Search for:
HR ANALYTICS

HR Analytics merupakan proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data sumber daya manusia (SDM) untuk membantu perusahaan membuat keputusan berbasis data yang lebih akurat dan strategis terkait manajemen karyawan. HR Analytics membantu perusahaan dalam mengidentifikasi tren, pola, dan masalah yang mungkin tidak terlihat tanpa analisis mendalam.

Dengan keterampilan analitis yang tepat, tim HR dapat membuat keputusan yang tepat, seperti menyesuaikan program pelatihan karyawan berdasarkan kebutuhan individu, merancang strategi retensi yang lebih efektif, dan meningkatkan keterlibatan karyawan. Selain itu, pemahaman tentang data juga membantu HR dalam meramalkan kebutuhan tenaga kerja di masa depan dan menyesuaikan strategi perekrutan secara tepat.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan In-House Training HR Analytics yang berlangsung selama 2  hari, pada tanggal  15 – 16 Desember  2025, diadakan di PT Triputra Visi Energi (TRIVE), Jakarta. Pelatihan diikuti oleh 13 orang peserta dari sub unit bisnis TRIVE yakni PT Triputra Energi Megatara & PT Samudra Lintas Borneo Line. Pelatihan selama 2 hari diisi dengan pemaparan materi dan latihan praktik yang menggunakan data internal dari perusahaan peserta. Peserta banyak mendapatkan insight-insight baru dari pelatihan ini.

Tujuan pelatihan:

  1. Memahami Data Karyawan: Memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data terkait karyawan, termasuk data demografis, kinerja, dan keterlibatan.
  2. Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih tepat melalui penggunaan data dan analisis, alih-alih mengandalkan intuisi semata.
  3. Meningkatkan Efisiensi Proses HR: Mengidentifikasi area-area yang dapat diperbaiki dalam proses HR, seperti perekrutan, pelatihan, dan retensi, untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  4. Memprediksi Kebutuhan Tenaga Kerja: Mengajarkan teknik untuk meramalkan kebutuhan tenaga kerja di masa depan berdasarkan tren dan pola yang teridentifikasi dalam data.
  5. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan: Membantu tim HR memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan karyawan dan merancang strategi yang efektif untuk meningkatkannya.
  6. Strategi Retensi yang Lebih Baik: Menggunakan analisis untuk mengidentifikasi risiko turnover karyawan dan mengembangkan strategi untuk mempertahankan talenta kunci dalam organisasi.
  7. Menjadi Mitra Strategis: Mengembangkan kemampuan tim HR untuk berkontribusi secara strategis dalam perencanaan bisnis dengan menggunakan data untuk mendukung tujuan organisasi.
  8. Meningkatkan Pengalaman Karyawan: Menggunakan data untuk merancang dan meningkatkan pengalaman karyawan dari proses perekrutan hingga pengembangan karir, menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Materi pelatihan:

  1. Pengenalan HR Analytics
    • Definisi dan pentingnya HR Analytics
    • Perbedaan antara HR Analytics, HR Metrics, dan HR Reporting
    • Peran HR Analytics dalam pengambilan keputusan
  2. Dasar-dasar Pengumpulan Data
    • Metode pengumpulan data karyawan
    • Sumber data yang relevan (survei, database, sistem informasi HR)
    • Teknik validasi dan pembersihan data
  3. Analisis Data Karyawan
    • Teknik analisis deskriptif (mean, median, mode)
    • Analisis regresi dan korelasi
    • Penggunaan alat analisis statistik (misalnya, Excel, SPSS, R, atau Python)
  4. Metrik Kinerja Karyawan
    • Identifikasi metrik kinerja utama (KPI)
    • Pengukuran dan analisis kinerja individu dan tim
    • Hubungan antara metrik kinerja dan hasil bisnis
  5. Prediksi dan Peramalan
    • Dasar-dasar peramalan dalam HR
    • Model prediktif untuk turnover karyawan
    • Teknik analisis tren dan pola
  6. Keterlibatan dan Kepuasan Karyawan
    • Survei keterlibatan karyawan
    • Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan
    • Strategi untuk meningkatkan kepuasan dan keterlibatan karyawan
  7. Pengembangan Talenta dan Retensi
    • Analisis kebutuhan pelatihan dan pengembangan
    • Mengidentifikasi risiko turnover dan faktor penyebabnya
    • Strategi retensi berbasis data
  8. Dashboard dan Visualisasi Data
    • Pengenalan visualisasi data dan alat yang digunakan (Tableau, Power BI)
    • Membangun dashboard HR untuk pemantauan kinerja
    • Teknik presentasi data yang efektif
  9. Kepatuhan dan Etika Data
    • Kebijakan privasi dan keamanan data karyawan
  • Etika dalam penggunaan data HR
  • Regulasi terkait perlindungan data (misalnya, GDPR)
  1. Studi Kasus dan Praktik Terbaik
    • Analisis studi kasus nyata dalam HR Analytics
    • Diskusi tentang praktik terbaik dan tantangan di lapangan
    • Simulasi dan proyek kelompok untuk menerapkan pembelajaran

Training HR Analytics dapat diikuti oleh para praktisi HR yang ingin meningkatkan kompetensi dan ilmunya. Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224 ataupun bisa menghubungi di 021-7477 7747.

 

 

PENYUSUNAN KOMPETENSI & WORKLOAD ANALYSIS

Kompetensi individu di dalam lingkungan kerja mencakup sejumlah karakteristik yang mencerminkan keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang diperlukan untuk sukses. Keterampilan teknis, seperti keahlian khusus yang relevan dengan tugas pekerjaan, menjadi unsur utama dalam kompetensi.

Penyusunan Kompetensi Jabatan merupakan proses merumuskan dan menetapkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki seseorang untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam suatu jabatan secara efektif. Standar ini berfungsi sebagai acuan untuk rekrutmen, pengembangan karier, evaluasi kinerja, serta untuk memastikan adanya kesesuaian antara individu dan jabatan, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kinerja organisasi.

Secara umum, Kompetensi Jabatan meliputi beberapa aspek, yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural. Penyusunan Kompetensi Jabatan memiliki tujuan penting, di antaranya untuk menjadi acuan yang jelas dalam mengidentifikasi kualifikasi dan kemampuan yang diperlukan dalam setiap jabatan, membantu perusahaan untuk memperoleh dan mengembangkan SDM yang profesional.

Sementara Workload Analysis (Analisis Beban Kerja) merupakan metode untuk mengukur, menganalisis bahkan mengevaluasi jumlah serta jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh individu atau tim dalam suatu organisasi dalam periode waktu tertentu. Analisis Beban Kerja melibatkan serangkaian proses perhitungan untuk menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang terkait dengan posisi pekerjaan tertentu. Selama proses ini, perusahaan juga dapat menentukan jumlah jam kerja yang diperlukan dan jumlah orang yang ideal untuk melaksanakan tugas tersebut secara efisien.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan Penyusunan Kompetensi & Workload Analysis yang berlangsung selama 2 hari pelaksanaan pada tanggal  22-23 September 2025 yang dilaksanakan secara live virtual via zoom. Pelatihan diikuti oleh 6 orang peserta dari PT Adhi Guna Putera. 

Pelatihan selama 2 hari di isi dengan materi, diskusi, studi kasus, dan pembahasan kasus nyata pada perusahaan peserta. Peserta menyatakan bahwa training yang diadakan selama 2 hari membantu membuka pemahaman peserta terkait Penyusunan Kompetensi & Workload Analysis beserta metodenya yang harapannya dapat diterapkan pada perusahaan peserta.

Tujuan Pelatihan

  1. Memberikan pemahaman konsep kompetensi dan workload analysis.
  2. Melatih peserta menyusun kompetensi dan indikator kinerja utama (KPI).
  3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan analisis beban kerja pegawai.
  4. Membekali peserta untuk menyusun rekomendasi berbasis WLA sebagai dasar perencanan SDM.
  5. Mendorong peningkatan efektivitas, produktivitas, dan kualitas pelayanan organisasi.

Materi Pelatihan

  1. Pengantar dan Konsep Dasar Penyusunan kompetensi
  2. Identifikasi Kebutuhan Kompetensi
  3. Pengembangan Unit Kompetensi
  4. Indikator dan Kriteria Penilaian
  5. Proses Pembaruan dan Pemantauan
  6. Pengintegrasian Standar Kompetensi dalam Kurikulum
  7. Implementasi Standar Kompetensi
  8. Evaluasi dan Peningkatan Standar Kompetensi
  9. Pengantar Beban Kerja
  10. Komponen Beban Kerja
  11. Metode Analisis Beban Kerja
  12. Teknik Pengukuran Beban Kerja
  13. Analisis Data dan Interpretasi
  14. Studi Kasus dan Latihan Praktis
  15. Diskusi

Training ini dapat diikuti oleh Manajer dan Pimpinan Organisasi, Manajer SDM, staf SDM, Spesialis Operasional dan Proses Bisnis, Konsultan Manajemen, Pimpinan Tim dan Supervisor, dan mahasiswa Psikologi Industri yang membutuhkan ilmu dan implementasi yang nyata terkait materi Penyusunan Kompetensi dan Workload Analysis..

Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224.

INSTRUKTUR 

Training akan di pandu oleh trainer yang berpengalaman & kompeten di bidangnya.

SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN)

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) adalah instrumen yang yang menjamin pembayaran transaksi perdagangan dalam negeri. SKBDN juga dikenal sebagai Letter of Credit dalam negeri banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk melakukan transaksi bisnis, baik dalam skala kecil maupun besar. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/6/PBI/2003 Tahun 2003, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) adalah dokumen perjanjian yang diterbitkan oleh bank pembuka (issuing bank) atas permintaan pemohon (applicant).

Dalam Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri, bank pembuka berjanji untuk membayar sejumlah uang kepada pihak penerima (beneficiary) jika nasabah tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Setiap pebisnis memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga bank penerbit akan menyesuaikan layanannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri memberikan bantuan kredit kepada pemohon agar dapat melanjutkan transaksi jual beli dengan mitra bisnisnya sesuai persyaratan yang berlaku. Dokumen ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi perdagangan dalam negeri, seperti ekspor, impor, dan transaksi pembelian barang dan jasa. SKBDN dapat diperoleh di bank-bank yang memiliki izin.

Manfaat SKBDN untuk Perdagangan

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

  • Meningkatkan Kepercayaan dan Keamanan

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri merupakan jaminan dari bank penerbit bahwa pembayaran kepada penerima akan dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan antara kedua belah pihak dalam transaksi perdagangan.

  • Mempermudah Proses Transaksi

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dapat mempermudah proses transaksi perdagangan, karena pembayaran dilakukan oleh bank penerbit, bukan oleh pembeli. Hal ini dapat menghemat waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi.

  • Meningkatkan Volume Perdagangan

SKBDN dapat meningkatkan volume perdagangan dalam negeri, karena memberikan kepastian pembayaran kepada penjual. Hal ini dapat mendorong para pelaku usaha untuk melakukan transaksi perdagangan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional.

  • Meminimalkan Risiko Sengketa

Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dapat meminimalkan risiko sengketa antara pembeli dan penjual. Sebab, dokumen-dokumen yang diserahkan penjual harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

  • Memudahkan Akses Pembiayaan

Bagi individu atau perusahaan yang memerlukan pinjaman dari lembaga keuangan, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri memberikan akses lebih mudah ke pembiayaan dari pihak ketiga atau lembaga keuangan.
Dokumen ini menjadi jaminan bahwa Anda memiliki utang kepada negara yang akan dilunasi. Ini bisa menjadi solusi jika Anda membutuhkan modal tambahan untuk bisnis atau proyek pribadi.

  • Meminimalkan Risiko Mata Uang Asing

Dalam perdagangan internasional, fluktuasi nilai tukar mata uang dapat berdampak pada biaya dan keuntungan. Dengan menggunakan SKBDN dalam mata uang domestik, pihak yang terlibat dalam perdagangan dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang.

Dengan menggunakan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri, pelaku usaha dalam negeri dapat meningkatkan kepercayaan, keamanan, dan efisiensi dalam transaksi perdagangan.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang berlangsung selama 2 hari pelaksanaan pada tanggal  18-19 September 2025 secara daring via zoom. Pelatihan diikuti oleh 3 orang peserta dari PT Solusi Insan Paradise. 

Pelatihan selama 2 hari di isi dengan materi, diskusi, studi kasus, dan pembahasan kasus nyata pada perusahaan peserta. Peserta menyatakan bahwa training yang diadakan selama 2 hari membantu menambah wawasan terkait SKBDN dan harapannya dapat diterapkan pada perusahaan peserta.

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami konsep dasar SKBDN dan perannya dalam transaksi bisnis.
  2. Menguasai proses penerbitan, pengelolaan, dan penyelesaian SKBDN.
  3. Mengetahui jenis-jenis SKBDN yang berlaku dan bagaimana mereka dapat digunakan dalam transaksi bisnis.
  4. Memahami peraturan dan regulasi yang mengatur SKBDN di Indonesia.
  5. Mengidentifikasi risiko dan tantangan yang terkait dengan penggunaan SKBDN dan cara mengelolanya.
  6. Meningkatkan kemampuan analisis dan pengambilan keputusan terkait dengan transaksi SKBDN.

Materi Pelatihan

I. Pendahuluan

  • Pengertian dan Konsep Dasar
  • Pentingnya Keamanan Transaksi dalam Perdagangan Internasional

II. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)

  • Pengenalan SKBDN
  • Definisi dan Fungsi
  • Peran Bank Sentral
  • Syarat dan Prosedur
  • Tujuan dan Manfaat SKBDN
  • Mengurangi Risiko Pembayaran
  • Membangun Kepercayaan Antar Pihak
  • Kepatuhan dengan Standar Nasional
  • Perlindungan Penerima dan Pemberi Garansi

III. Studi Kasus

  • Analisis dan Diskusi tentang Penerapan SKBDN

IV. Kesimpulan

  • Ringkasan Materi
  • Pentingnya Penerapan SKBDN

V. Diskusi dan Tanya Jawab

  • Interaksi antara Peserta dan Pemateri untuk Klarifikasi dan Pengembangan Konsep

Training ini dapat diikuti oleh:

  1. Pegawai bank atau lembaga keuangan yang terlibat dalam proses penerbitan dan pengelolaan SKBDN.
  2. Profesional di bidang perbankan yang ingin memahami proses Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri.
  3. Manajer keuangan atau akuntan yang bertanggung jawab atas laporan keuangan yang melibatkan SKBDN.
  4. Mahasiswa atau akademisi yang mempelajari perbankan atau keuangan dan ingin mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang SKBDN.
  5. Pengusaha atau pemilik bisnis yang berencana menggunakan SKBDN dalam transaksi bisnis mereka.

Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224.

TRAINING OF TRAINER & SERTIFIKASI BNSP KKNI LEVEL 4

Menjadi seorang instruktur/pelatih pada bidang apapun memiliki tanggung jawab yang besar. Dalam hal ini korelasinya apakah peserta didik dapat menyerap materi dengan baik, maka untuk menjamin kompetensi itu dibutuhkan pelatihan untuk instruktur atau disebut juga dengan Training of Trainer (ToT)

Training of Trainer atau yang biasa disingkat ToT adalah sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para instruktur/pelatih dalam memberikan pelatihan secara efektif. Program ToT mempersiapkan para pelatih dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengajar dan melatih orang lain dengan baik.

Pengembangan skill melatih merupakan skill yang akan terus bertumbuh dan selalu diperlukan baik dalam dunia training internal perusahaan maupun external. Harapannya dengan taraf skill  yang naik, para pelatih yang sudah ditempa benar-benar memiliki kualitas yang mumpuni. Ia mampu membawakan materi yang diajarkan dengan baik sehingga para peserta yang ia latih dapat dengan mudah memahaminya.

Sementara itu Sertifikasi Kompetensi adalah proses pemberian Sertifikat Kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia kategori pendidikan, golongan pokok jasa pendidikan bidang standarisasi, pelatihan dan sertifikasi nomor 161 tahun 2015 dan penetapan jenjang kualifikasi nasional Indonesia bidang pelatihan sub bidang metodologi pelatihan nomor 223 tahun 2016.

Kompetensi adalah persyaratan standar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan sesuai profesi. Lebih jauh tentang kompetensi adalah pengakuan atas kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yang kompeten. Sehingga untuk setiap pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten, karena kompeten maka seseorang diberi kewenangan. Tenaga kerja yang kompeten pasti dapat bekerja secara produktif. Produktivitas inilah yang akan menjadi pertumbuhan, peningkatan daya saing dan kesejahteraan.

Dalam hal ini lembaga independen yang bertanggung jawab dalam memberikan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia adalah BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Sertifikat BNSP adalah dokumen resmi yang membuktikan bahwa seseorang telah memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP.

Sertifikat BNSP berlaku untuk berbagai bidang pekerjaan, mulai dari industri kreatif, teknologi informasi, perhotelan, hingga konstruksi. Dengan memiliki sertifikat ini, seseorang dapat meningkatkan peluang kerja serta mendapatkan pengakuan kompetensi di tingkat nasional maupun internasional.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan Training of Trainer (TOT) & Sertifikasi BNSP KKNI Level 4 yang berlangsung selama 3  hari pelaksanaan pada tanggal  2-4 September  2025, diadakan di Swiss-Belinn Baloi Hotel, Batam. Pelatihan & Uji Kompetensi diikuti oleh 7 orang peserta dari PT Pertamina Drilling Services Indonesia & PT Pertamina Hulu Rokan.

Pelatihan selama 2 hari terbagi menjadi pemberian materi & pra-asesmen. Selama pemberian materi dan pra-asesmen banyak dilakukan diskusi dan interaksi antara peserta dengan instruktur serta praktik presentasi untuk persiapan Uji Kompetensi (asesmen) pada hari ketiga.

Pada pelaksanaan Uji Kompetensi di hari ketiga, para peserta melakukan presentasi materi ajar yang dilanjutkan dengan sesi wawancara satu per satu antara peserta dengan Asesor yang berkompeten. Pada akhir sesi baru kemudian diumumkan bahwa semua peserta kompeten dalam keahliannya sehingga berhak untuk mendapatkan Sertifikat BNSP.

Tujuan Pelatihan:

  1. Mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pra-asesmen dan asesmen dengan baik dan lancar.
  2. Mengembangkan kompetensi bagi profesi personil/individu yang melaksanakan kegiatan kepelatihan sesuai dengan kompetensinya.
  3. Memastikan mutu pelaksanaan program kepelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
  4. Mengembangkan sistem sertifikasi dan mendorong kompetensi profesi dalam melaksanakan kegiatan pelatihan.

  1. KODE UNIT DAFTAR UNIT KOMPETENSI KKNI Level 4 (Instruktur)
  2. N.78SPS02.012.2 Menyusun Program Pelatihan Kerja
  3. N.78SPS02.019.2 Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
  4. N.78SPS02.022.1 Merencanakan Evaluasi Hasil Pembelajaran
  5. N.78SPS02.028.2 Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
  6. N.78SPS02.035.1 Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lembaga Pelatihan Kerja
  7. N.78SPS02.038.1 Mengelola Pemenuhan Persyaratan Bahasa, Literasi, dan Berhitung dalam Proses Pembelajaran
  8. N.78SPS02.075.1 Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
  9. N.78SPS02.010.2 Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
  10. N.78SPS02.015.1 Merancang Strategi Pembelajaran
  11. N.78SPS02.039.2 Mengelola Bahan Pelatihan Kerja
  12. N.78SPS02.041.2 Mengelola Peralatan Pelatihan Kerja
  13. N.78SPS02.063.1 Menyiapkan Pelaksanaan Pelatihan atau Asesmen Berbasis Kompetensi
  14. N.78SPS02.064.1 Melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)
  15. N.78SPS02.068.1 Melakukan Asesmen Berbasis Kompetensi

Persyaratan Peserta Training of Trainer & Sertifikasi BNSP KKNI Level 4

  1. Pendidikan minimal D3.
  2. Telah mengikuti dan lulus metodologi pelatihan dengan unit-unit kompetensi sesuai dengan skema yang ada.
  3. Pengalaman 5 tahun di bidang keahlian atau sertifikat keahlian di bidangnya

Adapun persyaratan Training of Trainer & Sertifikasi BNSP dapat disesuaikan dengan level KKNI yang dibutuhkan oleh peserta.

Kegiatan ini dapat diikuti oleh:

  1. Pengelola Lembaga Pelatihan (Training Center).
  2. Training Department Personnel.
  3. Supervisor.
  4. Personil perancang dan pendesain materi pelatihan (TNA internal perusahaan).
  5. Personil yang di promosikan untuk di posisikan di Lembaga Pelatihan/Training Center.
  6. Instruktur/Fasilitator internal perusahaan/organisasi.

Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224.

INSTRUKTUR & ASESOR 

Training dan Uji Kompetensi akan di pandu oleh trainer & asesor  yang berpengalaman & kompeten di bidangnya.

 

PT Pusat Training Indonesia
Manajemen Laboratorium & Sistem Informasi Laboratorium

Apakah Anda seorang profesional laboratorium yang ingin meningkatkan kompetensi dalam mengelola operasional dan sistem informasi laboratorium secara efektif? Di era industri modern, penerapan standar internasional seperti ISO 17025:2017 dan ISO 15189:2022 menjadi kunci untuk menjamin mutu, akurasi hasil uji, dan kredibilitas layanan laboratorium. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai manajemen laboratorium berbasis standar internasional, serta integrasi sistem informasi untuk efisiensi dan transparansi.

Banyak laboratorium menghadapi tantangan serius, mulai dari ketidaksesuaian prosedur, keterbatasan sistem dokumentasi, hingga kurangnya pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi akurasi pengujian, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan pelanggan. Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari prinsip manajemen mutu laboratorium sesuai ISO 17025:2017 dan ISO 15189:2022, serta cara membangun sistem informasi laboratorium yang andal untuk mendukung operasional harian.

Pada tanggal 12 – 13 Agustus 2025 yang lalu Pusat Training Indonesia menyelenggarakan public training di Hotel Ibis Style Malioboro dengan topik pelatihan Manajemen Laboratorium & Sistem Informasi Laboratorium yang diikuti peserta dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Salah satu manfaat utama pelatihan “Manajemen Laboratorium & Sistem Informasi Laboratorium” adalah memberikan pemahaman mendalam tentang persyaratan teknis dan manajerial ISO 17025:2017 dan ISO 15189:2022, termasuk penerapan prosedur kerja, pengendalian mutu, dan audit internal. Peserta juga akan dilatih untuk mengoptimalkan penggunaan sistem informasi laboratorium guna meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan pelaporan hasil uji.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga mendorong peserta untuk membangun budaya mutu di laboratorium, meningkatkan kepatuhan terhadap standar internasional, dan memperkuat koordinasi antar tim. Dengan kombinasi studi kasus, diskusi interaktif, dan simulasi, peserta akan memiliki kemampuan praktis untuk menerapkan prinsip manajemen laboratorium dan sistem informasi secara langsung di tempat kerja.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membentuk tim laboratorium yang profesional, akurat, dan berstandar internasional! Segera daftarkan diri Anda atau tim terbaik dari unit kerja Anda dalam pelatihan “Manajemen Laboratorium & Sistem Informasi Laboratorium”, dan jadilah bagian dari peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan laboratorium di era digital.

AKUNTANSI MANUFAKTUR

Akuntansi Manufaktur

Akuntansi Manufaktur merupakan bagian penting dari bisnis manufaktur yang melibatkan pencatatan, pelaporan, dan analisis biaya yang terkait dengan proses produksi. Dalam industri ini, memahami bagaimana biaya dialokasikan dan diatur sangat penting untuk mencapai efisiensi dan profitabilitas. Dengan memastikan bahwa seluruh biaya produksi dicatat dengan tepat, sehingga perusahaan dapat memahami biaya total pembuatan produk dan memaksimalkan keuntungan. Tanpa pengelolaan akuntansi yang baik, perusahaan manufaktur berisiko mengalami pemborosan, pembukuan yang tidak akurat, dan keputusan yang dapat merugikan perusahaan.

Hal inilah mengapa penting bagi seseorang yang berkecimpung di bidang ini untuk mengikuti pelatihan. Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta tentang bagaimana mengelola biaya produksi dan laporan keuangan di industri manufaktur. Peserta akan belajar mengenai berbagai metode penghitungan biaya, termasuk biaya tetap dan variabel, serta cara-cara untuk menyusun laporan yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan dengan akurat. Training akuntansi manufaktur ini juga membahas pentingnya pengelolaan persediaan dan pengendalian biaya untuk meningkatkan efisiensi operasional di sektor manufaktur.

Pelatihan Akuntansi Manufaktur akan membantu individu untuk dapat :

  1. Memahami bagaimana pencatatan yang akurat terkait dengan biaya-biaya  produksi, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
  2. Mempunyai keterampilan dalam manajemen persediaan guna memastikan kelangsungan rantai pasok dan produksi secara efisien.
  3. Mampu melakukan analisis biaya untuk membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang tepat terkait dengan efisiensi produksi, penetapan harga produk, dan evaluasi kinerja keuangan.
  4. Memahami strategi yang dapat digunakan untuk mengendalikan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi operasional guna mencapai tujuan finansial perusahaan.
  5. Mempunyai pemahaman yang mendalam tentang peraturan dan standar akuntansi terkait dengan industri manufaktur untuk memastikan kepatuhan perusahaan.

Pelatihan Akuntansi Manufaktur dilaksanakan selama dua hari tanggal 21-22 Juli 2025  berlokasi di Hotel Ibis Styles Malioboro, Kota Yogyakarta. Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Training Indonesia dengan Trainer yang kompeten dibidangnya, dimana beliau merupakan seorang Trainer, Dosen, dan Praktisi. Peserta pelatihan berjumlah dua orang staf accounting dari PT. Panggungjaya Indah. Pelaksanaan pelatihan banyak di isi dengan diskusi dan praktik sehingga peserta lebih aktif dan dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik.  Pelatihan berjalan interaktif, dengan adanya antusias yang tinggi dari peserta dalam diskusi selama training. Adapun materi yang disampaikan selama pelatihan meliputi :

  1. Pengantar Akuntansi Manufaktur
  2. Proses Produksi
  3. Sistem Akuntansi Manufaktur
  4. Valuasi Persediaan
  5. Biaya Bahan Baku dan Pengendalian Persediaan
  6. Biaya Tenaga Kerja dan Penggajian
  7. Overhead Pabrik
  8. Analisis Biaya Produk
  9. Budgeting dalam Konteks Manufaktur
  10. Analisis Kinerja Keuangan
  11. Kepatuhan dan Standar Akuntansi
  12. Studi Kasus dan Simulasi.

Jika Anda membutuhkan pemahaman yang mendalam terkait Akuntansi Manufaktur, dan apabila Anda atau perusahaan Anda membutuhkan Training Akuntansi Manufaktur untuk menambah wawasan ataupun skill karyawan, silahkan hubungi marketing training kami melalui WA di 0813-5546-0688, 081283928224, atau 081218600928.

HYSYS

HYSYS, singkatan dari “Hydraulic System,” Aspen HYSYS merupakan software simulasi mengenai teknologi proses kimia dalam rangka perencanaan desain konseptual, optimasi proses, perencanaan bisnis, manajemen asset dan pemantauan kinerja suatu industri proses, terutama pada industri petrokimia, produksi minyak dan gas bumi, pengolahan gas bumi, pengilangan minyak bumi dan energi panas bumi.

HYSYS mampu melakukan banyak perhitungan inti dari Teknik Kimia, termasuk yang berkaitan dengan keseimbangan massa, keseimbangan energi, kesetimbangan uap-cair, perpindahan panas, perpindahan massa, kinetika kimia, fraksinasi, dan penurunan tekanan.

Aspen HYSYS banyak digunakan oleh profesional yang berkarir di Chemical Process Industry (CPI) dan mahasiswa Teknik Kimia. Beberapa fungsi Aspen HYSYS diantaranya:

  1. Pra-Rancangan Pabrik.
  2. Studi Optimasi Proses

Pra-Rancangan Pabrik adalah tahap awal dalam perencanaan sebuah pabrik, dimana dilakukan analisis dan perhitungan dasar untuk menentukan kelayakan suatu proyek pabrik. Tahap ini mencakup pemilihan lokasi, penentuan kapasitas, perhitungan kebutuhan bahan baku, proses produksi, serta perkiraan biaya dan keuntungan.

Studi Optimasi Proses adalah proses peningkatan efisiensi dan profitabilitas suatu proses kimia dengan mengidentifikasi dan menerapkan perubahan yang meminimalkan biaya, memaksimalkan hasil produk, mengurangi limbah dan konsumsi energi, serta meningkatkan keselamatan proses. Dalam studi optimasi proses teknik kimia, berbagai metode dan teknik matematika diterapkan untuk mencapai tujuan ini.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan HYSYS yang berlangsung selama 2  hari, pelaksanaan pada tanggal  25-26 Juni  2025, diadakan secara daring (online). Pelatihan diikuti oleh 1 orang peserta, seorang mahasiswa dari Universitas Diponegoro. Pelatihan selama 2 hari diisi dengan pemberian materi dan latihan praktik serta studi kasus yang dirasakan bermanfaat bagi peserta untuk menunjang pemahamannya terkait HYSYS, yang mana peserta juga sedang persiapan melaksanakan kerja praktik. Peserta menyampaikan, dengan adanya pelatihan ini peserta merasa terbantu karena materi ini yang memang dibutuhkan peserta untuk persiapan penyusunan skripsi juga persiapan memasuki dunia kerja.

Tujuan Pelatihan:

  1.     Mengoptimalkan Desain Proses.
  2.     Peningkatan Efisiensi Operasional.
  3.     Keamanan Proses.
  4.     Pemahaman Termodinamika Proses.
  5.     Pengambilan Keputusan yang Informasional.
  6.     Peningkatan Keterampilan Komunikasi

Materi Pelatihan:

  1. Pengenalan HYSYS
  •      Definisi dan konsep dasar HYSYS.
  •      Antarmuka pengguna HYSYS dan navigasi dasar.
  •      Membuka, menyimpan, dan mengelola proyek HYSYS.
  1. Termodinamika dan HYSYS
  •     Prinsip-prinsip termodinamika yang diterapkan dalam HYSYS.
  •    Penggunaan data termodinamika dan pemilihan model termodinamika yang sesuai.
  1. Flowsheeting di HYSYS
  •      Pemodelan aliran proses menggunakan flowsheet.
  •      Menambahkan dan mengkonfigurasi unit operasi di flowsheet.
  1. Pemodelan Reaksi Kimia
  •      Menentukan dan memasukkan persamaan reaksi kimia.
  •      Simulasi dan analisis reaksi kimia dalam HYSYS.
  1. Simulasi Aliran Fluida
  •      Pemahaman tentang simulasi aliran fluida dan pilihan model aliran.
  •      Menganalisis perilaku aliran fluida dalam sistem proses.
  1. Optimasi dan Desain Proses
  •      Penggunaan alat-alat optimasi dalam HYSYS.
  •      Meningkatkan desain proses untuk efisiensi dan kinerja maksimal.
  1. Keamanan Proses di HYSYS
  •      Memodelkan kondisi keamanan dan operasional yang aman.
  •      Analisis risiko dan mitigasi keamanan proses.
  1. Analisis Energi
  •      Pemodelan dan analisis konsumsi energi.
  •      Identifikasi peluang penghematan energi.
  1. Pemecahan Masalah (Troubleshooting)
  •      Identifikasi dan pemecahan masalah umum dalam penggunaan HYSYS.
  •      Teknik troubleshooting untuk hasil simulasi yang tidak sesuai.
  1. Presentasi dan Komunikasi Hasil
  •      Menyajikan hasil analisis HYSYS secara efektif.
  •      Komunikasi dengan pemangku kepentingan menggunakan laporan dan presentasi.

HYSYS dapat diikuti oleh Mahasiswa Teknik Kimia, Engineer Proses Pemula, Dosen atau Tenaga Pengajar, Staf R&D dan Teknologi Proses, Operator atau Teknisi Senior dan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi dan ilmunya. Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224 ataupun bisa menghubungi di 021-7477 7747.

INSTRUKTUR TRAINING

Training akan dibawakan oleh trainer/pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

 

PIPING & INSTRUMENTATION DIAGRAM

Piping & Instrumentation Diagram, merupakan diagram atau ilustrasi skematik dari hubungan fungsi antara piping, instrumentation dan system equipment components. P&ID menunjukkan semua piping termasuk Sequence physic dari sambungan, Reducers, Valves, Equipment, Instrumentation and Control Interlocks.

Simbol dan lambang yang terdapat pada dokumen P&ID berdasarkan pada standard ISA (the International Society of Automation), khususnya standar ISA nomor ISA-5.1(1984) R (1992): Instrumentation Symbols and Identification.

P & ID umumnya berisi informasi berikut:

  1. Peralatan mekanis, termasuk:
  • Bejana tekan, kolom, tangki, pompa, kompresor, penukar panas, tungku, kepala sumur, kipas, menara pendingin, turbo-ekspander, perangkap babi (lihat ‘simbol’ di bawah)
  • Cakram peledak, lubang pembatas, saringan dan filter, perangkap uap, perangkap kelembapan, kaca penglihatan, peredam, suar dan ventilasi, penahan api, pemutus pusaran, eduktor
  1. Perpipaan proses, ukuran dan identifikasi, termasuk:
  • Kelas pipa dan nomor jalur perpipaan
  • Arah aliran
  • Referensi interkoneksi
  • Jalur start-up permanen, flush dan bypass
  • Pipa dan jalur aliran
  • Tirai dan tirai kaca
  • Insulasi dan penelusuran panas
  1. Instrumentasi dan penunjukan kontrol proses (nama, nomor, pengenal tag unik), termasuk:
  • Katup dan jenis serta identifikasinya (misalnya katup isolasi, penutup, katup pelepas dan pengaman, interlock katup)
  • Input dan output kontrol (sensor dan katup akhir) elemen, interlock)
  • Lain-lain – ventilasi, saluran pembuangan, flensa, fitting khusus, jalur pengambilan sampel, reduktor dan swages
  1. Antarmuka untuk perubahan kelas
  2. Sistem kontrol komputer
  3. Identifikasi komponen dan subsistem yang dikirimkan oleh pihak lain

P&ID awalnya disusun pada tahap desain dari kombinasi data lembar aliran proses, desain peralatan proses mekanis, dan desain rekayasa instrumentasi. Selama tahap desain, diagram juga menyediakan dasar untuk pengembangan skema kontrol sistem, yang memungkinkan investigasi keselamatan dan operasional lebih lanjut, seperti studi bahaya dan operabilitas (HAZOP). Untuk melakukan ini, sangat penting untuk menunjukkan urutan fisik peralatan dan sistem, serta bagaimana sistem ini terhubung.

P&ID juga memainkan peran penting dalam pemeliharaan dan modifikasi proses setelah pembangunan awal. Modifikasi diberi tanda merah pada diagram dan merupakan catatan penting dari desain pabrik saat ini.

P&ID juga penting dalam memungkinkan pengembangan;

  • Skema kontrol dan penghentian
  • Persyaratan keselamatan dan peraturan
  • Urutan penyalaan
  • Pemahaman operasional.

P&ID membentuk dasar untuk diagram tiruan langsung yang ditampilkan pada antarmuka pengguna grafis sistem kontrol industri besar seperti SCADA dan sistem kontrol terdistribusi.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan Piping & Instrumentation Diagram yang berlangsung selama 2  hari, pelaksanaan pada tanggal  23-24 Juni  2025, diadakan secara daring (online). Pelatihan diikuti oleh 1 orang peserta, seorang mahasiswa dari Universitas Diponegoro. Pelatihan selama 2 hari diisi dengan pemberian materi dan latihan praktik serta studi kasus yang dirasakan bermanfaat bagi peserta untuk menunjang pemahamannya terkait P & ID, yang mana peserta juga sedang persiapan melaksanakan kerja praktik. Peserta menyampaikan, dengan adanya pelatihan ini peserta merasa terbantu karena materi ini yang memang dibutuhkan peserta untuk persiapan memasuki dunia kerja.

Tujuan pelatihan:

  1. Memahami Konsep dan Terminologi: Tujuan utama pelatihan P&ID adalah membantu peserta memahami konsep dasar serta terminologi yang digunakan dalam pembuatan dan interpretasi diagram tersebut.
  2. Meningkatkan Keahlian Desain: Pelatihan P&ID membantu peserta mengembangkan keterampilan dalam merancang sistem perpipaan dan instrumen yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan industri.
  3. Memperbaiki Kualitas Desain: Melalui pelatihan ini, peserta dapat mempelajari praktik terbaik dalam merancang P&ID, sehingga dapat meningkatkan kualitas desain secara keseluruhan.
  4. Meningkatkan Keselamatan: Salah satu tujuan penting dari pelatihan P&ID adalah meningkatkan kesadaran akan faktor keselamatan dalam desain dan operasi sistem perpipaan, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kebocoran.
  5. Meningkatkan Efisiensi Operasional: Dengan memahami P&ID secara menyeluruh, peserta dapat mengidentifikasi area-area dimana efisiensi operasional dapat ditingkatkan, seperti mengurangi kebocoran, meminimalkan keausan peralatan, dan mengoptimalkan aliran fluida.

Materi Pelatihan:

  1. Pengenalan Konsep Piping & Instrumentation Diagram (P&ID)
  2. Terminologi Dasar dalam P&ID
  3. Simbol-simbol yang Digunakan dalam P&ID
  4. Jenis-jenis Aliran Fluida dalam P&ID
  5. Peralatan dan Instrumen yang Umum Digunakan dalam P&ID
  6. Teknik Penyusunan P&ID
  7. Prinsip-prinsip Desain dan Penyusunan P&ID
  8. Penggunaan Software Khusus untuk Pembuatan P&ID
  9. Keselamatan dan Kepatuhan Regulasi dalam P&ID
  10. Studi Kasus dan Latihan Praktis dalam Pembuatan dan interpretasi P&ID

Piping & Instrumentation Diagram dapat diikuti oleh Insinyur Proses, Teknisi Pabrik, Operator Kilang, Manajer Proyek, Tenaga Kerja Profesional Baru dan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi dan ilmunya. Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224 ataupun bisa menghubungi di 021-7477 7747.

INSTRUKTUR TRAINING

Training akan dibawakan oleh trainer/pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

GENERAL AFFAIR

Dalam sebuah perusahaan/organisasi diperlukan divisi yang mampu mengatur operasional harian kantor untuk mendukung lancarnya kegiatan perusahaan. General Affair adalah satu peran yang penting dalam memastikan lancarnya operasional perusahaan. General Affair (GA) merupakan posisi dalam suatu perusahaan yang umumnya berada di bawah pimpinan divisi umum atau kepala operasional. General Affair yang nantinya akan mengelola urusan operasional kantor baik yang rutin maupun tidak terduga. Dalam perusahaan yang memiliki struktur organisasi sederhana, GA biasanya akan digabung dengan HRD, terkadang juga di bagian pembelian atau purchasing. Namun, pada beberapa kasus, HRD dan GA juga bisa dipisahkan menjadi 2 unit. Hal ini karena HRD berkaitan dengan pengelolaan karyawan, sementara GA mencakup pada aspek operasional kantor.

Bahkan di beberapa perusahaan besar atau sedang (terutama bidang industri yang padat karya), General Affair juga menangani permasalahan Hubungan Industrial (Industrial Relation) baik untuk menyelesaikan masalah internal (kekaryawanan) maupun masalah dengan lingkungan sekitar lokasi pabrik/perusahaan (eksternal).

Tugas General Affair

  1. Pemeliharaan Inventaris Perusahaan
    Sebagian besar tugas General Affair adalah memastikan semua aset fisik perusahaan terjaga dengan baik. Hal tersebut mencakup perawatan, perbaikan, dan pengelolaan inventaris kantor. Tujuannya adalah memastikan kelancaran proses kerja dan menjaga agar aset perusahaan berfungsi optimal.
  2. Mengatur Pengadaan Barang Kebutuhan Operasional
    Tugas General Affair berikutnya adalah merencanakan proses pengadaan barang dan kebutuhan operasional. Prosesnya mulai dari menentukan kebutuhan barang, mencari penyedia atau vendor yang tepat, menegosiasikan harga, membuat perjanjian pembelian sampai mengelola barang tersebut.
  3. Melakukan Pembayaran dan Pembelian
    Bagian integral dari tugas General Affair adalah melakukan pembayaran atas pembelian barang atau layanan yang diperlukan oleh perusahaan. Hal tersebut mencakup pemrosesan faktur, pembuatan dan pengiriman pembayaran kepada pihak yang bersangkutan, dan pemantauan catatan keuangan untuk memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu.
  4. Memastikan Pembayaran Tenaga Kerja Harian

Salah satu peran penting General Affair adalah memastikan pembayaran tenaga kerja harian atau                kontrak berjalan sesuai dengan kebijakan perusahaan. General Affair akan melakukan perhitungan         gaji,   memantau jam kerja, dan mengkoordinasikan dengan bagian keuangan untuk menjamin    pembayaran kepada sudah karyawan sesuai.

Tugas General Affair

Selain menjalankan tugasnya, posisi General Affair memiliki beberapa fungsi penting yang harus dijalankan dengan baik untuk menjaga kelancaran aktivitas bisnis. Beberapa fungsi General Affair adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan Kelancaran Kegiatan Operasional Perusahaan
    General Affair adalah pihak yang memiliki fungsi untuk mengatur divisi di bawahnya. Maknanya, General Affair berfungsi untuk menyusun dan mengawasi penerapan kebijakan maupun SOP perusahaan terkait penggunaan fasilitas yang ada. Tujuannya adalah mencegah terjadinya kerusakan dan kelancaran kegiatan perusahaan.
  2. Perizinan
    Salah satu fungsi utama General Affair adalah menangani berbagai perizinan yang diperlukan oleh perusahaan, mulai dari izin operasional bisnis, kepatuhan terhadap peraturan pemerintah, serta mengurus lisensi dan izin lainnya.
  3. Menjalin Hubungan Baik dengan Pihak Luar
    General Affair berperan sebagai perwakilan perusahaan dalam menjalin hubungan baik dengan pihak luar, seperti vendor, pemasok, lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitar. Membangun dan memelihara hubungan positif akan membantu mendukung kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga reputasi perusahaan.
  4. Pemeliharaan dan Perawatan
    Fungsi penting lainnya dari General Affair adalah memastikan pemeliharaan dan perawatan secara berkala terhadap fasilitas, peralatan, dan infrastruktur perusahaan. Fungsi ini mencakup pemeliharaan gedung, perbaikan peralatan kantor, serta mengatur jadwal servis dan perawatan untuk memastikan semua beroperasi dengan baik.
  5. Kesiapan Laporan Berkala

Fungsi General Affair terakhir adalah memastikan kesiapan dan kelengkapan laporan berkala yang diperlukan oleh manajemen atau instansi terkait, seperti proses pengumpulan data, pembuatan laporan terkait kegiatan operasional, kepatuhan perizinan, dan pemeliharaan fasilitas.

Tanggung Jawab General Affair

Dari beberapa tugas dan fungsi General Affair di atas, posisi ini juga memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi. Berikut penjelasannya:

  1. Memastikan Lingkungan Kerja Kondusif
    Tanggung jawab utama dari General Affair adalah menciptakan dan mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan. Setiap kebutuhan, pengadaan, dan perawatan fasilitas akan dinilai secara objektif oleh GA. Dengan kondisi kerja kondusif, GA mendukung tercapainya keberhasilan tujuan bisnis.
  2. Bertanggung Jawab Atas Proses Pengadaan Barang
    General Affair bertanggung jawab atas proses pengadaan barang dan layanan yang diperlukan oleh perusahaan, mulai dari identifikasi kebutuhan, memilih pemasok, negosiasi harga, serta memastikan pengiriman dan kualitas barang telah sesuai standar perusahaan.
  3. Mengecek Legalitas Perusahaan

Tanggung jawab General Affair juga memastikan bahwa semua aspek legalitas perusahaan terpenuhi sehingga kegiatan operasional bisnis juga berjalan lancar. Beberapa di antaranya, seperti menangani prosedur hukum serta administrasi terkait dengan aspek legal perusahaan.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan General Affair yang berlangsung selama 2  hari, pelaksanaan pada tanggal  3-4 Juni  2025, dilaksanakan secara online. Pelatihan diikuti oleh 2 orang peserta dari PT Wira Pradana Mukti. Pelatihan selama 2 hari diisi dengan pemaparan materi yang disertai dengan tanya jawab dan studi kasus oleh trainer dan peserta. Peserta menyampaikan, bahwa mereka banyak mendapat ilmu tambahan di bidang yang ditangani dan menambah ilmu untuk pengelolaan para staf dalam supervisinya.

Tujuan Pelatihan

  • Memahami fungsi dan peran manajerial GA di dalam organisasi.
  • Memahami arti layanan yang diharapkan oleh organisasi dari GA.
  • Mampu menganalisa kinerja GA dan menetapkan area yang masih perlu peningkatan.
  • Mampu menetapkan kompetensi standar yang harus dimiliki oleh profesional GA.

Materi Pelatihan:

  1. Pengenalan Manajemen General Affair
  2. Pengelolaan Fasilitas Kantor
  3. Manajemen Ketenagakerjaan
  4. Pengadaan dan Pengelolaan Barang dan Jasa
  5. Manajemen Acara dan Perjalanan Dinas
  6. Kepatuhan Hukum dan Perizinan
  7. Manajemen Keuangan dan Anggaran
  8. Komunikasi dan Kerjasama Tim
  9. Manajemen Proyek
  10. Etika dan Nilai Perusahaan
  11. Manajemen Krisis dan Kontinuitas Bisnis
  12. Inovasi dan Pengembangan General Affair
  13. Manajemen Perubahan
  14. Pengetahuan Hukum dalam General Affair
  15. Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan
  16. Studi Kasus

Training General Affair dapat diikuti oleh Staf dan Manajer General Affair, Sekretaris dan Asisten Eksekutif, yang ingin meningkatkan kompetensi dan ilmunya. Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224 ataupun bisa menghubungi di 021-7477 7747.

INSTRUKTUR TRAINING

Training akan dibawakan oleh trainer/pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT

Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient) adalah kemampuan untuk merasa, mengenali, memahami, mengelola, dan mengarahkan manifestasi emosi yaitu perilaku diri sendiri dan kepada orang lain sehingga kita menjadi percaya diri, untuk memberikan rasa aman untuk diri sendiri. Jika sudah merasa aman untuk diri sendiri, maka akan memberi rasa aman untuk orang lain. Kecerdasan Emosional membantu membangun hubungan yang lebih baik mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan efektif, dan menghadapi tantangan dengan lebih siap.

Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) adalah kemampuan untuk memahami makna dan tujuan hidup, serta mengintegrasikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan Spiritual membantu individu untuk mengembangkan dirinya secara utuh dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Pusat Training Indonesia baru saja menyelenggarakan pelatihan Emotional Spiritual Quotient yang berlangsung selama 2  hari, pelaksanaan secara offline pada tanggal 8-9 Mei 2025, diadakan di Hotel Amaris Juanda, Jakarta Pusat. Pelatihan diikuti oleh 1 orang peserta dari PT Mesin Isuzu Indonesia. Pelatihan selama 2 hari diisi dengan pemberian materi yang bersifat membuka perspektif, cakrawala dan wawasan peserta yang dirasakan memberi pencerahan baru dan semangat bagi peserta baik untuk pribadi maupun pekerjaannya. Peserta menyampaikan, sebelumnya belum pernah mendapatkan materi ini dikarenakan background pekerjaan peserta yang bergerak di bidang teknik sehingga training ini merupakan hal baru yang menambah wawasan peserta, membangkitkan semangat peserta dan menginspirasi serta memotivasi peserta.

Banyak diskusi dan partisipasi aktif antara peserta dengan instruktur terkait situasi pekerjaan maupun pribadi peserta. Instruktur berdiskusi untuk menemukan apa yang menjadi hambatan dalam pribadi peserta dalam pekerjaan maupun pribadinya agar dapat diterapkan solusi yang aplikatif bagi peserta. Training bersifat membuka perspektif kepada peserta sehingga peserta memiliki gambaran tentang konsep ESQ yang harapannya dapat diterapkan sesuai dengan kondisinya.

Tujuan pelatihan:

  1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional: Memberikan pemahaman mendalam tentang emosi, membantu peserta untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Dengan demikian, peserta dapat merespons secara positif terhadap situasi yang menantang dan membangun hubungan yang lebih sehat.
  2. Pengembangan Kecerdasan Spiritual: Mengajarkan nilai-nilai spiritual, tujuan hidup, dan makna keberadaan. Pelatihan ini membantu peserta untuk menemukan dan mengasah dimensi spiritual dalam diri mereka, meningkatkan kesadaran diri, dan memberikan landasan untuk pengambilan keputusan yang bermakna.
  3. Peningkatan Resiliensi Mental: Melatih peserta untuk mengatasi stres, tekanan, dan tantangan hidup dengan lebih baik. Dengan meningkatnya kecerdasan emosional dan spiritual, individu menjadi lebih tahan terhadap tekanan, mampu beradaptasi, dan tetap tenang dalam menghadapi situasi sulit.
  4. Peserta menyadari Emotional Intelligence penting dalam menunjang keberhasilan, sehingga akan terinspirasi untuk mengasah potensi EQ-nya.
  1. Peserta mengenal dirinya lebih baik dan mengidentifikasi kelebihan diri dan hambatan-hambatan diri dalam hal EQ yang berhubungan dengan efektifitas perilakunya.
  1. Peserta memiliki kemampuan mengatasi problem emosional dengan lebih efektif.
  2. Peserta berkomunikasi dengan lebih baik dan efektif kepada banyak pihak.
  3. Peserta mampu memiliki Kecerdasan Emosional dalam bidang pekerjaan, sosial maupun keluarga.

Materi pelatihan:

  1.   Pengenalan Kecerdasan Emosional:
  •   Definisi dan konsep kecerdasan emosional.
  •   Pengenalan lima komponen kecerdasan emosional: kesadaran diri, pengelolaan emosi, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial.
  1.   Analisis Emosi:
  •   Pengenalan jenis-jenis emosi.
  •   Latihan mengidentifikasi dan mengelola emosi dalam berbagai konteks.
  1.   Kecerdasan Spiritual:
  •   Definisi dan konsep kecerdasan spiritual.
  •   Pemahaman nilai-nilai spiritual, tujuan hidup, dan makna keberadaan.
  1.   Resiliensi Mental:
  •   Pengertian resiliensi dan pentingnya dalam kehidupan sehari-hari.
  •   Strategi untuk mengatasi stres, kekecewaan, dan tantangan hidup.
  1.   Pengembangan Kesadaran Diri:
  •   Refleksi diri untuk mengeksplorasi kekuatan, kelemahan, dan nilai-nilai personal.
  •   Keterkaitan antara kesadaran diri dengan kecerdasan emosional dan spiritual.
  1.   Keterampilan Komunikasi Empatik:
  •   Pentingnya mendengarkan aktif.
  •   Teknik komunikasi yang membangun empati dan kepedulian.
  1.   Pertumbuhan Pribadi dan Profesional:
  •   Perencanaan tujuan pribadi dan profesional.
  •   Pengembangan keterampilan untuk mencapai tujuan tersebut.
  1. Etika dan Moralitas:
  •   Hubungan antara kecerdasan spiritual dan perilaku etis.
  •   Pemahaman nilai-nilai moral dan etika dalam pengambilan keputusan.
  1.   Manajemen Konflik:
  •   Strategi untuk mengatasi konflik dengan bijaksana.
  •   Membangun hubungan yang sehat dalam situasi konflik.
  1. Keseimbangan Hidup:
  •   Menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  •   Penerapan prinsip kecerdasan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

 

Training Emotional Spiritual Quotient dapat diikuti oleh Profesional di Lingkungan Kerja, Individu dalam Proses Pertumbuhan Pribadi, Pelaku Bisnis dan Wiraswasta, Pemimpin Agama dan Pembimbing Rohani, serta Pendidik dan Pembimbing yang ingin mengembangkan kecerdasan emosionalnya. Dapatkan penawaran menarik dan kompetitif dengan menghubungi via WhatsApp di 081355460688, 081218600928, dan 081283928224 ataupun bisa menghubungi di 021-7477 7747.

 

INSTRUKTUR TRAINING

Training akan dibawakan oleh trainer/pemateri yang kompeten di bidangnya.