TRAINING PSAK 118: TRANSFORMASI STRUKTUR LAPORAN LABA RUGI TERBARU

Table of Contents

training Transisi PSAK 118

1. PUSAT TRAINING INDONESIA Telah Melaksanakan Training PSAK 118: Transformasi Struktur Laporan Laba Rudi 

training Transisi PSAK 118
pelatihan PSAK 118

PSAK 118 akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027 dan diterapkan secara retrospektif. Oleh karena itu, SBN perlu menyiapkan data komparatif tahun 2026 sesuai dengan klasifikasi standar baru. Persiapan ini perlu dilakukan secara bertahap agar proses transisi berjalan terencana dan dapat dipertanggungjawabkan.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi seluruh akun pendapatan dan beban. Akun tersebut mencakup pendapatan bunga, keuntungan properti investasi, beban pendanaan, serta kerugian kredit ekspektasian. Selanjutnya, perusahaan perlu memetakan setiap akun ke dalam lima kategori PSAK 118. Setiap pemetaan juga harus dilengkapi dengan dokumentasi pertimbangan akuntansi.

Setelah pemetaan selesai, perusahaan perlu menyusun simulasi laporan laba rugi berdasarkan klasifikasi baru. Kemudian, SBN harus merekonsiliasi angka komparatif tahun 2026. Perusahaan juga perlu meninjau perubahan penyajian dalam laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Selain itu, pengendalian internal harus diperkuat. Setiap angka dalam laporan keuangan perlu didukung bukti transaksi, kebijakan akuntansi, dan dokumentasi yang memadai. Koordinasi antara bagian keuangan, operasional, pengelolaan piutang, manajemen risiko, dan auditor eksternal juga perlu ditingkatkan.

Dalam proses ini, auditor berperan menilai risiko salah saji material dan menguji bukti pendukung. Auditor juga mengevaluasi pertimbangan manajemen serta memeriksa kecukupan pengungkapan sesuai lingkup perikatan. Namun, tanggung jawab penyusunan laporan keuangan dan penetapan keputusan akuntansi tetap berada pada manajemen perusahaan.

2. Strategi Pemulihan dan Rekomendasi Manajerial

training Transisi PSAK 118
pelatihan PSAK 118

Untuk memperbaiki kinerja perusahaan sekaligus mempersiapkan penerapan PSAK 118, manajemen SBN perlu menetapkan beberapa langkah prioritas.

  1. Mempercepat Penagihan Piutang dan Memperbaiki Arus Kas

Perusahaan perlu mempercepat penagihan piutang agar penerimaan kas lebih terjamin. Manajemen dapat memulai dengan memeriksa debitur terbesar, menetapkan target penagihan secara berkala, dan menyelesaikan dokumen tagihan yang masih tertunda. Langkah ini dapat membantu meningkatkan likuiditas perusahaan.

  1. Mengevaluasi Profitabilitas Kontrak dan Pelabuhan

Setiap kontrak dan pelabuhan perlu dievaluasi berdasarkan pendapatan serta biaya yang dihasilkan. Biaya tersebut meliputi bongkar muat, trucking, pergudangan, sewa peralatan, tenaga kerja, dan overhead.

Hasil evaluasi dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk memperbaiki tarif layanan. Selain itu, perusahaan dapat menegosiasikan ulang kontrak yang kurang menguntungkan dan meningkatkan produktivitas operasional.

  1. Meningkatkan Efisiensi Biaya dan Produktivitas

Pengendalian biaya harus berfokus pada peningkatan produktivitas. Manajemen dapat menggunakan beberapa indikator, seperti biaya per ton atau TEU, utilisasi alat bongkar muat, produktivitas tenaga kerja, dan biaya subkontraktor.

Melalui pengukuran tersebut, perusahaan dapat menemukan aktivitas yang masih kurang efisien. Dengan demikian, program penghematan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja keuangan.

  1. Memisahkan Kinerja Operasional dan Aktivitas Keuangan

Perusahaan perlu memisahkan hasil operasional dari hasil investasi dan pendanaan dalam laporan manajemen. Pemisahan ini membantu direksi memahami sumber kerugian secara lebih akurat.

Selain itu, manajemen dapat menilai kinerja bisnis logistik secara lebih objektif. Perubahan nilai properti investasi dan komponen keuangan lainnya tidak lagi mencampurkan gambaran kinerja operasional utama.

  1. Memperkuat Evaluasi RKAP

Evaluasi RKAP perlu dilengkapi dengan analisis selisih antara target dan realisasi. Analisis tersebut mencakup volume pekerjaan, tarif layanan, biaya operasional, serta kerugian kredit.

Melalui evaluasi ini, manajemen dapat mengidentifikasi penyebab tidak tercapainya target. Selanjutnya, perusahaan dapat menyusun program pemulihan dengan indikator keberhasilan yang terukur.

3. Kesimpulan

training Transisi PSAK 118
pelatihan PSAK 118

Penerapan PSAK 118 menjadi langkah penting bagi PT PBM Sarana Bandar Nasional dalam meningkatkan transparansi dan kualitas laporan keuangan. Standar baru ini memberikan kerangka yang lebih jelas untuk memisahkan kinerja operasional, hasil investasi, biaya pendanaan, dan pajak penghasilan.

Kebutuhan tersebut semakin penting karena SBN mengalami pembalikan kinerja pada 2025. Perusahaan yang sebelumnya mencatat laba bersih Rp39,17 miliar justru membukukan rugi bersih Rp 44,94 miliar. Penurunan pendapatan, peningkatan beban, risiko ketertagihan piutang, serta tidak tercapainya target RKAP menunjukkan perlunya perbaikan menyeluruh.

Oleh karena itu, manajemen perlu mengintegrasikan perbaikan pada aspek komersial, operasional, keuangan, dan tata kelola. PSAK 118 memang dapat meningkatkan kejelasan informasi keuangan. Namun, penerapan standar ini tidak secara langsung memulihkan profitabilitas perusahaan.

Keberhasilan pemulihan tetap bergantung pada kemampuan manajemen dalam meningkatkan pendapatan yang menguntungkan, mengendalikan biaya, mempercepat penagihan piutang, dan mengoptimalkan produktivitas aset.

Dengan menyiapkan data komparatif 2026, memetakan akun secara tepat, serta merekonsiliasi laporan entitas dan konsolidasi, SBN dapat mempersiapkan penerapan PSAK 118 secara lebih tertib pada 2027. Penguatan pengendalian internal juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Pada akhirnya, persiapan yang matang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan yang lebih akurat, evaluasi kinerja yang terukur, dan peningkatan akuntabilitas perusahaan.

4. Tingkatkan Kompetensi Tim melalui Pelatihan PSAK 118

Persiapkan perusahaan Anda menghadapi penerapan PSAK 118 melalui pemahaman standar akuntansi terbaru dan penerapannya dalam penyusunan laporan keuangan. Pastikan tim keuangan, akuntansi, audit internal, dan manajemen memahami perubahan klasifikasi, penyajian, serta pengungkapan laporan keuangan.

Pusat Training Indonesia menyediakan program pelatihan yang dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan kompetensi dan kesiapan SDM dalam menghadapi perubahan standar akuntansi.

Hubungi Cindy dari Pusat Training Indonesia melalui WhatsApp 0812-8392-8224 untuk mendapatkan informasi jadwal pelatihan, silabus, penawaran biaya, dan konsultasi kebutuhan training perusahaan Anda.

Kunjungi juga website kami di www.pusattraining.com untuk melihat pilihan program pelatihan lainnya.