    • Identifikasi Elemen-elemen Kunci
    • Kaitan antar Konsep
  • Pemahaman Holistik
    • Melihat Gambaran Besar
    • Memahami Konteks dan Lingkungan
  • Fleksibilitas Berpikir
    • Mengembangkan Kemampuan untuk Melihat dari Perspektif yang Berbeda
    • Adaptabilitas terhadap Perubahan Konsep

III. Proses Conceptual Thinking

  • Pengumpulan Informasi
    • Identifikasi Sumber Informasi yang Relevan
    • Evaluasi Keandalan dan Relevansi Informasi
  • Analisis Konsep
    • Menerapkan Metode Analisis Konsep
    • Mencari Pola dan Hubungan
  • Pengembangan Ide dan Konsep Baru
    • Stimulasi Kreativitas
    • Merumuskan Solusi Inovatif
  1. Aplikasi Conceptual Thinking
  • Pemecahan Masalah
    • Menggunakan Conceptual Thinking untuk Mengidentifikasi Akar Permasalahan
    • Merancang Solusi yang Efektif
  • Pengembangan Strategi Bisnis
    • Menerapkan Conceptual Thinking dalam Pengembangan Rencana Bisnis
    • Strategi Inovatif untuk Keunggulan Bersaing
  • Pendidikan dan Pengembangan Pribadi
    • Menerapkan Conceptual Thinking dalam Proses Pembelajaran
    • Pengembangan Pribadi Berbasis Konsep
  1. Studi Kasus dan Latihan Praktis
  • Analisis Studi Kasus
    • Penerapan Conceptual Thinking dalam Kasus Nyata
  • Latihan Praktis
    • Penggunaan Alat dan Teknik Conceptual Thinking
    • Perancangan Solusi untuk Tantangan Spesifik
  1. Evaluasi dan Umpan Balik
  • Ujian Tengah Semester
  • Tugas Individu dan Kelompok
  • Proyek Akhir: Aplikasi Conceptual Thinking dalam Konteks Nyata
  • Sesi Umpan Balik dan Pembahasan Hasil Evaluasi

VII. Kesimpulan dan Refleksi

  • Tinjauan Kembali Materi dan Konsep
  • Pembahasan Hasil Proyek Akhir
  • Refleksi Pribadi: Peningkatan Kemampuan Conceptual Thinking

PESERTA PELATIHAN CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

PELATIHAN CONCEPTUAL THINKING STRATEGY

  1. Manajer dan Pemimpin Organisasi:
    • Mempunyai tanggung jawab dalam pengambilan keputusan strategis.
    • Perlu melihat gambaran besar dan merancang rencana jangka panjang.
  2. Tim Riset dan Pengembangan:
    • Menghadapi kompleksitas dalam mengeksplorasi ide-ide baru.
    • Memerlukan analisis konsep untuk pengembangan produk atau layanan inovatif.
  3. Profesional Bisnis dan Konsultan:
    • Penting dalam menyusun strategi bisnis yang efektif.
    • Memerlukan kemampuan untuk melihat peluang dan risiko dengan pendekatan konseptual.
  4. Pendidik dan Guru:
    • Perlu mengembangkan metode pengajaran yang inovatif.
    • Menggunakan conceptual thinking dalam merancang kurikulum dan strategi pembelajaran.
  5. Mahasiswa dan Pelajar:
    • Untuk meningkatkan kemampuan analitis dan kreatif.
    • Menghadapi tugas dan proyek yang memerlukan pemikiran konseptual.
  6. Profesional Kreatif:
    • Seniman, desainer, penulis, dll.
    • Memerlukan pemahaman konsep untuk menciptakan karya-karya kreatif.
  7. Pegawai yang Sedang Menghadapi Perubahan Organisasi:
    • Menggunakan conceptual thinking untuk beradaptasi dengan perubahan.
    • Membangun ketangguhan mental dalam menghadapi dinamika organisasi.
  8. Pelaku Inovasi dan Startup:
    • Penting dalam merancang model bisnis yang unik.
    • Menghadapi tantangan kreatif dalam pengembangan produk atau layanan baru.
  9. Ahli Riset dan Ilmuwan:
    • Memerlukan analisis konsep untuk mengembangkan teori dan penelitian.
    • Penting dalam merancang eksperimen dan menginterpretasi hasil.
  10. Profesional Layanan Kesehatan:
    • Menghadapi kompleksitas dalam diagnosis dan perencanaan perawatan.
    • Memerlukan kemampuan untuk melihat gambaran keseluruhan kondisi kesehatan pasien.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PELATIHAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS
PELATIHAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS

PENGERTIAN IFRS  (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

Pelatihan International Financial Reporting Standards adalah seperangkat standar akuntansi internasional yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk menyusun laporan keuangan.

Oleh karena itu, mengikuti IFRS bukan hanya menjadi kewajiban hukum di banyak negara, tetapi juga menjadi strategi yang penting untuk menjaga integritas dan keberlanjutan bisnis di era globalisasi ini.

TUJUAN DAN MANFAAT IFRS  (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS) 

Tujuan Mengikuti IFRS:

  • Keseragaman Pelaporan Keuangan: IFRS bertujuan menciptakan standar akuntansi yang seragam di seluruh dunia, memungkinkan perbandingan yang mudah antara laporan keuangan perusahaan dari berbagai negara.
  • Transparansi Finansial: IFRS dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam pelaporan keuangan, memberikan informasi yang lebih jelas dan terinci kepada pemangku kepentingan.
  • Akuntabilitas dan Integritas: Standar IFRS bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perusahaan, membantu menghindari manipulasi laporan keuangan, dan memastikan integritas dalam pelaporan finansial.
  • Akses ke Pasar Global: Dengan mengikuti IFRS, perusahaan dapat lebih mudah mengakses pasar keuangan global, memperluas kesempatan investasi, dan meningkatkan daya tarik bagi investor internasional.
  • Peningkatan Efisiensi Bisnis: IFRS membantu perusahaan mengurangi biaya dan kompleksitas yang terkait dengan penyusunan laporan keuangan yang berbeda-beda untuk berbagai pasar.

Manfaat Mengikuti IFRS:

  • Kepercayaan Investor: Adopsi IFRS dapat meningkatkan kepercayaan investor karena laporan keuangan yang sesuai dengan standar internasional memberikan gambaran yang lebih jelas dan dapat dipahami.
  • Perbandingan Lintas Batas: Dengan menggunakan IFRS, perusahaan dapat dengan mudah dibandingkan dengan pesaing globalnya, membantu investor dan analis membuat keputusan investasi yang lebih baik.
  • Daya Saing Global: Mengikuti IFRS membantu perusahaan tetap kompetitif di pasar global, karena menyediakan standar yang diakui secara internasional.
  • Penurunan Biaya Keuangan: Standar IFRS membantu mengurangi biaya keuangan yang terkait dengan konversi laporan keuangan untuk memenuhi persyaratan berbagai negara.
  • Peningkatan Akses Modal: Adopsi IFRS dapat meningkatkan akses perusahaan ke sumber modal global, membuka peluang pembiayaan dan investasi yang lebih luas.

MATERI IFRS  (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

  • I. Pendahuluan
  • A. Definisi dan Sejarah IFRS
  • B. Tujuan dan Manfaat Adopsi IFRS
  • C. Struktur dan Organisasi IFRS Foundation
  • II. Kerangka Konseptual
  • A. Pengantar Kerangka Konseptual
  • B. Pengguna dan Tujuan Laporan Keuangan
  • C. Unsur Laporan Keuangan Menurut Kerangka Konseptual
  • III. Standar Keuangan IFRS (IFRS Standards)
  • A. Pernyataan Keuangan dan Pengungkapan
  • B. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
  • C. Neraca dan Arus Kas
  • D. Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi, dan Kesalahan
  • IV. Pengakuan dan Pengukuran Aset dan Kewajiban
  • A. Aset Keuangan
  • B. Kewajiban Keuangan
  • C. Properti, Pabrik, dan Peralatan
  • D. Aset Tetap dan Penyusutan
  • V. Pengakuan dan Pengukuran Pendapatan
  • A. Pendapatan dari Penjualan Barang dan Jasa
  • B. Pendapatan Bersih dan Kriteria Pengakuan Pendapatan
  • C. Instrumen Keuangan: Pendapatan, Kerugian, dan Keuntungan
  • VI. Standar IFRS untuk Industri Khusus
  • A. IFRS di Sektor Keuangan (IFRS 9, IFRS 15)
  • B. IFRS di Sektor Energi (IFRS 6)
  • C. IFRS di Sektor Pelayanan (IFRS 16)
  • VII. Laporan Keuangan Konsolidasi
  • A. Kriteria Pengakuan dan Pengukuran Entitas Anak
  • B. Konsolidasi dan Equity Method
  • C. Penghapusan Laba dan Kerugian dari Transaksi Internal
  • VIII. Tantangan dan Kontroversi dalam Adopsi IFRS
  • A. Implikasi Penerapan IFRS di Berbagai Negara
  • B. Perbedaan Antara IFRS dan Standar Akuntansi Lokal
  • C. Kontroversi dan Tantangan Implementasi
  • IX. Studi Kasus dan Aplikasi Praktis
  • A. Analisis Laporan Keuangan Berbasis IFRS
  • B. Kasus-kasus Kontemporer dalam Adopsi IFRS
  • C. Simulasi Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan IFRS
  • X. Evaluasi dan Ujian Akhir
  • A. Review Materi dan Konsep Utama
  • B. Evaluasi Kemampuan Menerapkan IFRS dalam Konteks Bisnis
  • C. Ujian Akhir dan Diskusi Reflektif
  • XI. Diskusi Terkini dan Update IFRS
  • A. Perubahan dan Update Terkini dalam IFRS
  • B. Diskusi tentang Tantangan Masa Depan dan Kemungkinan Perubahan
  • XII. Pemahaman Etika dan Kepatuhan
  • A. Aspek Etika dalam Pelaporan Keuangan
  • B. Kepatuhan terhadap Standar dan Tanggung Jawab Profesional

PESERTA PELATIHAN IFRS (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS)

PELATIHAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS

  1. Akuntan dan Auditor:
    • Mempersiapkan dan mengevaluasi laporan keuangan sesuai dengan standar IFRS.
    • Memahami perubahan terbaru dalam IFRS untuk memastikan kepatuhan.
  2. Manajer Keuangan:
    • Menyusun kebijakan keuangan perusahaan dengan mempertimbangkan prinsip IFRS.
    • Mengoptimalkan strategi keuangan berdasarkan persyaratan IFRS.
  3. Direktur Keuangan:
    • Bertanggung jawab atas kepatuhan laporan keuangan dengan standar IFRS.
    • Mengelola risiko dan menyusun strategi keuangan berdasarkan panduan IFRS.
  4. Pemilik Usaha:
    • Memahami dampak adopsi IFRS terhadap nilai perusahaan dan keputusan investasi.
    • Menyusun strategi bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip IFRS.
  5. Profesional Keuangan:
    • Mengikuti perkembangan terbaru IFRS untuk memberikan saran keuangan yang akurat.
    • Memahami implikasi IFRS dalam pengelolaan portofolio investasi.
  6. Mahasiswa Akuntansi dan Keuangan:
    • Mempersiapkan diri dengan pengetahuan dasar dan aplikatif mengenai IFRS.
    • Menggunakan pelatihan sebagai landasan untuk karir di bidang akuntansi dan keuangan.
  7. Pegawai Perusahaan Publik:
    • Menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan persyaratan regulasi IFRS.
    • Memastikan pengungkapan informasi yang tepat dan transparan.
  8. Konsultan Keuangan:
    • Memberikan layanan konsultasi berbasis IFRS kepada klien.
    • Memastikan pemahaman mendalam terhadap perubahan dan perkembangan IFRS.
  9. Pengawas dan Regulator Keuangan:
    • Memahami praktik keuangan perusahaan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi.
    • Memastikan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi IFRS.
  10. Pengajar dan Pelatih Akuntansi:
    • Menyampaikan informasi terbaru dan praktik terbaik dalam adopsi IFRS.
    • Mengembangkan keterampilan peserta untuk mengimplementasikan IFRS dengan efektif.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PELATIHAN DESIGN THINKING
PELATIHAN DESIGN THINKING

PENGERTIAN DESIGN THINKING

Design Thinking adalah suatu pendekatan kreatif dalam menyelesaikan masalah yang mengutamakan pemahaman mendalam terhadap pengguna atau konsumen. 

Oleh karena itu, partisipasi dalam proses Design Thinking menjadi esensial bagi organisasi dan individu yang ingin tetap kompetitif dan responsif terhadap tuntutan pasar yang terus berubah.

TUJUAN DAN MANFAAT DESIGN THINKING

  • Inovasi: Mendorong terciptanya solusi yang inovatif dan out-of-the-box.
  • Pemahaman Pengguna: Memahami secara mendalam kebutuhan, masalah, dan keinginan pengguna.
  • Kolaborasi Tim: Meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dalam tim lintas disiplin.
  • Responsif terhadap Perubahan: Membantu organisasi menjadi lebih adaptif terhadap perubahan pasar atau kebutuhan pengguna.
  • Penyelesaian Masalah yang Berfokus pada Pengguna: Menghadirkan solusi yang tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga memperhitungkan pengalaman pengguna.
  • Penghematan Waktu dan Sumber Daya: Mencegah pemborosan dengan merancang solusi yang lebih tepat dan relevan.
  • Peningkatan Kreativitas: Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan melibatkan ide-ide segar.
  • Peningkatan Keberlanjutan: Merancang solusi yang lebih berkelanjutan dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
  • Pengujian Prototipe: Memvalidasi ide dengan cepat melalui pembuatan prototipe dan pengujian.
  • Peningkatan Keunggulan Kompetitif: Menciptakan produk atau layanan yang lebih unggul dan membedakan dari pesaing.

Manfaat Mengikuti Design Thinking:

  • Solutif dan Efektif: Mendapatkan solusi yang lebih baik dan lebih efektif.
  • Peningkatan Keberhasilan Proyek: Meningkatkan kemungkinan keberhasilan proyek dengan merancang solusi yang relevan.
  • Peningkatan Pengalaman Pengguna: Menciptakan pengalaman pengguna yang lebih memuaskan dan intuitif.
  • Pengurangan Risiko: Mengurangi risiko kegagalan dengan melakukan iterasi dan pengujian sepanjang proses.
  • Peningkatan Motivasi Tim: Meningkatkan motivasi dan keterlibatan tim melalui partisipasi dalam proses kreatif.
  • Perbaikan Produk atau Layanan yang Berkelanjutan: Membuka jalan untuk perbaikan terus-menerus berdasarkan umpan balik dan perkembangan pasar.
  • Penghematan Biaya Jangka Panjang: Mencegah biaya tambahan yang mungkin muncul akibat perubahan atau penyesuaian setelah peluncuran.
  • Pemahaman yang Lebih Baik terhadap Pasar: Menghasilkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan pasar.
  • Peningkatan Reputasi: Membangun reputasi positif dengan menyediakan solusi yang inovatif dan relevan.
  • Peningkatan Keterlibatan Pengguna: Menciptakan produk atau layanan yang lebih menarik dan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna.

MATERI DESIGN THINKING

  1. Pengantar Design Thinking
  • Definisi dan Sejarah Design Thinking
  • Prinsip-prinsip dasar Design Thinking
  • Beda antara pendekatan tradisional dan Design Thinking
  1. Tahapan-tahapan Design Thinking
  • Empati: Memahami pengguna dan konteksnya
  • Definisi Masalah: Merumuskan permasalahan secara jelas
  • Ideasi: Menghasilkan ide-ide kreatif
  • Prototyping: Membuat model atau prototipe solusi
  • Pengujian: Menguji prototipe dengan pengguna

III. Alat dan Metode Design Thinking

  • Persona: Membuat profil karakter pengguna
  • Journey Mapping: Menganalisis perjalanan pengguna
  • Brainstorming: Menghasilkan ide secara kolaboratif
  • Mind Mapping: Visualisasi ide dan konsep
  • Storytelling: Menyampaikan solusi melalui narasi
  1. Implementasi Design Thinking dalam Organisasi
  • Budaya Inovasi: Membangun budaya inovatif dalam organisasi
  • Tim Multidisiplin: Kolaborasi antar anggota tim dari berbagai disiplin
  • Pengembangan Produk: Proses merancang produk atau layanan dengan pendekatan Design Thinking
  • Pengaplikasian pada Proyek-proyek Spesifik
  1. Studi Kasus Design Thinking
  • Menelaah contoh-contoh sukses implementasi Design Thinking
  • Analisis kegagalan dan pembelajaran dari implementasi sebelumnya
  1. Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan
  • Kriteria evaluasi dalam Design Thinking
  • Mengukur dampak dan keberhasilan proyek
  • Pembelajaran berkelanjutan dari setiap implementasi

VII. Tantangan dan Hambatan dalam Mengadopsi Design Thinking

  • Mengatasi resistensi dan tantangan dalam organisasi
  • Strategi untuk menghadapi hambatan implementasi
  • Mengelola ekspektasi stakeholders

VIII. Workshop Praktis Design Thinking

  • Latihan desain kolaboratif
  • Membuat prototipe sederhana
  • Pengujian dan iterasi
  1. Tinjauan Etika dalam Design Thinking
  • Pertimbangan etika dalam merancang produk atau layanan
  • Dampak sosial dan lingkungan
  1. Masa Depan Design Thinking
  • Perkembangan terkini dan tren dalam Design Thinking
  • Integrasi dengan teknologi baru dan kecerdasan buatan
  1. Evaluasi Akhir dan Sertifikat
  • Ujian akhir
  • Penilaian proyek
  • Pemberian sertifikat

PESERTA TRAINING DESIGN THINKING

PELATIHAN DESIGN THINKING

  • Tim R&D dan Inovasi: Anggota tim penelitian dan pengembangan yang ingin meningkatkan kemampuan merancang solusi inovatif.
  • Manajer Produk: Manajer produk yang ingin memahami lebih dalam kebutuhan pengguna dan merancang produk yang lebih efektif.
  • Pengembang Produk dan Desainer: Profesional yang terlibat langsung dalam proses merancang dan mengembangkan produk atau layanan.
  • Pemimpin Tim: Pemimpin tim yang ingin memperkuat kemampuan kolaboratif dan kreativitas dalam timnya.
  • Pemimpin Organisasi: Pimpinan perusahaan yang ingin membangun budaya inovatif dan responsif terhadap perubahan.
  • Analis Bisnis: Profesional analisis bisnis yang ingin meningkatkan kemampuan merumuskan dan memecahkan masalah.
  • Pengembang Karir dan Konsultan: Individu yang berfokus pada pengembangan karir dan konsultasi, yang ingin membantu klien atau individu merancang solusi yang lebih baik.
  • Pengusaha dan Startup Founder: Orang-orang yang memimpin usaha baru dan ingin mengadopsi pendekatan inovatif dalam mengembangkan produk atau layanan mereka.
  • Pengelola Proyek: Profesional yang terlibat dalam manajemen proyek dan ingin meningkatkan kemampuan merancang solusi yang lebih relevan.
  • Tenaga Pendidik dan Pelatih: Guru, dosen, atau pelatih yang ingin membekali diri dengan metode-metode inovatif untuk memfasilitasi pembelajaran.
  • Profesional Layanan Pelanggan: Individu yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan ingin meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan dan masalah pelanggan.
  • Pegawai Pemerintah dan Nirlaba: Individu yang bekerja di sektor publik atau nirlaba yang ingin menerapkan inovasi dalam menyediakan layanan publik atau sosial.
  • Desainer User Interface (UI) dan User Experience (UX): Profesional yang terlibat dalam desain antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna.
  • Pengembang Sosial dan Lingkungan: Orang-orang yang ingin merancang solusi inovatif untuk tantangan sosial dan lingkungan.
  • Profesional Teknologi dan IT: Anggota tim teknologi yang ingin memahami kebutuhan pengguna secara lebih holistik dan kontekstual.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PELATIHAN TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION
PELATIHAN TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

PENGERTIAN TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

Tax accounting dan fiscal reconciliation merupakan dua aspek krusial dalam dunia keuangan perusahaan yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan keuangan dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan perpajakan yang berlaku.

Oleh karena itu, partisipasi yang sungguh-sungguh dalam tax accounting dan fiscal reconciliation bukan hanya sekadar kewajiban peraturan, tetapi juga investasi strategis untuk menjaga stabilitas dan kelangsungan bisnis perusahaan.

TUJUAN DAN MANFAAT TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

Tujuan Mengikuti Tax Accounting:

  • Kepatuhan Hukum: Memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi perpajakan yang berlaku, mencegah potensi sanksi, dan mengurangi risiko pelanggaran hukum.
  • Akurasi Pencatatan Keuangan: Menyediakan rekaman yang akurat tentang transaksi keuangan, termasuk pajak, untuk mendukung integritas dan kredibilitas laporan keuangan perusahaan.
  • Optimasi Kewajiban Pajak: Mengidentifikasi peluang legal untuk mengurangi kewajiban pajak, sehingga memaksimalkan keuntungan bersih perusahaan.
  • Pengelolaan Risiko Pajak: Menilai dan mengelola risiko terkait perubahan regulasi pajak atau interpretasi yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan.
  • Menghindari Sengketa Pajak: Mencegah sengketa dengan otoritas pajak melalui persiapan dan pemeliharaan dokumentasi yang baik.

Manfaat Mengikuti Tax Accounting:

  • Keuangan yang Sehat: Memastikan keberlanjutan dan stabilitas keuangan perusahaan melalui manajemen yang baik terhadap aspek perpajakan.
  • Efisiensi Operasional: Menyederhanakan proses perpajakan dan pencatatan keuangan, mengurangi beban administratif, dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Peningkatan Kepercayaan Stakeholder: Menyediakan informasi keuangan yang kredibel dan akurat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, seperti investor, kreditur, dan pihak berkepentingan lainnya.
  • Pengelolaan Kas Secara Optimal: Dengan memahami implikasi perpajakan, perusahaan dapat merencanakan pengelolaan kas dengan lebih baik, mengoptimalkan arus kas, dan mengurangi beban pajak.
  • Peluang Pengembangan Bisnis: Identifikasi peluang bisnis baru dan strategi pengembangan melalui pemahaman yang lebih baik tentang dampak perpajakan terhadap keputusan keuangan.
  • Pengendalian Biaya: Dengan memahami konsekuensi perpajakan, perusahaan dapat mengelola dan mengendalikan biaya pajak, meningkatkan profitabilitas, dan efisiensi keuangan secara keseluruhan.

MATERI TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

  • I. Pendahuluan
  • A. Definisi dan Ruang Lingkup
  • 1. Pengertian Tax Accounting
  • 2. Konsep Fiscal Reconciliation
  • B. Peran dan Pentingnya
  • 1. Kepatuhan Hukum dan Reputasi Perusahaan
  • 2. Pengelolaan Keuangan yang Efektif
  • II. Dasar-Dasar Pajak
  • A. Sistem Pajak dan Jenis-Jenisnya
  • 1. Pajak Penghasilan
  • 2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • 3. Pajak Lainnya
  • B. Prinsip-Prinsip Perpajakan
  • 1. Kepatuhan
  • 2. Kewajaran dan Keadilan
  • III. Tax Accounting
  • A. Pengelolaan Pencatatan Keuangan
  • 1. Pencatatan Pendapatan dan Beban Pajak
  • 2. Pengakuan Aset dan Kewajiban Pajak Tangguhan
  • B. Proses Perhitungan Pajak
  • 1. Penyesuaian Laba Bersih untuk Tujuan Perpajakan
  • 2. Penentuan Kewajiban Pajak Saat Ini
  • IV. Fiscal Reconciliation
  • A. Konsep dan Tujuan
  • 1. Pencocokan Catatan Keuangan dengan Informasi Perpajakan
  • 2. Identifikasi dan Penanganan Ketidaksesuaian
  • B. Strategi Pemeliharaan Dokumentasi
  • 1. Pentingnya Dokumentasi yang Akurat
  • 2. Pemeliharaan dan Penyusunan Bukti Transaksi
  • V. Manfaat dan Peluang Peningkatan Keuntungan
  • A. Optimasi Kewajiban Pajak
  • 1. Identifikasi Peluang Penghematan Pajak
  • 2. Strategi Pengelolaan Pajak yang Efektif
  • B. Peningkatan Efisiensi Operasional
  • 1. Upaya Mengurangi Beban Administratif
  • 2. Penggunaan Teknologi dalam Tax Accounting
  • VI. Pengelolaan Risiko Pajak
  • A. Analisis Risiko Perubahan Regulasi
  • 1. Memonitor dan Menyesuaikan dengan Perubahan Hukum Pajak
  • 2. Strategi Menghadapi Risiko yang Mungkin Timbul
  • B. Mencegah Sengketa Pajak
  • 1. Persiapan dan Dokumentasi untuk Menanggapi Audit Pajak
  • 2. Strategi Penyelesaian Sengketa Pajak
  • VII. Kasus Studi dan Aplikasi Praktis
  • A. Analisis Kasus Riil dalam Tax Accounting
  • B. Implementasi Strategi Fiscal Reconciliation
  • VIII. Evaluasi dan Ujian Akhir
  • A. Penilaian Pemahaman Konsep
  • B. Ujian Terstruktur
  • IX. Diskusi dan Tanya Jawab
  • A. Forum Interaktif untuk Pertanyaan dan Diskusi
  • X. Penutup
  • A. Ringkasan Materi
  • B. Refleksi dan Langkah Selanjutnya

PESERTA PELATIHAN TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

PELATIHAN TAX ACCOUNTING & FISCAL RECONCILIATION

  1. Staf Keuangan dan Akuntansi:
    • Mempelajari prinsip-prinsip tax accounting untuk mengelola pencatatan keuangan yang sesuai dengan aturan perpajakan.
    • Memahami strategi fiscal reconciliation untuk memastikan konsistensi antara catatan keuangan dan informasi perpajakan.
  2. Manajer Keuangan:
    • Mengembangkan pemahaman mendalam tentang konsep tax accounting untuk mengoptimalkan kewajiban pajak dan meningkatkan efisiensi operasional.
    • Belajar strategi pengelolaan risiko pajak dan mencegah sengketa pajak yang dapat merugikan perusahaan.
  3. Pemilik Usaha Kecil dan Menengah:
    • Memahami dasar-dasar pajak dan prinsip perpajakan untuk mengelola kewajiban pajak secara efektif.
    • Mengidentifikasi peluang penghematan pajak dan meningkatkan pengelolaan kas dalam konteks perpajakan.
  4. Konsultan Pajak:
    • Meningkatkan keterampilan dalam tax accounting untuk memberikan layanan konsultasi yang lebih komprehensif kepada klien.
    • Memahami strategi fiscal reconciliation untuk membantu klien dalam meminimalkan risiko dan sengketa pajak.
  5. Pegawai Keuangan dan Pajak:
    • Mendapatkan pemahaman mendalam tentang proses perhitungan pajak dan pencocokan catatan keuangan dengan informasi perpajakan.
    • Meningkatkan keterampilan dalam mengelola dokumentasi yang diperlukan untuk mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pajak.
  6. Pemimpin Tim Keuangan:
    • Mengembangkan strategi pengelolaan pajak yang terarah untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan.
    • Mempelajari praktik terbaik dalam fiscal reconciliation untuk meningkatkan kualitas dan keakuratan laporan keuangan.
  7. Mahasiswa Akuntansi dan Keuangan:
    • Mendapatkan pengetahuan awal tentang tax accounting dan fiscal reconciliation sebagai bekal untuk karir di dunia keuangan.
    • Mengembangkan pemahaman tentang peran pajak dalam keputusan keuangan dan strategi bisnis.
  8. Auditor Internal:
    • Meningkatkan kemampuan dalam menganalisis dan memverifikasi catatan keuangan terkait dengan aspek perpajakan.
    • Memahami bagaimana fiscal reconciliation dapat membantu dalam mendeteksi dan mengatasi potensi kesalahan atau penyimpangan.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PELATIHAN PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI
PELATIHAN PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

PENGERTIAN PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Pelatihan Pengelolaan Logistik Dalam Proyek Konstruksi  merupakan suatu pendekatan yang penting untuk menjamin kelancaran dan efisiensi dalam pelaksanaan suatu proyek.

Dengan demikian, peran manajemen logistik dalam proyek konstruksi menjadi kunci dalam mencapai kesuksesan secara holistik.

TUJUAN DAN MANFAAT PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Tujuan Pengelolaan Logistik dalam Proyek Konstruksi:

  • Pencapaian Efisiensi Operasional: Memastikan penggunaan sumber daya logistik seperti material dan peralatan berjalan efisien.
  • Pengendalian Biaya: Menekan biaya pengadaan, penyimpanan, dan distribusi material untuk mengoptimalkan anggaran proyek.
  • Pemenuhan Ketersediaan Material: Menjamin ketersediaan material konstruksi sesuai jadwal proyek untuk menghindari penundaan.
  • Manajemen Risiko: Mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko terkait dengan logistik, seperti keterlambatan pengiriman atau kekurangan material.
  • Kepatuhan HSE (Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan): Memastikan material dan peralatan yang digunakan memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang berlaku.
  • Penyederhanaan Proses: Mengoptimalkan alur kerja dan prosedur untuk menghindari hambatan yang dapat merugikan proyek.
  • Peningkatan Kualitas Proyek: Menjamin penggunaan material berkualitas tinggi dan peralatan yang tepat untuk meningkatkan hasil akhir konstruksi.

Manfaat Mengikuti Pengelolaan Logistik dalam Proyek Konstruksi:

  • Penghematan Waktu: Mengurangi waktu tunggu dan penundaan dalam penerimaan dan distribusi material.
  • Pengurangan Risiko Kesalahan: Mencegah kesalahan pengiriman atau kekurangan material yang dapat merugikan proyek.
  • Optimasi Anggaran: Menjamin alokasi dana yang efektif dan efisien untuk pengadaan dan distribusi material.
  • Peningkatan Produktivitas: Memastikan ketersediaan peralatan yang tepat pada waktu yang tepat untuk meningkatkan produktivitas konstruksi.
  • Reputasi dan Kepercayaan: Meningkatkan reputasi perusahaan dengan menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan spesifikasi.
  • Kepatuhan Hukum: Menjaga kepatuhan terhadap regulasi logistik dan lingkungan yang berlaku.
  • Peningkatan Hubungan dengan Pihak Ketiga: Memperkuat hubungan dengan pemasok dan kontraktor melalui manajemen logistik yang efektif.
  • Sustainability (Keberlanjutan): Mendukung praktik konstruksi berkelanjutan dengan manajemen logistik yang ramah lingkungan.

MATERI PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

  • I. Pendahuluan
  • A. Definisi dan Konsep Dasar
  • 1. Pengertian Logistik dalam Konteks Proyek Konstruksi
  • 2. Ruang Lingkup Pengelolaan Logistik
  • B. Peran dan Signifikansi Pengelolaan Logistik
  • 1. Keterkaitan dengan Efisiensi Operasional
  • 2. Dampak terhadap Biaya dan Waktu Proyek
  • 3. Kaitan dengan Kualitas Hasil Konstruksi
  • II. Tahapan Pengelolaan Logistik dalam Proyek Konstruksi
  • A. Perencanaan Logistik
  • 1. Identifikasi Kebutuhan Material dan Peralatan
  • 2. Penyusunan Jadwal Pengadaan dan Distribusi
  • B. Pengadaan Material
  • 1. Seleksi Pemasok dan Negosiasi Kontrak
  • 2. Pengelolaan Persediaan Material
  • C. Pengelolaan Peralatan Konstruksi
  • 1. Identifikasi Kebutuhan Peralatan
  • 2. Perawatan dan Pengelolaan Peralatan
  • D. Distribusi dan Transportasi
  • 1. Rencana Distribusi Material ke Lokasi Konstruksi
  • 2. Penentuan Metode Transportasi yang Efisien
  • III. Manajemen Risiko dan Keselamatan dalam Logistik Konstruksi
  • A. Identifikasi Risiko Logistik
  • 1. Keterlambatan Pengiriman
  • 2. Kualitas Material yang Buruk
  • B. Strategi Pengelolaan Risiko
  • 1. Pengembangan Rencana Kontinjensi
  • 2. Penerapan Best Practices untuk Mengatasi Risiko
  • C. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HSE)
  • 1. Kepatuhan Terhadap Standar Keselamatan
  • 2. Perlindungan Lingkungan dalam Logistik Konstruksi
  • IV. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Logistik
  • A. Indikator Kinerja Logistik
  • 1. Tingkat Ketersediaan Material
  • 2. Ketercapaian Waktu Pengiriman
  • B. Metode Evaluasi Efektivitas
  • 1. Analisis Terhadap Biaya dan Waktu
  • 2. Umpan Balik dari Stakeholder Proyek
  • V. Aspek Lingkungan dan Keberlanjutan dalam Logistik Konstruksi
  • A. Prinsip Keberlanjutan dalam Logistik
  • 1. Reduksi Jejak Karbon
  • 2. Penggunaan Material Ramah Lingkungan
  • B. Inovasi dan Teknologi Terkini dalam Pengelolaan Logistik
  • 1. Sistem Informasi Logistik
  • 2. Pemanfaatan Teknologi untuk Peningkatan Efisiensi
  • VI. Studi Kasus dan Diskusi
  • A. Analisis Implementasi Pengelolaan Logistik dalam Proyek Konstruksi Tertentu
  • B. Diskusi Tantangan dan Solusi dalam Kasus-kasus Logistik Konstruksi
  • VII. Penutup
  • A. Kesimpulan
  • B. Rekomendasi untuk Pengembangan Praktik Pengelolaan Logistik
  • C. Evaluasi dan Pertanyaan Peserta.

PESERTA PELATIHAN PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

PELATIHAN PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PROYEK KONSTRUKSI

  1. Manajer Proyek Konstruksi:
    • Bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan proyek secara keseluruhan.
    • Perlu memastikan ketersediaan material dan peralatan sesuai dengan jadwal proyek.
  2. Pengelola Logistik Proyek:
    • Mengelola perencanaan, pengadaan, dan distribusi material serta peralatan.
    • Menangani koordinasi antara pemasok, transportasi, dan lokasi konstruksi.
  3. Pemimpin Tim Konstruksi:
    • Memastikan bahwa seluruh tim konstruksi memiliki akses yang memadai terhadap material dan peralatan yang diperlukan.
    • Bertanggung jawab atas efisiensi operasional di lapangan.
  4. Ahli Pengadaan:
    • Terlibat dalam seleksi pemasok dan negosiasi kontrak.
    • Memahami kebutuhan material proyek dan menentukan persediaan yang tepat.
  5. Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HSE):
    • Mengidentifikasi risiko terkait logistik dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan.
    • Memastikan perlindungan lingkungan selama pengelolaan logistik.
  6. Manajer Kualitas Proyek:
    • Memastikan material yang diterima memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
    • Melibatkan diri dalam evaluasi dan pemantauan kinerja logistik.
  7. Staf Administrasi Proyek:
    • Bertanggung jawab atas pencatatan dan dokumentasi yang terkait dengan pengelolaan logistik.
    • Mendukung administrasi terkait logistik seperti pembayaran dan dokumen kontrak.
  8. Pemilik Proyek atau Pihak Pembiayaan:
    • Membutuhkan pemahaman tentang bagaimana pengelolaan logistik dapat mempengaruhi anggaran dan jadwal proyek.
    • Penting untuk membuat keputusan strategis terkait investasi dan pembiayaan proyek.
  9. Tenaga Kerja Lapangan:
    • Memerlukan akses yang tepat waktu terhadap material dan peralatan untuk menjaga produktivitas di lapangan.
    • Perlu memahami alur kerja logistik untuk mendukung pekerjaan konstruksi.
  10. Profesional Logistik:
    • Orang-orang dengan latar belakang logistik yang ingin mendalami aspek khusus pengelolaan logistik dalam konteks proyek konstruksi.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.

PELATIHAN POD AFE AND WP&B
PELATIHAN POD AFE AND WP&B

PENGERTIAN POD, AFE AND WP&B

Pengertian dan pentingnya mengikuti POD (Plan of Development), AFE (Authorization for Expenditure), dan WP&B (Work Program and Budget) sangat vital dalam industri minyak dan gas.

Dengan demikian, partisipasi aktif dalam proses ini adalah kunci untuk kesuksesan jangka panjang perusahaan di sektor minyak dan gas.

TUJUAN DAN MANFAAT POD, AFE AND WP&B

Tujuan dari PELATIHAN POD AFE AND WP&B

POD (Plan of Development):

  • Perencanaan Terstruktur: Membentuk rencana terstruktur untuk pengembangan lapangan minyak atau gas.
  • Optimalisasi Sumber Daya: Memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko serta peluang.
  • Keberlanjutan Operasi: Menjamin keberlanjutan operasi melalui pemahaman mendalam terhadap aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan.

AFE (Authorization for Expenditure):

  • Pengeluaran yang Terkendali: Mengendalikan pengeluaran melalui proses otorisasi yang terstruktur.
  • Keberlanjutan Proyek: Menjamin keberlanjutan proyek dengan memastikan ketersediaan dana yang mencukupi.
  • Manajemen Risiko Keuangan: Mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan yang mungkin muncul selama proyek.

WP&B (Work Program and Budget):

  • Perencanaan Operasional: Menyusun rencana operasional yang jelas dan terinci.
  • Alokasi Anggaran yang Efisien: Mengalokasikan anggaran secara efisien sesuai dengan prioritas dan tujuan proyek.
  • Monitoring Kinerja: Memberikan dasar untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja proyek secara berkala.

Manfaat Mengikuti POD, AFE, dan WP&B:

  • Pengambilan Keputusan yang Tepat: Membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang informasional dan terukur.
  • Efisiensi Operasional: Meningkatkan efisiensi operasional melalui perencanaan dan pengelolaan yang baik.
  • Pemenuhan Regulasi: Memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri dan lingkungan yang berlaku.
  • Pemangkasan Risiko: Mengidentifikasi dan mengelola risiko, mengurangi potensi dampak negatif pada proyek.
  • Kepatuhan Anggaran: Menjamin pengeluaran sesuai dengan anggaran yang telah disetujui, mencegah pemborosan sumber daya.
  • Peningkatan Reputasi Perusahaan: Membangun reputasi perusahaan melalui transparansi dan ketaatan terhadap standar industri.
  • Pengelolaan Sumber Daya Alam: Memastikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

MATERI POD, AFE AND WP&B

  • I. Pendahuluan
  • A. Pengenalan Industri Minyak dan Gas
  • B. Peran dan Pentingnya POD, AFE, dan WP&B dalam Pengembangan Proyek
  • II. Plan of Development (POD)
  • A. Definisi dan Tujuan POD
  • B. Komponen Utama dalam Penyusunan POD
  • 1. Aspek Teknis
  • 2. Aspek Ekonomi
  • 3. Aspek Lingkungan
  • C. Proses Evaluasi dan Validasi POD
  • D. Kaitan antara POD dengan Rencana Bisnis Perusahaan
  • III. Authorization for Expenditure (AFE)
  • A. Konsep AFE dan Peranannya dalam Pengeluaran Dana
  • B. Struktur dan Komponen AFE
  • 1. Rincian Biaya
  • 2. Justifikasi Pengeluaran
  • 3. Proyeksi Keuangan
  • C. Proses Persetujuan dan Otorisasi AFE
  • D. Pengelolaan Risiko Keuangan dalam Konteks AFE
  • IV. Work Program and Budget (WP&B)
  • A. Pengertian dan Tujuan WP&B
  • B. Penyusunan Work Program
  • 1. Aktivitas Operasional
  • 2. Rencana Pekerjaan Tim
  • C. Alokasi Anggaran dalam WP&B
  • 1. Pengeluaran Operasional
  • 2. Investasi dan Pengembangan
  • D. Proses Monitoring dan Evaluasi Kinerja dengan WP&B
  • V. Integrasi POD, AFE, dan WP&B
  • A. Hubungan dan Keterkaitan antara Ketiga Aspek
  • B. Keberlanjutan dan Pengoptimalan Operasional
  • C. Penyelarasan dengan Regulasi Industri dan Lingkungan
  • VI. Studi Kasus
  • A. Analisis Kasus Pengembangan Proyek
  • B. Perumusan POD, AFE, dan WP&B berdasarkan Kasus
  • VII. Evaluasi dan Ujian Akhir
  • A. Ujian Tertulis tentang POD, AFE, dan WP&B
  • B. Diskusi dan Analisis Kasus
  • VIII. Diskusi dan Tanya Jawab
  • A. Sesi Diskusi mengenai Tantangan dan Permasalahan Umum dalam Implementasi POD, AFE, dan WP&B
  • B. Tanya Jawab dan Klarifikasi Terkait Materi
  • IX. Kesimpulan
  • A. Poin Penting dan Temuan dalam Pelatihan
  • B. Strategi Implementasi dalam Pengembangan Proyek Minyak dan Gas
  • X. Referensi
  • A. Daftar Pustaka dan Sumber Informasi
  • B. Materi Pendukung dan Bahan Bacaan Tambahan

PESERTA PELATIHAN POD, AFE AND WP&B

PELATIHAN POD AFE AND WP&B

  1. Manajer Proyek Minyak dan Gas:
    • Memahami konsep dan implementasi POD, AFE, dan WP&B untuk mengelola proyek secara efisien.
  2. Ahli Teknis dan Insinyur Lapangan:
    • Mengerti aspek teknis dalam penyusunan POD dan peran AFE dalam mendukung pekerjaan lapangan.
  3. Manajer Keuangan:
    • Memahami struktur AFE dan pengelolaan risiko keuangan dalam konteks pengembangan proyek.
  4. Staf Pengelola Risiko:
    • Mengkaji risiko dan menyusun strategi pengelolaan risiko dalam konteks POD, AFE, dan WP&B.
  5. Profesional Keuangan dan Akuntansi:
    • Mempelajari alokasi anggaran dan peran WP&B dalam pengelolaan keuangan proyek.
  6. Penyusun Rencana Bisnis Perusahaan:
    • Memahami keterkaitan antara POD dan rencana bisnis perusahaan dalam konteks industri minyak dan gas.
  7. Pegawai Regulator dan Kepatuhan:
    • Memahami tata cara dan kepatuhan terkait regulasi industri dan lingkungan yang terkait dengan POD, AFE, dan WP&B.
  8. Tim Manajemen Senior:
    • Memahami pentingnya dan kontribusi ketiga elemen ini terhadap keberlanjutan dan kesuksesan operasional perusahaan.
  9. Konsultan Bisnis dan Manajemen:
    • Menyediakan pandangan eksternal dan praktik terbaik dalam penerapan POD, AFE, dan WP&B.
  10. Pegawai Riset dan Pengembangan:
    • Memahami bagaimana POD dapat mendukung penelitian dan pengembangan baru dalam industri minyak dan gas.

Pemateri/ Trainer Pelatihan di Jakata

Pelatihan ini akan diberikan oleh Trainer dari kalangan Praktisi, Akademisi dan Konsultan berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebelum pelatihan berlangsung Anda juga dapat berkomunikasi dengan tim training kami untuk menentukan outcome/ kompetensi yang ingin Anda capai setelah mengikuti pelatihan ini.

Metode Pelatihan di Bandung

Materi yang akan disampaikan dalam training menggunakan metode yang terdiri dari presentasi 20% , Diskusi 20%, dan Praktek kurang lebih 60 % dari keseluruhan materi pelatihan yang akan disampaikan oleh pemateri kami.  Namun jika dirasa metode ini kurang tepat untuk Tim dan Perusahaan Anda, tidak perlu sungkan untuk mendiskusikan hal ini kepada tim training kami sehingga kompetensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan tempat Anda bekerja.

Lokasi Pelatihan diseluruh Indonesia

Training ini dilaksanakan di beberapa kota-kota besar di Indonesia seperti Ibukota DKI Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Lombok dan juga kota Batam. Jika Anda membutuhkan pelatihan di kota lain silahkan menghubungi tim marketing kami.

Jadwal Training Terbaru di Tahun 2026

Januari : 16-17 Januari 2026
Februari : 12-13 Februari 2026
Maret : 30–31 Maret 2026
April : 8-9 April 2026
Mei : 12–13 Mei 2026
Juni : 22-23 Juni 2026
Juli : 16-17 Juli 2026
Agustus : 3-4 Agustus 2026
September : 17-18 September 2026
Oktober : 21-22 Oktober 2026
November : 4-5 November 2026
Desember : 17-18 Desember 2026

Jadwal tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Investasi Pelatihan terbaik di tahun 2026 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Pelatihan untuk Paket Group (Minimal 2 orang peserta dari perusahaan yang sama):

  • FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  • FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan .
  • Module / Handout
  • FREE Flashdisk
  • Sertifikat
  • FREE Bag or bagpack (Tas Training)
  • Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  • 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  • FREE Souvenir Exclusive

Jadwal Pelatihan masih dapat berubah, mohon untuk tidak booking transportasi dan akomodasi sebelum mendapat konfirmasi dari Marketing kami. Segala kerugian yang disebabkan oleh miskomunikasi jadwal tidak mendapatkan kompensasi apapun dari kami.