TRAINING TREASURY BANKING TERBARU

Table of Contents

training Cash Management

Training Treasury Banking: Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan Treasury, Likuiditas, dan Risiko Keuangan

Jakarta, 17 September 2026Pusat Training Indonesia kembali menyelenggarakan Training Treasury Banking secara offline di Meeting Room, Liberta Kemang, Jakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari PT Metalart Astra Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola treasury serta berbagai aspek keuangan perusahaan.

Training Treasury Banking memberikan pemahaman praktis mengenai peran treasury dalam menjaga ketersediaan dana dan likuiditas perusahaan. Selain itu, peserta mempelajari pengelolaan hubungan dengan perbankan serta berbagai risiko keuangan.

Materi pelatihan mencakup pengelolaan kas, likuiditas, foreign exchange (FX), hedging, deposito, hingga risiko suku bunga. Seluruh materi dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan dalam aktivitas treasury.

training Cash Management
pelatihan Treasury Banking

1. Pentingnya Training Treasury Banking

Dalam kegiatan operasional perusahaan, pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan pencatatan penerimaan dan pengeluaran. Treasury juga memiliki peran penting dalam memastikan dana tersedia sesuai kebutuhan.

Selain itu, treasury bertanggung jawab dalam menjaga likuiditas, mengelola penempatan dana, dan mengantisipasi berbagai risiko keuangan.

Pengelolaan treasury membutuhkan pemahaman mengenai beberapa aspek. Di antaranya adalah:

  • Kondisi kas.
  • Kebutuhan likuiditas.
  • Arus kas.
  • Hubungan dengan bank.
  • Kebutuhan pendanaan.
  • Risiko valuta asing.
  • Risiko suku bunga.

Karena itu, pemahaman yang praktis sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman tersebut, keputusan treasury dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan.

Training Treasury Banking menggunakan pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik. Peserta mendapatkan contoh angka, latihan, simulasi, diskusi, dan studi kasus.

Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep. Peserta juga belajar melihat kondisi treasury, melakukan perhitungan, menentukan pilihan, dan menjelaskan dasar dari rekomendasi yang dibuat.

2. Tujuan Training Treasury Banking

Training Treasury Banking bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta dalam pengelolaan treasury.

Salah satu fokus utamanya adalah memahami mitigasi risiko nilai tukar serta optimalisasi penempatan dana atau deposito.

Beberapa tujuan pelatihan meliputi:

  • Memahami dasar-dasar pengelolaan treasury dan cash management.
  • Memahami kondisi likuiditas dan kebutuhan cash buffer.
  • Mengenali serta menghitung foreign exchange (FX) exposure.
  • Memahami strategi pengelolaan risiko valuta asing.
  • Memahami pengelolaan deposito dan penempatan dana.
  • Mengenali risiko suku bunga dan kebutuhan pendanaan.
  • Memahami governance dan internal control dalam aktivitas treasury.
  • Meningkatkan kemampuan mengambil keputusan treasury berdasarkan data.

3. Materi Training Treasury Banking

Training Treasury Banking membahas berbagai materi yang berkaitan dengan aktivitas treasury perusahaan.

Materi disusun dalam beberapa kelompok utama, yaitu:

  • Treasury, Cash & Working Capital
  • Banking, Funding & Placement
  • Market & Financial Risk
  • Governance & Performance
  • Digital Treasury

Pembahasan juga mencakup cash management, liquidity optimization, pengelolaan deposito, foreign exchange exposure, hedging, interest rate risk, funding, treasury dashboard, governance, dan internal control.

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan contoh dan studi kasus yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Studi kasus tersebut mencakup cash collection, supplier payment, kebutuhan impor, penerimaan ekspor, pinjaman, dan bunga.

1. Cash Management dan Liquidity Optimization

Salah satu materi penting dalam Training Treasury Banking adalah cash management dan liquidity optimization.

Pengelolaan kas menjadi dasar dalam aktivitas treasury. Perusahaan perlu memastikan dana tersedia untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan waktunya.

Dalam sesi ini, peserta mempelajari pengelolaan cash position dan cash flow. Peserta juga mempelajari cara menyusun proyeksi kebutuhan kas.

Salah satu konsep yang dibahas adalah 13-week cash forecast. Konsep ini dapat digunakan untuk melihat kondisi kas dalam beberapa minggu ke depan.

Dengan proyeksi tersebut, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan dana. Selain itu, perusahaan dapat menentukan kebutuhan cash buffer secara lebih terukur.

Pengelolaan kas yang baik juga membantu mengurangi risiko kekurangan dana. Pada saat yang sama, perusahaan dapat menghindari penempatan dana yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan kebutuhan operasional.

2. Pengelolaan Deposito dan Penempatan Dana

Treasury tidak hanya mengelola kas. Treasury juga memiliki tanggung jawab dalam menentukan dana yang dapat ditempatkan pada instrumen tertentu, termasuk deposito.

Penempatan dana perlu mempertimbangkan kebutuhan perusahaan. Dengan demikian, dana tetap tersedia ketika diperlukan.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari prinsip Safety, Liquidity, dan Yield sebagai pertimbangan dalam menentukan penempatan dana.

Ketiga aspek tersebut perlu diperhatikan secara seimbang.

Safety berkaitan dengan keamanan dana. Liquidity berkaitan dengan kemudahan dana digunakan ketika dibutuhkan. Sementara itu, Yield berkaitan dengan tingkat imbal hasil yang diperoleh.

Peserta juga mempelajari deposit ladder. Konsep ini membantu menentukan tenor deposito berdasarkan cash forecast dan waktu kebutuhan dana perusahaan.

3. Foreign Exchange (FX) Exposure

Aktivitas perusahaan yang melibatkan transaksi dalam mata uang asing dapat menimbulkan foreign exchange exposure.

Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi arus kas perusahaan. Oleh karena itu, treasury perlu memahami bagaimana exposure tersebut muncul dan bagaimana cara mengelolanya.

Training Treasury Banking membahas identifikasi FX exposure, khususnya transaction exposure.

Transaction exposure berkaitan dengan arus kas kontraktual dalam mata uang asing. Peserta diarahkan untuk melihat kebutuhan valuta asing dari transaksi masuk dan transaksi keluar.

Setelah memahami exposure, peserta dapat mempertimbangkan langkah pengelolaan risiko yang sesuai.

Pembahasan FX juga mencakup beberapa aspek penting, seperti:

  • Mekanisme pasar valuta asing.
  • Quotation bank.
  • Bid dan offer.
  • Spot.
  • Forward.
  • Faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

4. Strategi FX Hedging

Setelah memahami FX exposure, peserta mempelajari strategi untuk mengelola risiko valuta asing melalui FX hedging.

Materi mencakup beberapa instrumen dan strategi, seperti:

  • Natural hedge.
  • Forward.
  • FX swap.
  • Pengenalan option.

Pemilihan instrumen hedging perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan transaksi.

Sebagai contoh, natural hedge dapat digunakan ketika terdapat arus masuk dan arus keluar dalam mata uang yang sama.

Sementara itu, forward dapat digunakan untuk membantu memberikan kepastian terhadap transaksi valuta asing di masa mendatang.

Peserta juga diperkenalkan dengan FX swap dan option berdasarkan fungsi serta karakteristik masing-masing.

Dengan pembahasan tersebut, peserta memahami bahwa hedging bukan hanya mengenai mencari kurs terbaik. Hedging juga merupakan bagian dari pengelolaan risiko dan upaya memperoleh kepastian terhadap kebutuhan keuangan perusahaan.

5. Banking, Funding, dan Interest Rate Risk

Hubungan dengan perbankan menjadi bagian penting dalam pengelolaan treasury.

Treasury perlu memahami kebutuhan pendanaan, fasilitas bank, penempatan dana, hingga proses negosiasi dengan bank.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari cara membandingkan quotation dan mempertimbangkan kondisi transaksi sebelum mengambil keputusan.

Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya mencatat beberapa informasi dalam proses treasury, seperti:

  • Quotation.
  • Waktu transaksi.
  • Dealer.
  • Deal confirmation.

Selain itu, materi mencakup interest rate risk. Pembahasan ini terutama berkaitan dengan pinjaman dan struktur suku bunga yang dimiliki perusahaan.

Pemahaman tersebut membantu peserta melihat hubungan antara kebutuhan pendanaan dan risiko perubahan suku bunga.

6. Treasury Governance dan Internal Control

Pengelolaan treasury membutuhkan governance dan internal control yang baik.

Setiap aktivitas treasury perlu memiliki kebijakan, batas kewenangan, dokumentasi, monitoring, serta proses pelaporan yang jelas.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada pentingnya pengendalian dalam berbagai aktivitas treasury.

Pengendalian tersebut mencakup proses:

  • Dealing.
  • Settlement.
  • Accounting.
  • Reconciliation.

Dengan governance yang baik, perusahaan dapat menjaga disiplin dalam pengambilan keputusan. Selain itu, pengelolaan risiko dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

training Cash Management
pelatihan Treasury Banking

4. Pelaksanaan Training Treasury Banking

Training Treasury Banking dilaksanakan secara offline pada 17 September 2026.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00–16.00 WIB di Meeting Room, Liberta Kemang, Jakarta.

Pelatihan menggunakan pendekatan learning by doing. Peserta tidak hanya menerima penjelasan materi, tetapi juga mengikuti latihan, simulasi, diskusi, dan studi kasus.

Rangkaian pembelajaran dilakukan secara bertahap. Peserta mulai dari memahami konsep, melihat contoh angka, melakukan perhitungan, menentukan keputusan, hingga menjelaskan rekomendasi.

Studi kasus juga dikaitkan dengan kondisi laporan keuangan dan aktivitas perusahaan. Dengan demikian, peserta dapat melihat bagaimana informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam menentukan keputusan treasury.

5. Studi Kasus dalam Training Treasury Banking

Studi kasus menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan. Tujuannya adalah membantu peserta menghubungkan materi dengan situasi yang dapat ditemui dalam pekerjaan treasury.

Peserta diberikan kondisi yang berkaitan dengan:

  • Kas.
  • Kebutuhan pembayaran.
  • Penerimaan.
  • Valuta asing.
  • Penempatan dana.
  • Pendanaan.

Melalui studi kasus tersebut, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan terlebih dahulu.

Selanjutnya, peserta menghitung exposure dan mempertimbangkan pilihan yang tersedia. Setelah itu, peserta menjelaskan alasan dari keputusan yang diambil.

Pendekatan ini membantu peserta memahami proses pengambilan keputusan treasury secara lebih terstruktur.

6. Sesi Post Test

Setelah seluruh materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi post test.

Sesi ini digunakan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan selama pelatihan.

Materi evaluasi mencakup beberapa pembahasan utama, mulai dari cash, liquidity, FX exposure, hedging, deposit, hingga interest.

Melalui evaluasi tersebut, peserta dapat mengukur kembali pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.

7. Kesimpulan Training Treasury Banking

training Cash Management
pelatihan Treasury Banking

Training Treasury Banking memberikan pemahaman mengenai peran treasury dalam mendukung pengelolaan keuangan perusahaan.

Pembahasan meliputi pengelolaan kas, likuiditas, penempatan dana, valuta asing, pendanaan, serta berbagai risiko keuangan.

Pelatihan juga menggunakan pendekatan yang menggabungkan materi, latihan, simulasi, dan studi kasus.

Dengan pendekatan tersebut, peserta dapat memahami kondisi treasury secara lebih menyeluruh. Peserta juga dapat menggunakan informasi yang tersedia sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

Pusat Training Indonesia terus berupaya menghadirkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Materi disusun secara aplikatif dengan pendekatan pembelajaran yang membantu peserta memahami penerapannya dalam aktivitas profesional.

8. Ingin Mengikuti Training Treasury Banking?

Bagi perusahaan yang membutuhkan pelatihan Treasury Banking untuk meningkatkan kompetensi tim, program dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, materi, dan pelaksanaan Training Treasury Banking, Anda dapat menghubungi Cindy, Marketing Profesional Pusat Training Indonesia, melalui WhatsApp:

0812-8392-8224