TRAINING FINANCIAL MODELLING

Table of Contents

training Valuasi Bisnis

Training Financial Modelling: Teknik Proyeksi Keuangan, Valuasi Bisnis, dan Analisis Skenario Komprehensif

Waktu Pelaksanaan: 21 September 2026
Metode / Lokasi: Online via Zoom Meeting
Penyelenggara: Pusat Training Indonesia

1. Pentingnya Pelatihan Financial Modelling

training Valuasi Bisnis
pelatihan Financial Modelling

Dalam dunia bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian, kemampuan memproyeksikan kinerja keuangan menjadi semakin penting. Financial modelling atau pemodelan keuangan bukan sekadar menyusun angka dalam spreadsheet. Model keuangan merupakan alat penting untuk membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih terukur.

Financial modelling dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis. Beberapa di antaranya adalah evaluasi kelayakan proyek, merger dan akuisisi (M&A), fundraising, perencanaan investasi, serta pengelolaan arus kas.

Model keuangan yang tidak terstruktur atau memiliki kesalahan formula dapat menghasilkan proyeksi yang tidak akurat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi.

Karena itu, pemahaman mengenai teknik financial modelling menjadi kompetensi penting bagi profesional di bidang Corporate Finance, Investment Banking, Financial Planning & Analysis (FP&A), Business Development, dan manajemen strategis.

Salah satu kemampuan utama dalam financial modelling adalah membangun 3-Statement Financial Model yang terintegrasi. Model ini menghubungkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Selain itu, peserta juga perlu memahami teknik valuasi serta analisis sensitivitas untuk melihat dampak perubahan asumsi terhadap hasil proyeksi.

2. Tujuan Pelatihan Financial Modelling

Pelatihan Financial Modelling dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam membangun model keuangan menggunakan Microsoft Excel.

Peserta mempelajari cara membangun model dari awal, menyusun asumsi bisnis, membuat proyeksi laporan keuangan, melakukan valuasi perusahaan, serta menganalisis berbagai skenario bisnis.

Melalui pendekatan praktik, peserta diharapkan mampu menggunakan financial modelling sebagai alat untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan keuangan.

3. Pelaksanaan Pelatihan

Training Financial Modelling telah dilaksanakan pada 21 September 2026 secara online melalui Zoom Meeting.

Pelatihan dipandu oleh instruktur berpengalaman dari Pusat Training Indonesia. Materi disampaikan melalui kombinasi teori, pembahasan studi kasus, dan praktik menggunakan Microsoft Excel.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang profesional, seperti Financial Analyst, Investment Analyst, FP&A, Business Development, Corporate Finance, dan Entrepreneur.

4. Materi Pelatihan Financial Modelling

training Valuasi Bisnis
pelatihan Financial Modelling

Materi pelatihan disusun secara sistematis agar peserta dapat memahami proses financial modelling secara menyeluruh.

1. Fundamental Pemodelan Keuangan dan Best Practices

Peserta mempelajari dasar-dasar financial modelling dan struktur model keuangan yang baik.

Materi meliputi:

  • Anatomi model keuangan: Input/Assumptions, Processing/Schedules, dan Outputs.
  • Prinsip penyusunan model yang mudah dibaca dan digunakan.
  • Penerapan standar pemodelan seperti FAST.
  • Penggunaan formula dan shortcut Microsoft Excel untuk kebutuhan finansial.
  • Penyusunan model yang fleksibel, transparan, dan mudah diperbarui.

2. Penyusunan 3-Statement Financial Model

Peserta mempelajari cara mengintegrasikan tiga laporan keuangan utama.

Materi meliputi:

  • Proyeksi Income Statement atau laporan laba rugi.
  • Penyusunan Revenue Drivers, COGS, dan Operating Expenses.
  • Proyeksi Balance Sheet atau neraca.
  • Pengelolaan Working Capital.
  • Penyusunan Fixed Asset Schedule, Capex, dan depresiasi.
  • Penyusunan Cash Flow Statement.
  • Integrasi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.
  • Pemeriksaan agar model keuangan tetap balance.

3. Valuasi Bisnis dengan Discounted Cash Flow

Pada sesi ini, peserta mempelajari konsep dasar valuasi menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF).

Materi meliputi:

  • Konsep Time Value of Money (TVM).
  • Perhitungan Free Cash Flow to Firm (FCFF).
  • Perhitungan Free Cash Flow to Equity (FCFE).
  • Perhitungan Discount Rate menggunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC).
  • Perhitungan Terminal Value.
  • Metode Perpetuity Growth.
  • Metode Exit Multiple.

4. Debt Schedule dan Circular Reference

Peserta juga mempelajari penyusunan Debt Schedule serta cara menangani Circular Reference dalam model keuangan.

Materi meliputi:

  • Penyusunan jadwal pembayaran utang.
  • Perhitungan Interest Expense.
  • Hubungan antara utang, bunga, dan arus kas.
  • Pemahaman mengenai Circular Reference.
  • Penggunaan Iterative Calculation.
  • Penggunaan Formula Circuit Breaker untuk mengatasi masalah perhitungan berulang.

5. Analisis Skenario dan Sensitivitas

Analisis skenario digunakan untuk melihat bagaimana perubahan asumsi dapat memengaruhi hasil model keuangan.

Materi meliputi:

  • Penyusunan Base Case.
  • Penyusunan Best Case.
  • Penyusunan Worst Case.
  • Penggunaan Data Tables.
  • Penggunaan Choose Function.
  • Penggunaan Scenario Manager.
  • Analisis perubahan harga, biaya, pendapatan, dan asumsi bisnis.
  • Analisis dampak perubahan asumsi terhadap profitabilitas dan valuasi.

5. Jalannya Pelatihan dan Studi Kasus Interaktif

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik langsung.

Peserta tidak hanya mempelajari konsep financial modelling. Peserta juga mengerjakan studi kasus menggunakan file latihan yang disiapkan oleh instruktur.

Studi kasus menggunakan contoh dari industri ritel dan manufaktur. Melalui latihan tersebut, peserta dapat memahami bagaimana asumsi bisnis diterjemahkan menjadi proyeksi keuangan.

Pada sesi valuasi DCF, salah satu peserta dari divisi Corporate Finance mengajukan pertanyaan mengenai Terminal Growth Rate.

“Pak, dalam menghitung Terminal Value menggunakan model pertumbuhan abadi, seberapa besar asumsi growth rate yang wajar agar valuasi tidak terlalu tinggi?”

Instruktur menjelaskan bahwa Terminal Growth Rate perlu ditentukan secara konservatif dan harus mempertimbangkan kondisi ekonomi jangka panjang. Asumsi tersebut tidak seharusnya terlalu tinggi karena perusahaan tidak dapat mempertahankan pertumbuhan yang sangat tinggi tanpa batas.

Peserta juga membahas masalah yang sering muncul ketika menyusun Balance Sheet, yaitu neraca tidak balance.

Seorang peserta dari bidang FP&A bertanya:

“Saat menyusun Balance Sheet, masalah yang sering kami hadapi adalah neraca tidak balance karena terdapat selisih angka. Apa langkah yang dapat dilakukan untuk melacak error tersebut?”

Instruktur menjelaskan beberapa langkah pemeriksaan. Pertama, pastikan Cash Flow terhubung dengan Balance Sheet. Saldo kas akhir pada Cash Flow harus sama dengan saldo kas pada Balance Sheet.

Kedua, buat baris Check dengan rumus Total Assets dikurangi Total Liabilities dan Equity. Jika hasilnya tidak sama dengan nol, berarti masih terdapat perbedaan yang perlu ditelusuri.

Beberapa penyebab yang umum antara lain kesalahan pencatatan depresiasi, perubahan working capital, atau penggunaan tanda positif dan negatif yang tidak tepat pada Cash Flow.

6. Sharing Experience dari Peserta

training Valuasi Bisnis
pelatihan Financial Modelling

Salah satu peserta yang menjabat sebagai Investment Analyst membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan.

Peserta tersebut menyampaikan bahwa sebelumnya ia cukup kesulitan menghubungkan tiga laporan keuangan dalam satu model. Melalui praktik secara bertahap, peserta menjadi lebih memahami hubungan antara Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow Statement.

Materi analisis sensitivitas menggunakan Data Tables juga dinilai relevan untuk kebutuhan pekerjaan, khususnya dalam melakukan analisis proposal investasi dan melihat dampak perubahan asumsi terhadap hasil proyeksi.

7. Kesimpulan

Training Financial Modelling memberikan pemahaman mengenai proses penyusunan model keuangan secara terstruktur dan terintegrasi.

Peserta mempelajari cara menyusun 3-Statement Financial Model, melakukan proyeksi keuangan, menghitung valuasi menggunakan metode DCF, serta melakukan analisis skenario dan sensitivitas.

Kemampuan tersebut dapat membantu profesional keuangan memahami hubungan antara asumsi bisnis dan kinerja keuangan perusahaan. Model yang terstruktur juga dapat mempermudah proses analisis serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan pemahaman financial modelling yang baik, perusahaan dapat melakukan perencanaan keuangan secara lebih sistematis dan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai berbagai kemungkinan kondisi bisnis di masa depan.

8. Optimalkan Strategi Keuangan Perusahaan Anda

Apakah tim finansial perusahaan Anda masih mengalami kesulitan dalam menyusun proyeksi keuangan yang terintegrasi?

Tingkatkan kemampuan financial planning, financial analysis, dan business valuation melalui program Training Financial Modelling bersama Pusat Training Indonesia.

Program dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, bidang industri, tingkat kemampuan peserta, serta studi kasus yang relevan dengan pekerjaan.

9. FAQ Training Financial Modelling

  1. Apa tujuan utama Training Financial Modelling?

Pelatihan ini bertujuan membantu peserta memahami dan menyusun 3-Statement Financial Model menggunakan Microsoft Excel. Peserta juga mempelajari proyeksi keuangan, valuasi dengan metode DCF, serta analisis sensitivitas untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

  1. Siapa yang direkomendasikan mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ini direkomendasikan bagi profesional Corporate Finance, FP&A, Investment Analyst, Financial Analyst, staf akuntansi dan keuangan, Business Development, manajer, serta entrepreneur.

  1. Apakah peserta harus ahli Microsoft Excel?

Peserta tidak harus menjadi ahli Excel. Namun, peserta sebaiknya memiliki pemahaman dasar hingga menengah mengenai Microsoft Excel, seperti penggunaan formula dasar dan navigasi spreadsheet.

Peserta juga sebaiknya memahami konsep dasar laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

  1. Berapa lama durasi pelatihan?

Program dapat dilaksanakan secara intensif selama satu hari atau disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Materi dapat dikombinasikan dengan praktik langsung menggunakan Microsoft Excel dan studi kasus.

  1. Bagaimana cara mendaftar Training Financial Modelling?

Untuk informasi pendaftaran, silabus, jadwal, dan kebutuhan in-house training, Anda dapat menghubungi Cindy – Marketing Professional Pusat Training Indonesia melalui WhatsApp +62 812-8392-8224.