PT Pusat Training Indonesia berhasil menyelenggarakan Training Collection Period dan Pengelolaan Piutang Perusahaan
27–28 Agustus 2026 | Gedung TDC PT PLN Nusantara Power Services | Instruktur: Nur Ravita Hanun, S.E., M.A., CAAT., CRP. | Peserta: 11 orang – PT PLN Nusantara Power Services | Training Provider: Pusat Training Indonesia
Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Piutang Perusahaan
Ingin meningkatkan kemampuan dalam mengelola piutang, mempercepat collection period, dan menjaga arus kas perusahaan?
Pengelolaan piutang merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Piutang yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan keterlambatan penerimaan kas. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko piutang bermasalah dan menghambat kelancaran operasional perusahaan.
Perusahaan tidak cukup hanya mengetahui jumlah piutang yang dimiliki. Pengelolaan yang efektif juga membutuhkan pemantauan umur piutang, identifikasi penyebab keterlambatan pembayaran, serta strategi penagihan yang tepat.
Karena itu, pemahaman mengenai collection period dan pengelolaan piutang perusahaan menjadi kompetensi penting bagi karyawan yang terlibat dalam fungsi finance, accounting, maupun administrasi keuangan.
Pelaksanaan Training Collection Period dan Pengelolaan Piutang

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, PT PLN Nusantara Power Services mengikuti Training Collection Period dan Pengelolaan Piutang Perusahaan yang diselenggarakan oleh Pusat Training Indonesia.
Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk Inhouse Training dengan detail sebagai berikut:
- Tanggal: 27–28 Agustus 2026
- Waktu: 09.00–16.00 WIB
- Lokasi: Gedung TDC PT PLN Nusantara Power Services
- Peserta: 11 orang
- Instruktur: Nur Ravita Hanun, S.E., M.A., CAAT., CRP.
- Training Provider: Pusat Training Indonesia
Pelatihan diikuti oleh Tyas Hartomo Putro, Ery Ira Kusumah, Apris Setyanugraha, Dian Novian Hardianto, Egi Adhivianto, Sri Hascaryo, Hulail, Fitriana Yuantari, Razan Damardhi, Wahyu Andika, dan Mochammad Khoirudin.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembahasan mengenai pengelolaan piutang, pengukuran collection period, analisis umur piutang, strategi penagihan, serta berbagai langkah untuk meningkatkan efektivitas penerimaan piutang.
Materi Training Collection Period dan Pengelolaan Piutang
Materi disampaikan secara sistematis dengan menghubungkan konsep pengelolaan piutang dengan kondisi yang sering ditemui dalam aktivitas perusahaan.
1. Konsep Dasar Pengelolaan Piutang
Peserta mempelajari pengertian piutang, fungsi pengelolaannya, serta pentingnya pengendalian piutang.
Piutang merupakan salah satu aset perusahaan yang perlu dikelola secara aktif. Pengelolaan yang baik dapat membantu perusahaan mempercepat penerimaan kas dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
2. Collection Period
Peserta memahami collection period sebagai salah satu indikator untuk mengukur efektivitas penerimaan piutang.
Indikator ini dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah proses penagihan telah berjalan sesuai target. Jika periode penagihan semakin panjang, perusahaan perlu mengidentifikasi penyebab dan menentukan langkah perbaikan.
3. Analisis Umur Piutang
Materi berikutnya membahas aging piutang atau analisis umur piutang.
Peserta mempelajari cara mengelompokkan piutang berdasarkan usia dan status pembayarannya. Dengan analisis ini, perusahaan dapat membedakan piutang yang masih normal dengan piutang yang membutuhkan perhatian lebih.
4. Monitoring dan Pengendalian Piutang
Monitoring piutang perlu dilakukan secara berkala. Tujuannya adalah mengetahui perkembangan saldo piutang dan status pembayaran.
Pemantauan yang konsisten membantu perusahaan menemukan potensi masalah lebih awal. Dengan demikian, tindakan korektif dapat segera dilakukan sebelum piutang menjadi semakin sulit ditagihkan.
5. Strategi Collection dan Penagihan
Peserta mendapatkan wawasan mengenai berbagai strategi collection yang dapat diterapkan berdasarkan karakteristik pelanggan dan kondisi piutang.
Proses penagihan tidak hanya berkaitan dengan meminta pembayaran. Komunikasi yang tepat juga diperlukan agar kewajiban pelanggan dapat diselesaikan tanpa mengganggu hubungan bisnis.
6. Pengelolaan Piutang Bermasalah
Peserta juga mempelajari langkah yang dapat dilakukan ketika piutang mengalami keterlambatan atau berpotensi menjadi piutang bermasalah.
Pembahasan mencakup identifikasi penyebab keterlambatan, pemantauan status piutang, serta penentuan tindak lanjut yang sesuai.
7. Evaluasi Kinerja Collection
Pada sesi ini, peserta mempelajari pentingnya mengevaluasi kinerja collection secara berkala.
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas strategi penagihan. Data tersebut juga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan pada periode berikutnya.

Jalannya Pelatihan
Pelatihan berlangsung secara interaktif dalam suasana inhouse training. Ibu Nur Ravita Hanun menyampaikan materi secara komunikatif dengan memberikan contoh dan pembahasan yang relevan dengan aktivitas pengelolaan piutang perusahaan.
Peserta juga aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam proses collection. Salah satu pembahasan yang menarik adalah bagaimana perusahaan dapat mempercepat penerimaan piutang tanpa mengganggu hubungan baik dengan pelanggan.
Pada sesi mengenai collection period, salah satu peserta bertanya:
“Bu Ravita, kalau perusahaan memiliki piutang dengan karakteristik dan usia yang berbeda-beda, indikator apa yang sebaiknya menjadi perhatian utama untuk mengetahui apakah collection kita sudah efektif?”
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nur Ravita Hanun menjelaskan bahwa perusahaan perlu melihat data piutang secara menyeluruh. Evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah saldo piutang.
Beliau menjelaskan:
“Jangan hanya melihat berapa besar piutangnya, tetapi lihat juga berapa lama piutang tersebut outstanding dan bagaimana pergerakannya dari periode ke periode. Collection period, aging piutang, serta tren pembayaran dapat memberikan gambaran apakah proses collection sudah efektif atau masih ada masalah yang perlu ditangani.”
Strategi Menghadapi Piutang yang Terlambat
Pada sesi berikutnya, peserta membahas cara menangani pelanggan yang terlambat melakukan pembayaran.
Salah satu peserta bertanya:
“Bagaimana pendekatan yang sebaiknya dilakukan ketika pelanggan terlambat membayar, tetapi hubungan kerja sama dengan pelanggan tersebut tetap harus dijaga?”
Ibu Nur Ravita Hanun menjelaskan bahwa proses collection membutuhkan komunikasi yang profesional dan terukur.
“Collection bukan sekadar menagih. Kita perlu memahami penyebab keterlambatan, melakukan komunikasi secara tepat, dan tetap mengacu pada kesepakatan yang sudah dibuat. Tujuannya adalah mendapatkan pembayaran sesuai kewajiban tanpa mengabaikan hubungan bisnis yang sudah terjalin.”
Pembahasan kemudian berkembang pada pentingnya koordinasi antara bagian finance, accounting, dan pihak terkait lainnya.
Peserta memahami bahwa keberhasilan collection tidak hanya bergantung pada satu bagian. Dibutuhkan monitoring, komunikasi, dan koordinasi yang terintegrasi agar proses pengelolaan piutang berjalan optimal.
Hasil yang Diperoleh Peserta
Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai collection period dan pengelolaan piutang perusahaan.
Beberapa pemahaman yang diperoleh peserta meliputi:
- Memahami konsep dasar pengelolaan piutang.
- Memahami fungsi dan manfaat collection period.
- Menganalisis umur piutang berdasarkan status dan periode keterlambatan.
- Melakukan monitoring saldo dan perkembangan piutang.
- Menentukan strategi collection yang sesuai.
- Memahami pendekatan dalam menangani piutang bermasalah.
- Mengevaluasi efektivitas proses collection.
Pelatihan juga memberikan pemahaman bahwa pengelolaan piutang bukan sekadar proses penagihan. Pengelolaan yang baik merupakan bagian penting dari upaya menjaga arus kas dan kesehatan keuangan perusahaan.
Cerita dari Peserta
Salah satu peserta PT PLN Nusantara Power Services menyampaikan bahwa pelatihan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pengelolaan piutang.
“Pelatihan ini membantu kami memahami bahwa pengelolaan piutang tidak cukup hanya dengan mengetahui saldo yang belum tertagih. Kita juga perlu melihat umur piutang, collection period, pola pembayaran, dan faktor yang menyebabkan keterlambatan.”
Peserta tersebut juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai strategi collection memberikan manfaat yang relevan dengan pekerjaan.
“Materinya sangat relevan dengan pekerjaan karena kami mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana melakukan monitoring dan menindaklanjuti piutang secara lebih terstruktur. Diskusi dengan instruktur juga membantu kami memahami bagaimana menghadapi kondisi yang berbeda-beda dalam proses collection.”
Penutup

Training Collection Period dan Pengelolaan Piutang Perusahaan yang diselenggarakan oleh Pusat Training Indonesia memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya pengelolaan piutang yang efektif.
Melalui materi collection period, analisis umur piutang, monitoring, strategi collection, hingga pengelolaan piutang bermasalah, sebanyak 11 peserta dari PT PLN Nusantara Power Services mendapatkan wawasan yang dapat diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Dengan meningkatnya kompetensi peserta, diharapkan proses pengelolaan dan penagihan piutang di lingkungan PT PLN Nusantara Power Services dapat dilakukan secara lebih sistematis, terukur, dan efektif.
Pada akhirnya, pengelolaan piutang yang optimal diharapkan dapat membantu mempercepat penerimaan kas, menjaga arus kas tetap sehat, serta mendukung kualitas pengelolaan keuangan perusahaan.
Untuk informasi pendaftaran, silabus lengkap, jadwal training, dan kebutuhan pelatihan khusus perusahaan, Anda dapat menghubungi Cindy – Marketing Professional PT Pusat Training Indonesia melalui WhatsApp: +6281283928224